Anemia Ibu Hamil

Seminggu lalu saya dan keluarga dikejutkan dengan kabar seorang teman yang meninggal dikarenakan anemia pasca 2 bulan melahirkan. Kesedihan yang mendalam karena umur yang masih muda serta meninggalkan anak yang masih kecil.

Kejadian tersebut membuat saya lebih peka akan bahaya hadirnya anemia yang mampu merenggut nyawa. Apalagi anemia tidak hanya ditemui pada orang dewasa akan tetapi juga anak-anak hingga remaja.

Bersyukur melalui kanal youtube Nutrisi Bangsa dengan topik Peran Nutrisi dan Tantangan Kesehatan Lintas Generasi, saya mendapat pemahaman lebih jelas mengenai anemia. Hadirnya Dr.dr.Diana Sunardi, Mgizi, SpGK merupakan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Nutrition Association dan Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia membukakan pemahaman tentang anemia secara komprehensif dan peran serta perusahaan makanan dalam memutus mata rantai anemia.

Dokter Gizi

Selama ini, kebanyakan orang menganggap bahwa anemia merupakan penyakit biasa. Alhasil, kurang memperhatikan kondisi tubuh yang membutuhkan nutrisi tepat agar tidak terserang anemia yang lebih kronis.

Karena kondisi anemia yang kronis atau berat menyebabkan pembengkakan limpa. Pembengkakan tersebut mampu menekan organ tubuh lainnya dan mempengaruhi aliran darah menuju limpa alhasil tidak dapat menyaring darah dengan baik.

Secara sederhana, anemia dapat diartikan sebagai suatu kondisi rendahnya kadar Hb dibanding dengan kadar normal, yang menunjukkan  kurangnya jumlah sel darah merah yang bersirkulasi.

Berdasarkan penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, potensi prevalensi anemia pada balita laki-laki (29,7%), anak remaja perempuan (22,7%) serta ibu hamil mencapai 37,1%. Hal ini menunjukkan bahwa anak remaja dan ibu hamil rentan terserang anemia.

Salah satu pemicu hadirnya anemia pada setiap golongan usia adalah dikarenakan masalah gizi. Tentunya, masalah gizi di Indonesia merupakan masalah klasik yang sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah.

Riset Anemia

Pada usia bayi dan balita masalah gizi akan menyebabkan stunting. Tak heran, kasus stunting pada balita mencapai 37,2%. Selanjutnya adalah masa remaja dan usia produktif di mana masalah anemia di atas 15% dan yang terakhir adalah pada ibu hamil yang mencapai 37,1%. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman mendalam mengenai asupan yang dibutuhkan tubuh khususnya zat besi agar mencegah anemia di tengah keluarga.

Nah, bagi seorang ibu sebaiknya memperhatikan gejala-gejala yang muncul ketika anggota keluarga mengalami anemia:

1. Kelopak Mata Pucat

Mata merupakan tanda awal untuk mendeteksi apakah seseorang sedang mengalami anemia atau tidak. Ketika kita merenggangkan kelopak mata maka terlihat pada bagian bawah, jika kondisi pucat maka mengindikasikan anemia.

2. Sakit Kepala

Umumnya, seseorang yang terserang anemia akan mengalami sakit kepala secara terus menerus. Hal ini disebabkan kekurangan darah dalam tubuh yang menyebabkan otak kekurangan oksigen.

3. Kulit Pucat

Apabila memperhatikan warna kulit, jika terlihat pucat dan seperti kuning maka mengindikasikan kekurangan darah.

4. Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah rendah atau hipotensi dapat disebabkan karena hadirnya anemia. Hal ini ditandai dengan badan terasa lemas, nafas pendek dan sangat kelelahan.

5. Nafas Cepat/Sesak Nafas

Jumlah darah yang rendah menyebabkan organ tubuh mengalami kekurangan oksigen sehingga terasa sesak nafas dan juga kelelahan.

