Let's Read Asia

Membaca bukanlah pekerjaan yang menyenangkan bagi seseorang yang belum menemukan manfaatnya. Alhasil, kegiatan membaca tidak terlalu populer di masyarakat karena belum memelihara kebiasan baik ini. Seperti contoh, dari empat bersaudara hanya saya yang suka mengoleksi buku dan membacanya hingga tuntas.

Dari dulu tidak ada kebiasaan membaca di lingkungan keluarga sehingga ketiga saudara lainnya tidak terlalu menyukai sebuah buku atau bacaan sejenis. Bersyukur, semenjak duduk di bangku sekolah dasar saya memiliki sahabat yang suka mengoleksi komik dan berbagai cerita rakyat. Sehingga kebiasaan tersebut menjadi bagian dari keseharian saya hingga hari ini.

Setelah diperhatikan, ternyata sahabat tersebut memiliki seorang Ayah yang suka membaca. Hampir setiap pagi membaca koran dan malam hari membaca sebuah buku. Tak hanya itu, saat bermain ke rumahnya juga terdapat perpustakaan yang diisi dengan ratusan judul buku.

Lingkungan ini yang membawa saya menyukai buku dan berbagai sajian bacaan. Secara tidak langsung, peran orang tua merupakan gerbang awal atau utama dalam menumbuhkan minat baca anak. Ketika orang tua memberikan contoh atau mengedukasi anak-anak untuk mencintai literasi maka anak tersebut akan menyukai sebuah bacaan.

Namun, dewasa ini orang tua belum dapat sepenuhnya memberikan contoh agar anak-anak menyukai literasi. Banyak alasan seperti kesibukan orang tua bahkan minat baca orang tua juga rendah. Padahal, masa anak usia dini merupakan masa di mana paling mudah menanamkan minat baca. Ketika, orang tua sedini mungkin mendorong dan mendukung minat baca anak maka akan berdampak besar terhadap kehidupannya bahkan peradaban di masa depan.

Seperti dilansir dari World Most Literate Nations 2019, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara yang memiliki tingkat literasi tinggi. Bayangkan, Indonesia memiliki tingkat literasi yang sangat rendah, hanya menang satu tingkat dari Boswana (Afrika Selatan). Sebagai negara yang memiliki bonus demografi untuk beberapa tahun ke depan, seharusnya memiliki milenial yang suka membaca.

Let's Read

Banyak hal yang didapatkan dari kegiatan membaca seperti menambah wawasan dan pengetahuan, mendapatkan ilmu baru, meningkatkan kualitas memori, mengasah ketrampilan berpikir dan sebagainya. Ketika kita bisa meraih manfaat tersebut maka kegiatan membaca menjadi sebuah bagian hidup yang tidak terlepaskan. Namun, kembali kepada peranan orang tua sebagai gerbang utama dalam menumbuhkan minat baca anak terkhusus anak usia dini.

Let's Read Asia

Sebagai orang tua, saya menyadari bahwa kegiatan membaca sangat baik ditanamkan mulai dari anak usia dini. Apalagi saat ini, saya memiliki dua balita yang sedang memiliki tumbuh kembang sangat pesat. Setiap melihat saya membaca, rasa ingin tahu mereka sangat besar sehingga mau tidak mau, harus ekstra untuk memberikan pengarahan terkait dunia literasi.

Apalagi, mengenalkan bahan bacaan kepada anak usia dini memiliki beberapa manfaat seperti:

  1. Membangun bonding antara orang tua dan anak.
  2. Membangun kognitif atau cara berpikir anak.
  3. Melatih imajinasi anak sedini mungkin sehingga lebih kreatif.
  4. Mengenalkan alfabet atau kosakata dalam satu kalimat.
  5. Menambah rasa ingin tahu anak terhadap bahan bacaan.
  6. Mengenalkan buku sebagai ‘mainan’ yang menyenangkan.
  7. Melatih ketrampilan komunikasi anak.
  8. Menumbuhkan minat baca anak sedini mungkin.
Let's Read

Banyak sekali manfaat yang didapatkan saat mengenalkan bahan bacaan atau dunia literasi kepada anak di usia emas atau golden age. Apalagi di saat usia ini orang tua mampu mendorong kecerdasan yang dimiliki anak melalui buku dan bacaan lainnya.

Manfaat membaca tersebut menjadi pemicu saya untuk berusaha mendorong kebutuhan anak dalam mencintai dunia literasi. Apalagi mengingat minimnya budaya membaca di Indonesia menjadi kegelisahan saya sebagai orang tua. Sehingga berbagai upaya dilakukan agar rumah menjadi tempat pertama bagi anak-anak mengenal dunia literasi.

Let's Read Asia

Dari dulu, saya sangat menyukai kalimat bahwa membaca merupakan jendela dunia. Karena dengan membaca seseorang dapat mengetahui banyak hal yang belum diketahui sebelumnya. Membaca mampu mempengaruhi cara berpikir seseorang, pengetahuan serta keahlian yang dimiliki. Sehingga semakin banyak membaca maka semakin berisi cara berpikir seseorang.

Membangun budaya membaca di tengah keluarga tidaklah mudah. Hal pertama yang dilakukan oleh orang tua adalah mampu mengalahkan diri sendiri untuk membiasakan diri dengan kegiatan membaca.

Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara pernah menyatakan:

“Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut Wuri Handayani (Di depan, seorang Pendidik harus memberi teladan yang baik, di tengah murid, Pendidik harus menciptakan sebuah ide dan dari belakang Pendidik harus memberikan dorongan atau arahan.”

Sebagai ibu yang mendidik anak-anak usia dini, saya menganut apa yang disampaikan Bapak Pendidikan Indonesia tersebut. Di mana saya harus memberikan contoh yang baik dengan rajin membaca di depan anak, kemudian bersama anak membuat ide atau kreativitas terkait bahan bacaan dan terakhir adalah mendukung segala aktivitas anak sehingga memiliki minat baca yang baik.

Kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini harapannya memberikan manfaat yang baik untuk kehidupan anak di masa depan. Oleh karena itu, berikut 7 (tujuh) upaya yang saya lakukan untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah keluarga.

