KALAU BUKAN KAMU, SIAPA LAGI???

“Kalau bukan kamu yang melanjutkan membuat tudung, jadi siapa lagi yang mau disuruh di keluarga ini?”

Semua Karena Ibu

Seorang ibu dengan berpakaian kebaya merah tergesa-gesa menghampiri saya untuk dibuatkan tudung – tutup kepala pada wanita suku Batak Karo yang umumnya digunakan untuk acara adat dan perayaan lainnya.

Berbekal kemampuan yang diwarisi oleh orang tua, maka saya membuat tudung sekitar 10 menit. Usai itu, sang ibu berkata, “udah jarang memang anak muda yang bisa buat tudung, makanya aku datang kemari.”

Sambil memberikan uang Rp10.000,- sebanyak 3 lembar, sang ibu mengucapkan terima kasih dan langsung pergi menghadiri acara adat suku Batak Karo.

Pengerjaan Tudung

Foto Pribadi : Saat Membuat Tudung Adat Karo

Teringat dulu masih duduk di bangku kuliah, ketika pulang kampung ibu selalu berpesan, “dimana pun nanti kamu berada, adat budaya Karo harus dijaga dan kalau bisa dilestarikan.”

Ibu adalah wanita yang cukup concern dengan Budaya Karo. Mulai mengembangkan dan melatih anak-anak muda tarian Karo. Tak jarang, anak-anak Sekolah Dasar selalu diajari menari dengan baik dan benar. Sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Karo sedini mungkin.

Di samping itu, dia juga sering membuat tutorial bagaimana cara membuat tudung. Sedari kecil, saya selalu mengikutinya sehingga masih segar diingatan bagaimana tangan ibu dengan terampil membuat tudung.

“Nak, bulangmu (kakek) sangat paham tentang budaya. Jadi sangat disayangkan kalau kita tidak melanjutkannya.”

“Kemampuan mamak terbatas, apalagi usia semakin tua. “Kalau bukan kamu yang melanjutkan membuat tudung, jadi siapa lagi yang mau disuruh di keluarga ini?”

Saat itu, usia saya masih belasan tahun. Apa yang disampaikan ibu juga belum mengerti sepenuhnya.

Setiap liburan kuliah dan pulang kampung ke Binjai, ibu selalu mengajak ke pesta atau acara adat suku Batak Karo. Di sana dia memperkenalkan berbagai orang dengan sebutan masing-masing (ertutur – bahasa Karo).

Sebagai anak kuliah yang tinggal di Jakarta, tentunya tradisi ini sangat membosankan. Apalagi, di Jakarta kegiatan seperti ini bagi anak muda tidak terlalu menarik.

Pernah suatu kali, ibu mengajak ke Berastagi (Tanah Karo) menghadiri sebuah pesta dan ibu berperan untuk membuat tudung 20 wanita. Di perjalanan saya selalu bersungut-sungut karena liburan di kampung hanya untuk menghadiri acara atau pesta adat Karo saja.

Tiba di jambur (balai pertemuan), saya terus bersungut-sungut sambil membiarkan ibu repot sendiri dan lelah untuk memasang tudung di pesta tersebut.

Ketika kembali ke rumah, ibu merasa sedih dan berdiam diri. Dari semua saudaranya, memang dia yang selalu menggebu-gebu kalau berbicara soal adat budaya Karo. Semenjak saat itu, saya merasa bahwa warisan budaya ini harus dilanjutkan.

3 Warisan Budaya Karo

Sebagai anak perempuan sendiri di dalam keluarga suku Batak Karo maka memiliki peranan penting untuk melanjutkan warisan budaya yang ada di tengah-tengah keluarga.

Pada dasarnya, banyak warisan budaya yang harus dilestarikan namun di tengah keluarga 3 jenis yang diturunkan dari ibu adalah ertutur (tingkat hubungan kekerabatan), membuat tudung dan tarian Karo.