6. Kelemahan Otot

Kondisi kekurangan zat besi sehingga menyebabkan anemia menyebabkan bagian otot tubuh melemah, sehingga seseorang mudah mengalami kelemahan.

7. Nadi Cepat

Anemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, yakni protein darah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Nah, saat terjadi anemia maka jantung berdetak lebih cepat dari kebiasaan normal sehingga nadi pun terasa cepat. 

8. Pembesaran Limpa

Anemia juga mendorong terjadi pembesaran limpa yang sangat berbahaya karena secara tidak langsung mampu merusak atau menekan organ tubuh lainnya.

Jika mengalami kedelapan gejala tersebut, maka seseorang harus lebih peduli dan melakukan nutrisi yang baik untuk organ tubuh. Defisiensi besi yang tidak diperhatikan dengan baik akan memicu hadirnya anemia kronis, akut atau kondisi berat.

Sebagai ibu, kita harus peka dengan kondisi anak-anak khususnya masa balita dan remaja. Apakah anak terserang anemia atau tidak, apalagi anemia mampu menghalangi masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ciri Anak Anemia

Berikut 8 (delapan) ciri-ciri anak yang mengalami gejala anemia:

  1. Anak terlihat rewel dari biasanya, seolah mengeluarkan tanda ketidaknyamanan pada bagian tubuh.
  2. Kondisi anak terlihat lemas dan kurang bergairah untuk melakuka aktivitas.
  3. Mengeluh pusing dan sakit kepala.
  4. Tidak memiliki nafsu makan sehingga kecenderungan pemilih untuk jenis makanan.
  5. Gangguan konsentrasi, saat belajar ataupun beraktivitas.
  6. Salah satu yang sangat mengkhawatirkan adalah gangguan pertumbuhan anak.
  7. Anak cenderung mengantuk dan malas melakukan berbagai kegiatan.
  8. Tidak aktif bergerak dan cenderung diam pada posisi atau tempat tertentu.

Demikian ciri-ciri di mana anak mengalami anemia, sehingga orang tua lebih sadar akan gejala tersebut dan segera melakukan tindakan baik preventif maupun pengobatan. Apalagi dalam jangka waktu panjang, anemia dapat menyebabkan daya tahan tubuh anak menurun, kebugaran yang melemah, prestasi serta kinerja yang tidak baik.

Di samping pada anak-anak maka hal yang perlu diperhatikan adalah gejala anemia pada ibu hamil. Sebagian ibu hamil kadang tidak menyadari sedang mengalami anemia.

Anemia Ibu Hamil

Ciri-ciri yang dapat dilihat pada ibu hamil adalah wajah, terutama pada kelopak mata dan bibir tampak pucat. Kurang nafsu makan, cepat lelah, sering pusing dan mata berkunang-kunang. Tanpa disadari, anemia pada ibu hamil menjadi sebuah ancaman karena memiliki dampak yang sangat berbahaya:

1. Preeklamsia

Preeklamsia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah serta disertai adanya protein dalam urine. Preeklamsia dibutuhkan penanganan yang serius karena dapat berkembang menjadi eklamsia yang dapat mengancam nyawa ibu hamil dan janin.

2. Prematur

Anemia dapat menyebabkan kelahiran prematur yang terjadi lebih awal dari perkiraan lahir. Kondisi prematur menyebabkan organ pada tubuh bayi belum sempurna.  

3. Gangguan Pertumbuhan Janin

Anemia menyebabkan kurangnya oksigen pada tubuh ibu, hal ini juga berpengaruh pada tumbuh kembang janin.

4. Infeksi

Ibu hamil yang mengalami anemia menyebabkan tubuh sulit untuk melawan infeksi apalagi terjadi pada bagian tubuh ibu.

5. Gangguan Jantung

Kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia menyebabkan darah kurang mengangkut oksigen alhasil membuat kerja jantung lebih ekstra untuk memasok darah yang kaya oksigen. Kerja jantung yang secara terus menerus dapat mengakibatkan pembesaran jantung dan gangguan bahkan kegagalan jantung.