1. Membuat Perpustakaan Keluarga

Salah satu impian saya semenjak kecil adalah memiliki perpustakaan keluarga dengan ratusan bahkan ribuan judul buku. Semenjak berumah tangga, saya mewujudkan hal tersebut dengan membuat sebuah ruangan menjadi ruang perpustakaan.

Memang ruangan ini belum terlalu sempurna namun dalam masa pembenahan agar selalu dapat dimanfaatkan sebagai ruang membaca untuk keluarga tercinta. Saat anak-anak masuk ke dalam ruangan ini, maka hal utama yang dilihat adalah buku. Secara tidak langsung akan membentuk pola pikir anak bahwa ada waktu dan disediakan ruangan untuk membaca.

Mendirikan perpustakaan keluarga memberikan manfaat yang baik untuk anak usia dini. Tak hanya perpustakaan keluarga, saya juga membuat pojok baca di kamar si kecil. Sebuah rak buku yang berisi berbagai bacaan anak-anak. Setidaknya, sebelum si kecil tidur atau saat waktu-waktu tertentu dapat membaca koleksi buku.  

2. Mengenalkan Buku Bacaan Menarik

Kegiatan membeli buku anak dilakukan sebulan sekali, sehingga setiap judul buku yang sudah dibeli harus diselesaikan sebelum sampai ke bulan berikutnya. Sebagai orang tua, saya mencari buku bacaan yang sesuai dengan tingkatan umur si kecil.

Tak hanya itu, bacaan yang dipilih juga menarik dan penuh warna. Untuk bahasa umumnya bahasa Indonesia dan Inggris atau kadang bilingual.  Buku tersebut menarik perhatian si kecil untuk sekedar dibuka dan meminta untuk dibacakan.

Saya sadari bahwa minat membaca anak dimulai dari minat anak terhadap sebuah buku. Ketertarikan tersebut mampu merangsang anak dan termotivasi untuk membaca buku tersebut.

3. Membuat Jadwal Membaca

Semenjak si kecil dalam kandungan, saya sudah membuat jadwal membaca sendiri. Setelah anak pertama berusia 5 tahun dan si bungsu 1 tahun, saya membuat jadwal membaca khusus untuk mereka.

Jadwal membaca dilakukan setiap hari Senin – Jumat, pukul 10.00 WIB di pagi hari dan 19.00 WIB di malam hari sebelum tidur malam. Bahan bacaan mulai dari dongeng sampai kepada pengetahuan tentang dunia dan alam semesta. Di hari Sabtu – Minggu, saya mengajak anak-anak untuk membaca Kitab Suci.

Waktu yang dibuat juga maksimal setengah jam dengan maksimal 3 buku/sesi. Sehingga dalam satu hari bisa menghabiskan 6 judul buku. Namun, buku-buku tersebut dapat berulang kali dibaca sehingga untuk hari-hari berikutnya anak-anak sudah mampu menceritakan ulang isi dari bahan bacaan tersebut.   

4. Mengajak Anak Ke Toko Buku

Sebelum masa pandemi, saya dan keluarga memiliki jadwal untuk ke toko buku atau bursa buku. Hal ini bertujuan untuk mengajak anak menentukan jenis buku mana yang disukai.

Ketika sudah memilih buku, secara tidak langsung memberikan tanggung jawab terhadap anak untuk menyelesaikan bacaan yang sudah dibeli. Di samping itu, mengajak anak ke toko buku juga menumbuhkan interaksi serta cara berpikir anak terhadap anak lain di toko buku yang juga memilih buku.

5. Permainan Menarik Terkait Membaca

Salah satu upaya agar anak tidak mudah merasa jenuh atau bosan membaca buku adalah membuat permainan menarik. Seperti mencari huruf yang dicari dalam sebuah buku cerita.

Seperti contoh, orang tua menyiapkan huruf alfabet dalam bentuk kecil. Nah, dalam permainan anak diminta mencari huruf-huruf tersebut di dalam sebuah buku bacaan.

Permainan ini semakin menarik, saat ada hadiah menarik yang disediakan orang tua. Salah satu contoh hadiah yang saya selalu berikan kepada anak adalah buku cerita pilihan si kecil.

6. Memberikan Hadiah Buku

Sebagian orang tua akan memberikan hadiah mainan di saat ulang tahun. Semenjak si kakak sudah mengenal bahan bacaan, saya sudah memberikan hadiah buku di saat ulang tahun.

Tak hanya itu, untuk kegiatan-kegiatan kecil yang berhasil dilakukan serta dipatuhi maka saya juga memberikan hadiah buku. Alhasil, koleksi buku anak terus bertambah dan juga menjadi aset untuk bahan bacaan. Oleh karena itu, membiasakan diri memberikan hadiah buku adalah salah satu cara untuk anak usia dini menyukai buku dan tentunya kegiatan membaca.

Mencari Koleksi Bacaan Melalui Aplikasi

Semenjak covid-19 hadir di Indonesia, kegiatan untuk memburu buku di toko buku hampir tidak pernah lagi dilakukan. Apalagi bursa buku (book fair) ditiadakan. Kesempatan mencari buku baru menjadi kecil, jika membeli buku online belum tentu sesuai dengan ekspetasi.

Oleh karena itu, salah satu usaha yang dilakukan adalah mencari bahan bacaan si kecil melalui aplikasi membaca. Apalagi di era digital saat ini menjadi tantangan seorang ibu untuk mengenalkan literasi digital kepada anak usia dini.

Pasalnya, dewasa ini anak-anak mengenal gadget hanya untuk menonton youtube atau sekedar untuk sosial media. Padahal, sangat berbahaya jika tidak ada pengawasan dari orang tua dalam penggunaan gadget.

Beberapa waktu ini, saya mengajarkan si kakak untuk bijak menggunakan gadget dengan mengenalkan berbagai aplikasi yang memang pas untuk usia dini. Tetap memiliki waktu maksimal 20 menit dan bukan untuk menonton.   

Demikian 7 (tujuh) upaya yang dilakukan agar menumbuhkan minat baca anak usia dini. Upaya ini tetap dilakukan secara konsisten sampai minat baca anak menjadi sebuah kebiasaan dan akhirnya sebuah karakter atau hobi membaca pada anak.  

Let's Read Asia

Dalam menjawab tantangan membaca di era digital, maka saya mengunduh aplikasi Let’s Read. Mau tidak mau, saya juga harus mengenalkan literasi digital kepada anak, apalagi di tengah revolusi industri 4.0 di mana semua dikendalikan dengan digital.

Pengenalan dunia digital kepada anak tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan konsep orang tua yang umumnya hanya memberikan gadget agar anak tenang atau saat anak merasa bosan. Hal ini menjadi kebiasaan yang dilihat oleh anak lain sehingga menjadi kebiasaan di masyarakat.

Semula, anak saya mengenal gadget saat teman seusianya menonton youtube dan akhirnya si kakak pun melakukan hal tersebut. Penjelasan secara perlahan membuat anak menyadari fungsi gadget bukanlah untuk menonton dapat merusak mata. Oleh karena itu, aplikasi Let’s Read membantu saya untuk mengenalkan anak bahwa di dalam gadget terdapat harta karun yaitu banyak cerita menarik yang didapatkan selain di buku bacaan.

Saat pertama mengunduh aplikasi ini, si kakak tertawa karena icon nya berbentuk gajah yang sedang membaca. Gajah adalah hewan favorit anak saya karena bentuknya lucu dengan belalai yang panjang. Secara tidak langsung, anak mulai tertarik untuk menjelajahi berbagai cerita yang ada dalam aplikasi.

Let’s Read (Ayo Membaca) diprakarsai oleh program Books for Asia, The Asia Foundation. Perpustakaan digital ini diharapkan dapat menjadi sumber alternatif untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan para membaca cilik di Asia.

Aplikasi ini sangat membantu saya dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. Berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi ini, maka berikut 5 (lima) alasan mengapa aplikasi ini baik untuk bacaan anak:

1. Tampilan Sederhana

Untuk sebuah aplikasi membaca yang ditujukan untuk anak-anak, saya sangat menyukai tampilan sederhana yang dirancang oleh Let’s Read. Sehingga anak-anak tidak terlalu sulit dalam mengoperasikan aplikasi ini.

Latar hijau memberikan nuansa ceria serta memikat anak untuk masuk ke dalam dunia bacaan secara digital. Sisi atas terdapat search, jenis bahasa pilihan dan pengaturan/tentang aplikasi.

Aplikasi ini terdiri dari 3 (tiga) bagian atau kategori yaitu:

  • Buku Unggulan

Buku unggulan merupakan beberapa buku yang diunggulkan dari aplikasi ini.

  • Semua Buku

Semua jenis buku yang tersedia dalam aplikasi ini. Dalam sebuah buku bacaan terdapat judul, label (animalis funny, nature, dsb), tingkat kesulitan membaca, biodata buku seperti penerbit, pengarang, dsb.

  • Buku Unduhan

Buku unduhan adalah berbagai cerita yang sudah diunduh dan dapat dibaca. Umumnya, buku yang menjadi favorit anak langsung diunduh agar dapat dibuka saat hendak dibaca kembali.

2. Ratusan Koleksi Cerita Anak

Salah satu yang membuat aplikasi Let’s Read sebagai perpustakaan digital pribadi keluarga adalah karena koleksi judul buku yang ditawarkan lebih dari seratus.

Ratusan koleksi buku tersebut membuat si kecil bebas memilih bahan bacaan setiap hari. Apalagi label cerita menjadi acuan anak untuk memilih mana bacaan yang sedang digemari. Di samping itu, ceritanya juga memberikan manfaat dan makna bagi anak-anak, sehingga setelah membaca sebuah cerita, anak-anak dapat menarik kesimpulan dan nasehat apa yang didapat dari bahan bacaan tersebut.

3. Gambar Menarik Penuh Warna

Gambar atau ilustrasi penuh warna menjadi daya tarik anak dalam membuka halaman demi halaman. Apalagi gambar yang ditampilkan sangat mendukung cerita. Oleh karena itu, salah satu yang membuat anak betah untuk membaca cerita hingga habis adalah ilustrasi yang disajikan di Let’s Read.

4. Kalimat Mudah Dipahami

Kalimat yang disajikan di aplikasi ini sangat mudah dipahami. Untuk orang tua yang membacakan cerita kepada anak, anak-anak yang mulai belajar membaca hingga anak yang sudah mahir membaca.

Dalam satu layar atau halaman terdiri maksimal 2 (dua) kalimat, sehingga anak tidak mudah jenuh dengan rangkaian kata yang panjang. Oleh karena itu, aplikasi ini sangat mudah dipahami bagi orang tua serta anak.

5. Ragam Bahasa

Hal paling menarik adalah aplikasi ini menyediakan berbagai ragam bahasa. Mulai dari bahasa Inggris, Filipina, India bahkan bahasa daerah seperti Minangkabau, Bali, Sunda, dsb.

Selain menikmati cerita dalam bahasa Indonesia, anak-anak juga dapat membaca cerita dengan berbagai versi bahasa dunia dan daerah. Sehingga hal ini menjadi menarik untuk anak terkhusus pengenalan bahasa lain selain bahasa Indonesia.

Kelima hal di atas menjadi sebuah alasan buat saya dan si kecil memilih aplikasi Let’s Read untuk menemukan berbagai cerita menarik dalam sebuah media digital. Aplikasi ini menjadi dukungan buat si kecil dengan cara membaca yang menyenangkan secara digital.

Oleh karena itu, setiap hari di jadwal membaca si kecil lebih memilih menggunakan aplikasi Let’s Read dengan mencari judul baru yang belum pernah dibaca atau didengar. Bersyukurnya, kegiatan membaca dengan Let’s Read menjadi pemicu dalam menumbuhkan minat baca anak.

Berharap sebelum si kecil menghabiskan ratusan judul tersebut, akan ada terus update cerita terbaru sehingga mampu menemani si kecil dalam proses minat baca yang baik. Nah, untuk mommy silahkan mengunduh aplikasi Let’s Read ini. Cara mendaftarnya sangat mudah, yuks check info di bawah ini:

Let's Read

Menjadi orang tua tidaklah mudah, apalagi semenjak dianugerahkan anak yang hebat dari Sang Pencipta. Maka sudah selayaknya, kita memberikan banyak hal khususnya bekal di masa depannya.

Investasi yang saya tanamkan untuk anak-anak sedini mungkin adalah menumbuhkan minat baca yang baik. Hal ini bertujuan agar kelak menjadi seseorang yang penuh dengan ilmu serta memiliki cara berpikir yang benar dan berbeda dengan anak-anak seumurannya.