6. Pendarahan Pasca Melahirkan

Anemia menyebabkan pendarahan pasca melahirkan sehingga pada kondisi tertentu akan membuat ibu menjadi lemah dan tak jarang pada kondisi berbahaya.

Efek anemia pada anak dan ibu hamil sangat mengancam kesehatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dimulai dari keluarga untuk lebih peka terhadap asupan maupun nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.

Zat Besi

Penanganan yang tepat pada penderita anemia akan memudahkan seseorang untuk kembali sehat dan mampu menjalankan aktivitas dengan baik. Berikut beberapa penanganan yang tepat untuk setiap usia dan kondisi:

1. Ibu Hamil

Suplementasi besi folat

PMT ibu hamil KEK

Penanggulangan kecacingan

Suplemen kalsium

2. Ibu Menyusui

Promosi menyusui/ASI Ekslusif, Konseling menyusui

3. Bayi & Balita

Pemantauan pertumbuhan, Suplemen vitamin A

Pemberian garam yodium, PMT /MPASI

Fortifikasi besi dan kegiatan suplementasi (Taburia)

Zink untuk manajemen diare dan Pemberian obat cacing

4. Usia Sekolah

Penjaringan

Bulan imunisasi anak sekolah

Upaya kesehatan sekolah/PMT anak sekolah

Promosi MJAS di sekolah

5. Remaja & Usia Produktif

Kesehatan reproduksi remaja

Konseling gizi

Suplementasi Fe

6. Lansia

Konseling gizi

Pelayanan gizi lansia

Vitamin C

Jika ditelisik maka terdapat 2 penyebab umum munculnya anemia yaitu asupan makanan khususnya zat besi dan  sakit (infeksi atau pun penyakit kronis). Masalah pada makanan dapat dilihat dari:

  1. Dominasi Pangan Nabati Menurun
  2. Asupan Energi dan Protein Rendah
  3. Defisit Energi, Protein & Mikronutrient

Secara global, 50% angka anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi Pada faktor tertentu, penyebab anemia karena kurangnya zat besi:

  1. Asupan zat besi yang rendah, terutama besi heme
  2. Asupan vitamin C yang rendah
  3. Konsumsi sumber fitat yang berlebihan
  4. Konsumsi sumber tannin (kopi, teh) berlebihan
  5. Menjalankan diet yang tidak seimbang

Oleh karena itu, setiap orang diwajibkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi. Jika keseimbangan zat besi terganggu maka tubuh dapat mengalami defisiensi zat besi atau kekurangan zat besi.

Ketika anak khususnya balita kekurangan zat besi maka dalam jangka panjang dapat mempengaruhi penurunan IQ serta penurunan fungsi kognitif syaraf. Alhasil, anak akan ketinggalan dalam pelajaran bahkan masa pertumbuhan normal.

Makana Zat Besi
Isi Piringku

Bayangkan, jika anak-anak sudah mengalami defisiensi zat besi maka akan berakibat pada generasi mendatang. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi anemia melalui asupan atau nutrisi yang tepat khususnya pemenuhan zat besi setiap hari. Apalagi zat besi memiliki peranan yang baik dalam tubuh seperti:

1. Zat besi berperan pada proses metabolik sebagai transportasi oksigen ke seluruh tubuh dalam bentuk hemoglobin, sehingga anak tubuh aktif dan sehat.

2. Zat besi berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena meningkatkan kadar hemoglobin ke sel jaringan tubuh.

3. Zat besi sangat penting dalam meningkatkan energi karena membawa oksigen ke otot dan otak sehingga membantu kinerja tubuh.

4. Zat besi menambah fokus dan konsentrasi karena mempengaruhi fungsi kognitif pada tubuh.

5. Zat besi meningkatkan kekuatan otot sehingga tubuh mampu bergerak aktif.

6. Zat besi mampu mengatasi anemia karena meningkatkan produksi hemoglobin yang mengangkut oksigen di dalam darah.

Banyaknya fungsi dan peran dari zat besi sehingga mampu menjaga tubuh dengan baik. Sehingga asupan zat besi menjadi penting setiap hari.