Salah satu cara menumbuhkan minat baca tersebut adalah dengan mengupayakan berbagai cara khususnya di era digital ini, saya memilih Let’s Read sebagai sahabat anak untuk mendorong minat baca melalui ratusan cerita dengan ilustrasi menarik dan penuh warna. Semoga apa yang sudah ditanamkan sedini mungkin bermanfaat untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Ayo Membaca!


137 Comments

Diah Kusumastuti · June 17, 2020 at 12:55 pm

Bener banget Mbak, orang tua tuh yang jadi panutan anak, kalau ortunya seneng baca biasanya ya menular ke anak. Saya juga sering terkantuk-kantuk nih saat bacain buku ke anak-anak. Hihihi.
Btw saya dan anak-anak juga suka baca-baca cerita di Let’s Read. Emang banyak pilihan dan bagus-bagus buku-bukunya 🙂

    ardasitepu · June 18, 2020 at 5:06 pm

    Ya mbak, orang tua sebagai gerbang awal untuk menentukan dan menumbuhkan minat baca seorang anak.

thya · June 18, 2020 at 2:46 am

Pengen nangis liat peringkat Indonesia.. Minat bacanya rendah bangeeett.. wkwk..
ini jadi PR berat kita ya mba sebagai orang tua. maka itu, kita wajib banget ajarkan membaca sejak dini, supaya anak jadi terbiasa dan makin cinta membaca..

beruntungnya juga ada aplikasi lets read, membaca jadi lebih menyenangkan yaa..

    ardasitepu · June 18, 2020 at 5:05 pm

    Iya mbak peringkat nya memang anjlok banget. Tapi memang orang Indonesia kelihatan malas baca, seperti contoh baca deskripsi yang sedikit aja lumayan susah jadi banyak nanya dibanding membaca.

gina · June 18, 2020 at 2:58 am

sejatinya anak-anak tertarik jika buku cerita yg dibaca penuh animasi apalagi ada banyak buku yg sudah smart, jadi nambah pake aplikasi trs grafis (gambar) dibuku bisa gerak-gerak.

    ardasitepu · June 18, 2020 at 5:05 pm

    Iya mbak Gina, saya lebih suka dengan aplikasi seperti Let;s Read jadi seolah-olah baca buku cetak tapi secara digital. Bisa diprint pula jadi memang lebih memudahkan anak.

      Gina · June 28, 2020 at 6:40 am

      Mau coba instal di hp anakku. Semoga dia suka akan aplikasinya ya mbak. Thanks buat infonya

Yuniari Nukti · June 18, 2020 at 4:13 am

Tantangan membiasakan anak membaca sekarang ini kian berata Mbak. Dunia sudah diliputi visual yang apa-apa serba video. Tinggal pintar-pintarnya orang tua menanamkan kebiasaan membaca. Eh, tapi aplikasi baca seperti ini juga menarik lho. Dibanding buku, anak-anak pasti senang memegang smartphone. Boleh kiga sih idenya Let’s Read ini!

    ardasitepu · June 18, 2020 at 5:04 pm

    Iya mbak tantangan sebagai orang tua adalah ketika dunia digital yang diperkenalkan pada anak salah sasaran. Bersyukurnya saya selalu fokus dan memang memberikan pengarahan untuk berbagai hal yang berkaitan dengan bahan bacaan. Bersyukur ada Let’s Read yang memang membantu si kecil untuk lebih mencintai bahan bacaan.

    Erny Kusuma · June 29, 2020 at 4:03 am

    Minat baca pada anak mmg kudu ditanamkan sejak dini ya mba. Paling tdk kita sbagai ortu mencontohkan dulu, shingga anak kita pun jd ingin membaca buku pula. Wah aplikasi ler’ s read boleh juga ya menyajikan bacaan keren buat kita.

Yeni Sovia · June 18, 2020 at 8:40 am

Aduh ternyata Indonesia peringkat ke 60 ya hiks. Meni sedih. Aku juga udah ngenalin baca dari sejak Erysha bayi Bun. Dan allhamdulillahnya usia 7 bulan dia udah tertarik dong ama buku kalau aku lagi masak di dapur di asyik lihat-lihat buku sendiri. Ya Allah salah satu bahagiannya emak-emak itu ya seneng lihat anaknya seneng baca. Walau untuk Erysha dulu dia mulai baca buku dari gambarnya dulu. Allhamdulillah sekarang selain buku kita bisa baca lewat aplikasi kayak Let’s read ini ya Bun. Jadi kita bisa menumbuhkan minat baca anak dimana saja

    ardasitepu · June 18, 2020 at 4:57 pm

    Iya bunda, aku juga sudah membuat diriku sendiri harus jadi contoh biar anak-anak suka membaca. Apalagi menciptakan lingkungan rumah yang penuh dengan buku bacaan dan setidaknya bisa membuat mereka tertarik dengan bahan bacaan setiap hari. Apalagi jadwal yang dibuat sudah memudahkan saya untuk menuntun anak-anak.

    Ubay · July 7, 2020 at 10:42 am

    Ternyata ada aplikasi menarik untuk meningkatkan minat baca. Memang perihal minat baca ini jadi probema tersendiri

Desri Desri · June 18, 2020 at 3:20 pm

aku baru coba juga mba karena baca riview dari teman2, jadi penasaran kan ternyata banyak cerita menarik apalagi colorful ya mba.

    ardasitepu · June 18, 2020 at 4:56 pm

    Iya mbak banyak cerita bagus pula di dalamnya jadi si kecil senang banget dengan aplikasi Let’s Read ini mbak.

Keke Naima · June 18, 2020 at 4:19 pm

Untuk menumbuhkan minat baca memang harus dimulai dengan cara menarik. Sebetulnya buku anak zaman sekarang banyak banget dan ilustrasinya menarik semua.

    ardasitepu · June 18, 2020 at 4:55 pm

    Iya mbak salah satunya adalah buku anak yang bagus dan menarik perhatian si kecil.

Eka Mustika · June 18, 2020 at 5:35 pm

Sama mba Arda. Saya juga memilih menggunakan aplikasi let’s read sebagai tambahan bahan bacaan bersama anak. Menarik sekali apalagi ada bahasa daerah nya

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:52 pm

    Iya mbak aplikasi ini jadi tambahan bahan bacaan buat si kecil apalagi gratis dan hemat kertas pula.

Rach Alida · June 19, 2020 at 1:23 am

Mbaa, si kecil luwes banget bergayanyaa. Hahhaa. Senangnya kalau anak juga lama kelamaan jadi senang buat membaca ya mba. Ada jadwal membaca tuh ortu harus konsisten ya

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:52 pm

    Ngikutin mamanya mbak, keseringan bantuin mamanya di depan kamera hihi

Tuty Queen · June 19, 2020 at 1:39 am

Keren nih aplikasinya..aku udah install juga. Suka banget dengan tampilan beberapa gambarnya. Thanks banget deh dengan era digital.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:53 pm

    Di era digital gini kita diberi kemudahan apalagi melalui aplikasi digital seperti Lets Read mbak.

Siti Hairul · June 19, 2020 at 2:44 am

Wah senangnya lihat keluarga yang concern dengan dunia literasi dan gemar membaca. Kebiasaan yang bagus yang dibangun sejak kecil biasanya bertahan lama ya mbak Arda

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:53 pm

    Kebiasaan membaca ini diwajibkan mbak buat anak-anak saya agar bertahan lama dan bekal di masa depannya kelak.

Okti Li · June 19, 2020 at 2:47 am

Saya juga masih instal aplikasi Let’s Read di hp. Jauh ke toko buku, ga ada dana but beli buku bacaan, solusinya ya baca di aplikasi

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:54 pm

    Iya mbak setuju dan hemat penggunaan kertas pula jadi memang sangat memudahkan.

    nyi Penengah Dewanti · July 7, 2020 at 10:43 am

    Asli ya Teh lebih hemat kalau make aplikasi bacaan online gini. Toko buku di tempatku juga jauh banget ke Semarang aksesnya 4 jam motoran. Lets read termasuk solusi hemat

Uniek Kaswarganti · June 19, 2020 at 5:14 am

Halaman antar mukanya mudah sekali untuk dipahami ya mba. Anak-anak jadi seneng deh kalau ada tampilan visualnya di Let’s Read. Kegemaran membaca jadi bisa dipupuk dengan bantuan aplikasi ini.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:54 pm

    Tampilannya sederhana banget mbak jadi bisa memudahkan anak-anak membuka aplikasi ini.

indah nuria · June 19, 2020 at 5:34 am

semoga anak – anak makin semangaaat ya mba membacanya. Buku itu benar – benar jendela dunia. Aku bisa seperti sekarang antara lain karena suka bangeeet membaca buku

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:55 pm

    Iya mbak Indah, membaca menjadi salah satu kegiatan favorit aku dan semoga bisa nular ke anak-anak.

lita chan lai · June 19, 2020 at 7:04 am

sepertinya aplikasi lets read ini bagus sekali buat anak2 ya. aku jadi makin kepo sama aplikasinya. emang minat membaca harus ditularkan sedini mungkin ya.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:55 pm

    Iya mbak, dicoba dan dikenalkan ke anak-anak atau keponakan.

lina muryani · June 19, 2020 at 7:18 am

wah sekarang ada versi digital ya, bisa hemat banyak ini untuk proses belajar di rumah

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:56 pm

    Versi digital dan bisa diprint juga mbak jadi memang sangat membantu menumbuhkan minat baca anak.

Hairun Nisa · June 19, 2020 at 8:31 am

Selama belum punya anak ini, aku melakukan beberapa tips di atas sama keponakan mbak. AKu kalau mau ngasih, pasti ngasihnya buku. Mungkin ga semua anak suka buku. Tapi kalau nggak dipancing terus, mana bisa dia suka ya kan mbak. hehe..

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:56 pm

    Iya mbak saya dari kecil sudah di stimulus untuk suka buku dan berbagai bahan bacaan cerita anak.

Lia Yuliani · June 19, 2020 at 10:58 am

Anak saya yang masih balita pun senang dibacakan cerita dari let’s read. Dia bakal minta diceritain kembali meski cerita itu udah saya bacain. Dengan mendongeng rasanya binding antara orang tua dan anak bisa lebih dekat. Sedih ya tahu minat baca di Indonesia cukup rendah, peringkatnya ada di nomor 60 juga.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:58 pm

    Terjalin bonding setiap kali membacakan cerita kepada anak-anak mbak dan rasanya senang banget. Iya nih Indonesia masih di peringkat 60 jadi miris mbak.

Dyah ummu AuRa · June 19, 2020 at 12:28 pm

Wah, mirip banget nih kak cara kita dalam menumbuhkan minat baca anak. Btw aku juga sekrang pake aplikasi let’s read, duo AuRa suka banget aplikasi ini.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 4:58 pm

    Iya mbak buat Aura ya jadi senang baca buku melalui aplikasi lets read ini.

Keke Naima · June 19, 2020 at 4:03 pm

Setuju, Mbak. Pertama kali anak mulai mengenal membaca memang seharusnya dari rumah. Dan akan menyenangkan kalau orang tua juga memfasilitasi

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:01 pm

    Orang tua sebagai kunci untuk menyediakan fasilitas yang terbaik untuk anak-anak agar semakin bertumbuh minat bacanya ya mbak.

Dian · June 19, 2020 at 10:36 pm

Benar kak, aplikasi ini membua anak anak makin suka baca. .
Saya juga nggak akan kehabisan bahan bacaan lagi

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:04 pm

    Iya aplikasi ini membantu anak untuk menyukai sebuah bahan bacaan.

NurulRahma · June 20, 2020 at 1:56 am

SERUUUU bgt nih aplikasi Let’s Read
Bikin anak2 jadi makin semangat baca
Memudahkan ortu juga ya kaannn

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:05 pm

    Seru untuk anak-anak dan aman untuk orang tua dan irit karena enggak harus beli buku lagi mbak.