Zat besi banyak didapat dari bahan makanan seperti hati ayam, daging ayam, sapi, daging domba, hati domba dan ikan salmon. Di samping itu, zat besi dari nabati didapatkan dari bayam, wortel, kangkung, tempe, tahu, brokoli, asparagus, jamur, daun singkong, kecipir dan kacang buncis. Untuk jenis bahan makanan yang memiliki sumber vitamin C adalah paprika merah, brokoli , jambu biji, kiwi, cabai, kelengkeng, stroberi, dll. 

Di samping menerapkan gizi seimbang dalam piring makanan sehat seperti sayur, buah, karbohidrat, susu pertumbuhan untuk anak dan protein dibutuhkan pula istirahat cukup serta kebugaran tubuh melalui olahraga. Olahraga mampu membuat metabolisme tubuh semakin baik sehingga penyerapan zat besi berjalan dengan baik.

Memutus mata rantai anemia harus dilakukan sedini mungkin karena memiliki dampak pada generasi berikutnya. Pentingnya edukasi kepada setiap keluarga, anak remaja serta ibu yang dalam kondisi hamil atau menyusui.

Susu Pertumbuhan Indonesia

Memutus rantai anemia di Indonesia tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga akan tetapi perusahaan atau lembaga yang berdedikasi mewujudkan kesehatan bagi banyak orang. Bersyukur Danone Indonesia hadir membantu memutuskan rantai anemia untuk generasi masa depan yang lebih baik melalui makanan kepada masyarakat luas.

Danone Indonesia

Seperti yang disampaikan Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia bahwa Danone memiliki visi Satu Planet, Satu Kesehatan. Hal ini diwujudkan melalui produk makanan dan minuman yang sehat kepada masyarakat Indonesia.

Danone memiliki nilai yang disebut CODES:

  • Creates a meaningful future (menciptakan masa depan yang penuh makna)
  • Opens connection inside and outside (membuka koneksi internal maupun eksternal)
  • Drives for sustainable results (mengusahakan hasil yang berkelanjutan)
  • Empowers self and diverse teams (memberdayakan diri maupun kelompok yang beragam)
  • Self aware (memiliki kesadaran terhadap diri)

Hadirnya nilai yang dijunjung Danone Indonesia sehingga mampu fokus untuk mewujudkan misi yang baik dan sangat diperlukan untuk masyarakat Indonesia. Danone Indonesia merupakan pionir industri makanan di Indonesia memiliki lebih dari 20 pabrik, 15.000 pegawai di seluruh Indonesia dan sampai saat ini sudah memiliki lebih dari 15 merk.

Danone Indonesia melayani jutaan keluarga di seluruh Indonesia dengan berbagai produk unggulan seperti minuman kemasan Aqua, Aqua Reflections, VIT, VIT Levite, Mizone, Lactamil, SGM Bunda, SGM Eksplor, SGM Soya, Bebelac, Bebelac Gold, Nutrilon Royal, Nutrilon Royal  Prosyneo, NutriniDrink, dsb. Danone memiliki kepercayaan bahwa bahwa kesehatan manusia dan planet saling berhubungan sehingga Danone berusaha untuk memelihara dan melindungi keduanya.

Kerennya, Danone Indonesia mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dan berpartisipasi dalam gerakan kebiasaan makan dan minum yang lebih sehat. Sehingga dalam mewujudkan hal ini Danone meningkatkan kualitas nutrisi dari setiap produk, meningkatkan keseimbangan keseluruhan portfolio, menginspirasi kebiasaan hidup sehat serta menunjukkan dampak positif kebiasaan makan dan kualitas diet.