Sumiyati Sapriasih · June 20, 2020 at 7:56 am

Sekarang jadi lebih mudah ya untuk anak dan orang Tia dalam mengajarkan anak belajar, karena sudah ada aplikasi Let’s Read. Terima kasih infonya

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:07 pm

    Iya mbak lebih mudah mengajarkan anak berkat Lets Read ini. Sekarang bahan bacaan si kecil jadi bertambah tanpa harus ke toko buku lagi mbak.

winda - dajourneys.com · June 20, 2020 at 4:15 pm

harga buku anak itu nggak murah ya mbak 🙂 makanya bahagia banget ada aplikasi lets read ini tu hehee

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:08 pm

    Iya setuju banget mbak harga buku kadang buat kantong robek dan bersyukur banget ada aplikasi yang memudahkan orang tua untuk menumbuhkan minat baca anak seperti lets read ini.

Husnul Khotimah · June 20, 2020 at 6:24 pm

Seperti biasanya.. Lengkap sekali Mbak Arda…sepertinya saya harus memberikan teladan untuk anak anak, ngasih contoh untuk membaca buku.

Sukses ya lombanya.. Semoga menanggg..

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:08 pm

    Amin, terima kasih mbak Husnul semoga kita selalu diberi kesempatan untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak ya mbak.

Yuniari Nukti · June 21, 2020 at 2:36 am

Cita-cita saya sejak dulu ingin memiliki perpustakaan pribadi Mbak. Buku ada banyak, raknya yang belum punya haha.. Ya udahlah sekarang ditumpuk dulu, dan nahan diri gak beli buku. Biar gak penuh, baca bukunya versi digital aja. Hemat tempat, hehe

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:09 pm

    Iya mbak semenjak menikah saya langsung memutuskan untuk membuat perpustakaan di rumah agar ada ruang baca untuk si kecil.

Ida Tahmidah · June 21, 2020 at 2:46 am

Wah asyik banget ya sekarang ada let’s read ini jadi makin menyenangkan nih kegiatan membaca sesuai dengan zamannya..

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:10 pm

    Iya mbak Ida apalagi untuk anak zaman now bisa memanfaatkan gadget dengan berbagai aplikasi yang bermanfaat seperti Lets Read ini.

Desri Desri · June 21, 2020 at 3:09 am

koleksi bukunya banyak banget mba di rumah. aku inget banget waktu kecil suka banget baca tapi karena di daerah, susah banget dapat buku bagus. sekarang semuanya sudah serba mudah ya mba.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:10 pm

    Makasih mbak, aku suka banget dengan buku dan segala isinya jadi setiap minggu pasti beli buku hehe.

Shyntako · June 21, 2020 at 3:46 am

Miris liat datanya, tapi jaman sekarang memang eranya generasi digital mba, jadi kita harus fasilitasi dan adaptasi agar minat baca anak tetap oke. Bagus juga ya si Let’s read ini jadi tetap menstimulasi minat baca anak lewat media digital

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:11 pm

    Kalau lihat datanya sih memang agak miris mbak, semoga generasi ke depan anak-anak bisa semakin maju dan mencintai dunia baca.

lendyagasshi · June 21, 2020 at 4:47 am

Gemeessh….
Kaka pinter banget siih…baca buku sendiri.
Kalau anak-anak dibiasakan membaca sejak kecil, jadi anak yang kritis dan penuh pertanyaan.
Cerdas.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:11 pm

    Sedari dini sudah banyak pertanyaan mbak malah kadang saya yang keteteran menjawab semua pertanyaan si kakak hehe.

      lendyagasshi · July 7, 2020 at 11:25 am

      Jadi judulnya, belajar bersama yaa, kak Arda.
      Selain anaknya juga membaca, Mamanya siapin jawaban buat pertanyaan yang mungkin ditanyakan.
      Even hal-hal simple.

Ida Raihan · June 21, 2020 at 5:25 am

Aku juga masih berjuang nih buat membiasakan anak agar demen baca buku. Saat ini usianya tiga tahun, kalo punya buku pas baru dateng aja seneng, selanjutnya bakal disobekiin ampek abis.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:12 pm

    Sedari dini lebih mudah menanamkan hal-hal yang baik untuk anak mbak dan semoga anak-anak kita bertumbuh dengan dunia bacaan ya mbak.

Rani Yulianty · June 21, 2020 at 6:26 am

Banyak manfaat membaca ya bagi anak-anak, pengennya sih anak-anak gemar membaca, telat ga ya kalau menstimulasi anak suoaya gemar membaca sekarang setelah anak mulai besar

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:12 pm

    Enggak terlambat mbak, karena saya juga dulu SD baru muncul niat membaca dengan serius.

Helena · June 21, 2020 at 7:15 am

Setuju, mbak. Kalau ga dibiasakan membaca dari kecil anak bakal menganggap buku itu sama seperti pelajaran sekolah. Anak malah anti tiap ketemu buku.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:13 pm

    Iya mbak membaca itu menyenangkan dan juga menanamkan anak sedini mungkin untuk mencintai berbagai ilmu pengetahuan.

Prita HW · June 21, 2020 at 9:28 am

seru bangett nih ada let’s read, bisa seru2an bareng si kecil yaa. Ilustrasinya segerrrr banget. Minat baca ditumbuhkan sejak dini, is a must!

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:16 pm

    Seru mbak dan ilustrasinya benar-benar eye catching dan membuat minat anak semakin tertarik untuk membaca.

Indah Nuria · June 21, 2020 at 11:06 am

We have our own library and big collections of book at home and we love it. Sometimes, it all started from the kids assignment from school, then we buy the complete Series of the books and everybody reads that

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:17 pm

    Iya mbak senang banget ya kalau punya banyak koleksi buku di rumah. Setiap hari rasanya ingin membaca saja.

Intan Daswan · June 21, 2020 at 2:02 pm

Aku juga sudah menanamkan minat baca sejak dini kepada dua anakku. Apalagi sekarang ada aplikasi Let’s Read, jadi momen membaca jadi lebih menyenangkan dan seru.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:19 pm

    Menanamkan minat baca anak semenjak dini memberikan efek positif dan juga baik untuk tumbuh kembangnya mbak.

Ria Nugros · June 21, 2020 at 2:52 pm

membaca itu memang bagus sekali yaa, dengan membaca kita bakal tau banyak hal 😀 menumbuhkan minat membaca memanh harus sedini mungkin 😀

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:54 pm

    Setuju mbak Ria, menanamkan minat baca sedini mungkin membuat anak jadi suka membaca di masa depan.

Helena Magdalena · June 21, 2020 at 3:46 pm

Waaa buku Kinata banyak banget mak! Calon mahasiswa UI nih , anaknya rajin baca. tau persis akutu karna dirimu doyan banget baca sampe numplek buku di kosan. sekarang nurun ke anak. btw, aku juga donlot ini, Neni..udah pake lama dan enak bisa diprint wkwkwk

    ardasitepu · June 22, 2020 at 8:55 am

    Hahaha iya le, gue jadi ingat waktu tidur sama buku di kosan karena kepenuhan buku dan enggak tahu lagi deh dibuat di mana. Btw aplikasi ini jadi amunisi gw karena bahan bacaan anak mulai menipis hehe

Rizka Edmanda · June 21, 2020 at 11:29 pm

Aku juga sudah download aplikasi Let’s Read, seneng banget karena aplikasinya bikin aku yang tinggal di kalimantan bisa mudah akses buku cerita anak berkualitas

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:55 pm

    Aplikasi ini sangat menyenangkan mbak. Apalagi kadang akses toko buku yang bagus juga susah jadi berkat Lets Read semuanya jadi mudah ya mbak.

    Sugi Siswiyanti · July 7, 2020 at 11:35 am

    Saya sepakat dengan permainan yang berkaitan dengan membaca. Anak – anak jadi lebih mudah tertarik untuk membaca karena kesannya seru dan menyenangkan.

Rani Yulianty · June 22, 2020 at 12:26 am

Lets read bisa jadi solusi ya bagi anak-anak generasi alfa yang udah kenal gadget agar mereka mulai suka membaca, kadang mereka bosan juga dibacakan buku yang itu-itu aja

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:55 pm

    Iya mbak apalagi generasi alfa sudah kenal gadget dan berharap mereka menggunakan gadget dengan baik salah satunya dengan aplikasi lets read ini mbak.

Bundabiya.com · June 23, 2020 at 6:41 pm

bukunya buanyak banget mbaak, pasti anaknya betah ya di rumah. apalagi pas pandemi kayak gini, asupan buku dan bacaan sangaat penting!

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:56 pm

    Buku si kecil memang jadi prioritas saya maka senang banget beliin buku buat si kecil mbak.

Nessa · June 24, 2020 at 12:43 am

Anak-anak juga akan terbiasa membaca karena orang tua yang mereka lihat juga membaca, ini jadi salah satu jurus juga buat aku dirumah dg nyontohin ke mereka.

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:56 pm

    Ketika kita bisa memberikan contoh yang baik maka anak juga bisa menirunya dengan baik mbak.

antung apriana · June 24, 2020 at 1:30 am

kalau saya mungkin termasuk telat nih membiasakan baca buku ke anak, mbak makanya anak pertama saya agak susah kalau diajak baca buku bersama. jadinya buat menyiasatinya saya ajak baca buku pakai aplikasi ini deh sambil sesekali baca buku beneran juga

    ardasitepu · June 24, 2020 at 5:57 pm

    Wah senang banget mbak bisa menggunakan aplikasi ini apalagi untuk anak yang malas baca.

thya · June 26, 2020 at 7:11 am

Asik ya mba sekarang ada aplikasi lets read..
mudah2an bisa menumbuhkan minat baca pada anak yaa..
Amiinn 😉

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:48 pm

    Amin mbak tetap semangat untuk meningkatkan minat bacaan anak ya,

Juliapasca · June 26, 2020 at 9:02 am

Aku juga sudah download lo mom, ini memang aplikasi keren dan wajib untuk dipunyai. Saya aja suka dengan ceritanya dengan ilustrasi yang ciamik apalagi anak² saya. Pokoknya suka..suka dengan Let’s read

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:46 pm

    Keren ya mom, toss dulu. Aplikasi lets read ini sangat membantu kita.

Irra · June 26, 2020 at 6:44 pm

Aplikasi lets read ini memudahkan juga nih kalau lagi berpergian, biar anak anteng bisa dibacain cerita tanpa perlu bawa buku fisik.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:45 pm

    Iya bener banget mbak namun tetap dalam pengawasan saat anak-anak menggunakan smartphone.

Fenni Bungsu · June 27, 2020 at 12:02 pm

Minat baca bisa diterapkan memang semenjak dini ya kak. Sebab dengan dibiasakan, akan tersimpan olehnya yang memungkinkan saat dewasa nanti jadi suka dengan membaca

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:43 pm

    Iya mbak dewasa nanti hal ini tentunya sangat bermanfaat buat anak-anak.

Melissa Olivia · June 27, 2020 at 7:23 pm

Aku kebetulan suka baca dari kecil dan sepertinya nurun ke anak pertamaku. Saat ini msh belajar abc dan berhitung angka 1-20. Lancar2 aja. Next step kayaknya aku mau coba let’s read nih buat jd alat bantu belajar anakku.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:42 pm

    Yuks mbak dicoba aplikasi bagus ini dan rasakan manfaatnya untuk si kecil mbak.

Milda Ini · June 28, 2020 at 1:10 am

Banyak juga koleksi bukunya, btw emang kalo seajk kecil disarankan dan dikenalkan baca buku itu penting, gak harus bisa segera baca sih. Buku akan mengajarkan mereka banyak hal

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:42 pm

    Makasih mbak, banyak buku yang menjadi favorit sehingga sampai saat ini suka baca buku mbak.

Tukang jalan jajan · June 28, 2020 at 12:04 pm

Budaya literasi membaca emang kudu dimulai sejak dini. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang terbuka. Dengan adanya aplikasi ini pasti jadi lebih nudah

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:41 pm

    Aplikasi ini sangat mudah dan menyenangkan untuk anak-anak kak.

Tukang jalan jajan · June 28, 2020 at 12:05 pm

Budaya literasi membaca emang kudu dimulai sejak dini. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang terbuka. Dengan adanya aplikasi ini pasti jadi lebih nudah. Semoga minat bacanya semakin tinggi lagi

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:41 pm

    Iya budaya literasi harus diterapkan agar minat membaca meningkat di tengah keluarga.