Berikut program yang dilakukan Danone Indonesia dalam mewujudkan Indonesia sehat serta memutus mata ranta anemia:

1. Pencegahan Stunting

Dalam upaya pencegahan stunting, Danone Indonesia mengintegrasikan program unggulan untuk mendukung intervensi nutrisi yang spesifik dalam mengurangi stunting di Indonesia.

2. Isi Piringku

Isi piringku merupakan program mempromosikan konsumsi gizi seimbang dan gaya hidup sehat untuk anak usia 4-6 tahun melalui guru dan orang tua.

Kegiatan ini dilaksanakan lebih dari 4.000 guru dan 40.000 siswa PAUD di 8 provinsi beserta lebih dari 44.000 ibu.  Kegiatan ini sangat baik dalam pencegahan anemia karena anak-anak sedini mungkin sudah dilengkapi dengan gizi seimbang melalui pemahaman isi piringku.

3. AMIR (Ayo Minum Air)

Gerakan Ayo Minum Air (AMIR) adalah program kolaboratif yang bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan minum 7-8 gelas air per hari bagi anak sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 745.764 siswa SD & 1.225.000 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 5 provinsi, melibatkan1.260.000 kader PKK.

Program ini juga baik dalam menjaga kesehatan anak-anak Indonesia yang mungkin selama ini melupakan peran penting dari air mineral bagi tubuh. Oleh karena itu AMIR merupakan salah satu program terbaik yang dilakukan Danone Indonesia.

4. Aksi Cegah Stunting

Kegiatan Aksi Cegah Stunting dilakukan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Kementerian Desa dan Desa berhasil menurunkan stunting sebesar 4,3% dalam 6 bulan.  Danone Indonesia berfokus pada sistem rujukan bagi anak-anak gizi buruk dan penguatan peran fasilitas kesehatan, serta memprioritaskan intervensi gizi khusus bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami stunting.

5. Warung Anak Sehat

Warung Anak Sehat memberdayakan para ibu kantin sekolah untuk mengelola kantin sehat di sekolah untuk menyediakan makanan ringan dan minuman sehat kepada siswa. Program ini juga mendidik guru, orang tua dan penjual untuk lebih selektif dalam memilih makanan untuk asupan anak.

Kegiatan ini diikuti 234 agen WAS aktif, lebih dari 300 guru terlatih, lebih dari 6.000 Ibu, lebih dari 27.000 anak. Kegiatan ini sangat relevan karena terkadang kantin tidak menjual makanan yang sehat untuk dikonsumsi anak-anak di sekolah.

6. GESID

GESID atau Generasi Sehat Indonesia merupakan program Danone Indonesia yang bertujuan untuk membangun pemahaman dan kesadaran remaja tentang kesehatan dan gizi remaja. Pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan dan pembentukan karakter. Program tersebut telah menjangkau 2.000 siswa di SMP dan 5 SMA.

7. Taman Pintar

Selama bertahun-tahun, Danone Indonesia telah mendukung 4 fasilitas pendidikan yang berfokus pada kesehatan dan gizi di Taman  Pintar, Yogyakarta untuk  1 juta pengunjung/tahun.

8. Duta 1000 Pelangi

Kegiatan ini memberikan bantuan kepada karyawan dan masyarakat sekitar tentang masalah gizi dan kesehatan dalam 1.000 hari pertama kehidupan menjadikan karyawan sebagai duta. Karyawan dilatih dan dibekali pengetahuan tentang gizi seimbang dan materi lain yang berkaitan dengan 1.000 Hari Pertama kehidupan.

Demikian kedelapan program Danone Indonesia dalam mengedukasi serta kolaborasi dengan karyawan internal, elemen masyarakat baik guru, siswa, kantin sekolah, dan lainnya sehingga mengetahui pentingnya nutrisi dan gizi seimbang untuk memutus mata rantai anemia. Kegiatan ini sebagai wujud cinta Danone kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berperan serta dalam mendukung kesehatan melalui minuman dan makanan sehat.