Dede Abdurahman · June 28, 2020 at 6:14 pm

Klo untuk saya sendiri mungkin dengan adanya buku buku baik bacaan ataupun novel dirumah bisa jadi pembangkit minat baca keluarga. Tapi klo untuk anak anak yang segmen nya berbeda, aplikasi Let’s Read ini lebih cocok dan ramah menurut saya.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:40 pm

    Setuju kak kalau Lets Read ini merupakan segmen untuk anak-anak sehingga aplikasi ini sangat membantu orang tua.

Irena Faisal · June 28, 2020 at 10:52 pm

Kalau aku biasanya sih tiap mau tidur ngedongeng ala2 hahaha tapi setuju kalau dibawa ke toko buku, anakku betah banget

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:38 pm

    Iya toko buku selalu menyenangkan untuk anak-anak mbak.

Akarui Cha · June 29, 2020 at 12:39 am

Adanya aplikasi Lets Read ini jadi teman untuk punya buku bacaan baru di saat sedang nggak tenang untuk baqa anak anak ke toko buku memang ya mba.

Waaahhh inpian saya pun punya perpustakaan pribadi nih di rumah. Baru 1 lemari yang terisi.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:37 pm

    Iya mbak semoga bisa terwujud perpustakaan yang diinginkan dan didambakan ya.

Asih Mufisya · June 29, 2020 at 12:40 am

Senang banget ya ada Lets read. Aplikasi yang bermanfaat buat anak, jadi ada variasi yang menarik selain buku yang biasa mereka buka. Keren.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:36 pm

    Senang banget bisa punya aplikasi ini karena membantu orang tua untuk mengenalkan serta menumbuhkan minat baca pada anak.

Marfa · June 29, 2020 at 12:46 am

Lets read lengkap bgt ini isinya ya kaaak 😀 kl dulu sebelum ada gadget sih mudah ajak anak buat kenalan sama buku, kl sekarang suka kasihan kl dikit2 mainnya gadget, nah lets read ini bs jadi alternatif buat kenalan sm buku 😀

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:35 pm

    Setuju mbak kalau aplikasi lets read ini sangat lengkap dan juga bisa di print pula.

Rika Amelina · June 29, 2020 at 1:26 am

Keren banget sih mbak. Saya masih belum terlalu mengenalkan buku ke anak saya yang berusia 2,5 tahun. Pas baca tulisan ini, jadi pengen juga menumbuhkan minat baca anak krn manfaatnya emang sekaya itu ya.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:34 pm

    Saya sudah mengenalkan buku semenjak dini mbak akhirnya mereka menyukai buku mbak.

Wenda · June 29, 2020 at 1:45 am

Baca tulisan kakak aku jadi sadar kurang banget nih kebiasaan baca buku di keluarga aku, makasih tipsnya kak jadi tahu harus bagaimana menumbuhkan minat baca anak dan kitanya sebagai orang tua musti memulainya

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:34 pm

    Iya mbak Wenda, saya selalu berusaha untuk selalu meningkatkan minat baca di tengah-tengah keluarga.

yuliana · June 29, 2020 at 1:54 am

Wah baru tahu aku ada aplikasi menarik seperti ini! Namun ada baiknya ketika si kecil menggunakan hp , nnotifikasi media sosial juga dimatikan ya bun. Biar tidak terdistraksi merekanya.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:33 pm

    Setuju mbak dan tetap di awasi saat si kecil menggunakan handphone. Kalau saya masih membacakan untuk si kecil mbak.

Erny Kusuma · June 29, 2020 at 4:03 am

Minat baca pada anak mmg kudu ditanamkan sejak dini ya mba. Paling tdk kita sbagai ortu mencontohkan dulu, shingga anak kita pun jd ingin membaca buku pula. Wah aplikasi ler’ s read boleh juga ya menyajikan bacaan keren buat kita.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:33 pm

    Menanamkan minat baca sejak dini memiliki efek yang baik untuk masa depan si kecil.

Siska Dwyta · June 29, 2020 at 6:33 am

Ada banyak cara menarik ya Mbak untuk menumbuhkan minat baca anak terutama dengan memanfaatkan aplikasi seperti let’s read ini. Jadi tinggal tugas kita saja untuk semangat menulkan cinta baca pada anak sejak dini

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:32 pm

    Iya mbak cara menarik dan menyenangkan untuk meningkatkan minat baca anak melalui lets read ini.

KIM · June 30, 2020 at 12:16 pm

Wah keren, tapi aku tunggu anak beranjak besar dlu. Sbb masih umur 6 bulan.

    ardasitepu · June 30, 2020 at 1:31 pm

    Iya mbak jadi investasi di masa depan. Semoga si kecil sehat selalu ya mbak.

      Maria G Soemitro · July 4, 2020 at 10:18 am

      Aku banget nih
      Senang baca karena lihat ayahku
      Sayang ngga nurun ke anak walau rajin beli buku dan bacain mereka

Ima · July 1, 2020 at 6:31 am

Tips ngajak nulerin senang bacanya bagus banget, Mba. Saya coba bikin jadwal baca bareng ,itu masih suka engga konsisten, tapi abis baca tulisan ini jadi semangat lagi. Btw, rekomedasi aplikasi Lets Read juga bagus, anak-anak pasti suka.

Krisna Hayuning F · July 3, 2020 at 1:10 am

Wah Terima Kasih ilmunya dan Tipsnya,
Meski saya belum punya anak tapi saya coba ingat itu,
Siapa tau sangat berguna kedepannya

Mini GK · July 7, 2020 at 8:41 am

Sampai hari ini masih jadi PR besar gimana bisa memeratakan minat baca anak-anak. Bukan mereka gak mau, cuma kalau di sekitar tempatku tinggal ini lebih kepada kurangnya teladan

Dian · July 7, 2020 at 9:49 am

Klo pake lets read ini emang sesuai dgn anak jaman now ya mbak..

Yg selalu melek teknologi

Okti Li · July 7, 2020 at 1:50 pm

Salah satu aplikasi yg tidak saya hapus meski memori sudah banyak gak muat adalah let’s read ini. Banyaknya bacaan dan versi bahasa bikin saya selalu ingin belajar juga

Dede Abdurahman · July 7, 2020 at 6:06 pm

Peran orang tua dalam mengarahkan minat baca anak sangatlah penting. Karena pola mengedukasi dengan memberikan contoh langsung menjadi pola yang akan cepat ditiru oleh sang anak

Leave a Reply to Fenni Bungsu Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!