Nutrisi Bangsa

Anemia dapat menyerang siapa saja mulai dari balita, anak remaja, ibu hamil hingga menyusui. Jika tidak ditangani dengan serius maka anemia dapat menjadi kronis dan merenggut nyawa. Masalah anemia di Indonesia cukup besar, mata rantai ini terus berlangsung hingga hari ini.

Faktor utama hadirnya anemia adalah kekurangan zat besi pada tubuh seseorang. Padahal zat besi memiliki banyak fungsi yang baik untuk tubuh. Kekurangan zat besi disebabkan karena asupan nutrisi dan gizi yang tidak seimbang.

Oleh karena itu, perlunya untuk mengonsumsi makanan sehat, bernutrisi dan pastinya memiliki gizi yang seimbang. Makanan yang mengandung zat besi, vitamin C, susu pertumbuhan serta lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah hadirnya anemia baik di kalangan balita, remaja, ibu hamil, ibu menyusui bahkan sampai lansia.

Namun, dewasa ini tidak semua orang paham dan peka akan pentingnya peran nutrisi dan gizi seimbang dalam memutus rantai anemia. Oleh karena itu, Danone Indonesia hadir mewujudkan makanan yang sehat dan bernutrisi. Di samping itu, melaksanakan program yang mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat, mengenalkan gizi seimbang, gerakan minum air, pencegahan stunting, warung anak sehat, dan sebagainya.

Harapan ke depan masyarakat Indonesia bebas dari anemia, stunting dan melaksanakan pola asupan gizi seimbang setiap hari. Alhasil, mata rantai anemia terputus dan Indonesia menghasilkan generasi masa depan yang sehat.

Categories: All Post

24 Comments

April Tupai · February 27, 2021 at 7:21 am

Seperti biasa, tulisannya selalu lengkap dan ciamik. Jadi makin aware soal anemia euy.

Aya · March 1, 2021 at 5:16 pm

Aku pernah ngerasain nih hamil anak ketiga dan kena anemia. Ternyata anemia yang aku alami sangat mempengaruhi bayiku. Jadi sedih dan merasa bersalah. sekarang jadi lebih aware sama urusan anemia nih.

Aminnatul Widyana · March 2, 2021 at 2:32 am

Waduh, master blogger turun gunung… Sukses ya mom buat lombanya…

Nurul Sufitri · March 2, 2021 at 4:37 am

Wow, tampilan blognya makin keren aja nih. Iya benerrrr…. gekala anemia kadang ada yang tampak, ada juga yang ga. Ada teman kuliahku dulu tiap datang bulan lemah lunglai lalu pingsan. Ini anak gadisku yang SMA aja kalau mens suka lemas dan terkulai plus sakit perut. Makanya butih tablet penambah darah agar kondisi kesehatannya makin bugar.

Andiyani Achmad · March 2, 2021 at 6:39 am

makanya jangan dianggap remeh ya pemenuhan nutrisi sedari dini supaya generasi penerus tetap sehat tanpa anemia

Ria Andika · March 2, 2021 at 1:18 pm

Selalu amazed sama tulisan kamu mb, pembahasannya super lengkap. Makin ngerti dan aware sama anemia kalo dikupas selengkap ini

Ekab · March 3, 2021 at 4:36 pm

Wahh detail banget tentang anemia ini. Thanks for sharing mom

Intan Daswan · March 4, 2021 at 1:39 am

Anemia ini memang tidak bisa dianggap enteng ya, Mbak. Saya suka ulasannya, lengkap banget. Jadi tambah pengetahuan tentang anemia.

herva yulyanti · March 4, 2021 at 3:14 am

Anemia memang ga boleh disepelekan ya mba apalagi kalau udah kena ke anak-anak bisa banyak ya dampaknya sedih banget makanya dulu juga pas aku hamil tuh dokter saranin yg zat besi untuk dikonsumsi

Rach Alida · March 4, 2021 at 3:23 am

Memutuskan mata rantai anemia ini butuh kerjasama banyak pihak. Sosialisasi seperti ini sangat dibutuhkan. Aku baru tahu bahwa ibu hamil kena dampak anemia yang bahaya juga ya mba

Reyne Raea · March 5, 2021 at 2:07 pm

Senang banget ya, sekarang makin banyak yang lebih aware dengan anemia.
Secara anemia itu bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil dan anak-anak.
Dengan lebih peduli akan tercukupinya kebutuhan zat besi membuat masa depan anak jadi lebih optimal 🙂

winda - dajourneys.com · March 5, 2021 at 4:44 pm

anemia tu nggak bisa di pandang enteng ya mba, saya pas gadis anemia, cuma lemes2 aja, tapi pas hamil berasa banget, sering nyaris pingsan hahaa

Mechta · March 6, 2021 at 12:29 am

Ternyata anemia memang benar-benar tak boleh disepelekan ya mba..anak, remaja hingga orang dewasa payut kita jaga agar tak rerkena anemia ini. Terima kasih sharingnya, mba..

Wiwin | Pratiwanggini.Net · March 6, 2021 at 12:41 am

Danone memang sangat aktif sekali dalam berkampanye tentang pera nutrisi. Banyak ilmu juga yang pernah saya dapatkan. Termasuk pemenuhan kebutuhan zat besi sejak 1000 hari kehidupan.
By the way, sukses untuk mba Arda, semoga menjadi pemenang

lianny hendrawati · March 6, 2021 at 3:21 am

Yup, kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia . Jadi inget dulu waktu hamil oleh dokter diberi suplemen zat besi karena bumil memang perlu. Orang tua harus aware juga ya kalau anaknya menunjukkkan gejala-gejala anemia, bar lebih cepat ditanganinya.

RAch Alida · March 6, 2021 at 4:35 am

KUlit kuning pucat nih emang jangan abai deh ya. Karena teryata jadi penanda bahwa kurang anemia 🙂

indah nuria · March 7, 2021 at 2:54 am

anemia memang bikin parno ya mba soalnya dampaknya memang banyak dan merusak. Dengan paham seperti ini kita jadi tau pencegahannya ya

Desri Desri · March 7, 2021 at 5:44 am

aku ngandelin banget ikan mba daripada ayam karena lebih aman untuk dikonsumsi untuk anak dan keluarga kecuali ayam kampung kali ya lebih aman.

lendyagasshi · March 7, 2021 at 5:52 am

Orangtua kudu pro aktif dalam memantau kesehatan anak setiap detik, setiap hari yaa, kak.
Edukasi yang baik sekali karena selama ini aku sering abai dengan asupan zat besi pada anak. Aku pikir makanan yang penting anaknya mau makan aja…padahal kebutuhan dalam tubuh anak cukup banyak.

Fenni Bungsu · March 7, 2021 at 8:01 am

Waktu SMP lagi upacara temen ngasih tahu daku, bahwa daku pucet. Saat itu nggak ngerti bahwa ternyata daku anemia. Engehnya pas cek HB pas udah gede. Makanya sekarang jaga diri banget

Irra Octaviany · March 7, 2021 at 6:33 pm

Baru tahu kalau ternyata anemia ini bisa menyebabkan kematian ya mbak, Duh, ngeri banget, makanya penting banget nih untuk kita memutus rantai anemia dengan memenuhi gizi keluarga.

Bundabiya.com · March 8, 2021 at 4:53 am

karena anakku sudah pernah anemia pas masih bayi, aku jadi sangat aware sama isu ini dan sebisa mungkin juga ikut mengedukasi orang lain bahwa anemia itu harus kita cegah

Rani · March 9, 2021 at 2:39 am

Dampak anemia itu bahaya banget ya.
Mari kita berantas anemia, dimulai dari keluarga sendiri dan lingkungan sekitar

Yulia · March 12, 2021 at 7:43 am

setelah baca artikel ini, jadi mulai aware lagi dgn anemia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!