1. Ertutur

Foto Pribadi: Masa Kuliah saat Perkenalan MC (Ertutur) Acara Budaya Karo

Ertutur merupakan cara untuk mengetahui tingkat kekerabatan seseorang dengan yang lain. Umumnya, orang tua dalam suku Batak Karo akan mengajarkan anak-anaknya untuk mengenal diri sendiri dan silsilah keturunan.

Kebiasaan orang Karo apabila bertemu dengan seseorang selalu ertutur terlebih dahulu guna mengetahui sebutan untuk orang yang dikenal tersebut.

Dalam suku Batak Karo maka anak-anaknya akan mewarisi nama keluarga (merga/beru). Merga itu ditujukan untuk laki-laki dan beru untuk perempuan.

Berawal dari mengenal diri sendiri maka ketika ertutur kita akan mengetahui sebutan untuk orang Karo lainnya yang baru dikenal tersebut. 

 

2. Tudung Karo

Tudung Karo

Foto Pribadi: (Arda Sitepu Posisi Paling Kanan) Acara Awal Tahun dengan Nuansa Adat Karo

Tudung dapat disamakan dengan topi atau penutup kepala yang khusus digunakan untuk perempuan. Tudung dibuat dari kain Karo yaitu Uis. Setiap tudung memiliki makna tersendiri, khususnya jenis kain yang digunakan dalam membuat tudung.

Misalnya untuk mempelai wanita dalam acara pernikahan adat Karo, maka jenis kain yang digunakan saat ini adalah Uis Kelam-Kelam (Warna Hitam) dan Beka Buluh (Dominan Merah).

Di luar keluarga inti, umumnya memakai Uis Jongkit Diberu dan umumnya berwarna coklat kopi dan memiliki motif berwarna emas.

3. Tarian Karo

Tarian Karo

Foto Pribadi: (Arda Sitepu, 3 dari Kiri) Tarian Karo Mbuah Page

Salah satu adat istiadat yang umum dimiliki di suku lain adalah tarian daerah. Dalam suku Batak Karo, terdapat beberapa jenis tarian yang memiliki pola dan aturan yang jelas.

Tarian-tarian ini umumnya ditampilkan pada saat acara adat atau kegiatan budaya lainnya. Tarian Karo yang umum seperti Tari Lima Serangkai, Tari Piso Surit dan Tari Guro-Guro Aron.

Ketika jenis warisan budaya tersebut, saya pelajari mulai dari kecil hingga hari ini. Terkhusus untuk pembuatan tudung yang kadang menjadi sebuah sumber penghasilan.  

Tak dapat dipungkiri, memahami bagaimana cara membuat tudung serta mengaplikasikannya dalam setiap kegiatan maka akan mendatangkan penghasilan.

Seperti contoh, di suatu daerah tidak terdapat orang yang dapat membuat tudung Karo. Maka seseorang yang pintar membuat tudung akan menjadi penolong perempuan untuk dapat memakai tudung dalam acara adat.

Di samping itu, sebagian besar orang akan memberikan nilai rupiah atas jasa yang telah diberikan. Beberapa kali saat saya membuat tudung untuk perempuan Karo yang sedang mengadakan pesta, maka tanpa diduga penghasilan yang diterima cukup besar.

Gen Z Tidak Bisa Tanpa Internet

Suku Batak Karo hampir tersebar di seluruh Indonesia. Di daerah tertentu, kumpulan orang Karo ada yang tidak bisa membuat tudung. Susahnya, kalau ada acara adat seperti perkawinan atau kematian maka harus jauh-jauh mengundang seseorang yang bisa membuat tudung.

Umumnya, cost yang dikeluarkan untuk membuat tudung sangat mahal. Belum tiket pesawat, jasa, penginapan dan sebagainya. Salah satu solusi terbaik untuk hal ini adalah mengajarkan generasi muda untuk membuat tudung.

Kenapa harus Generasi Z? Generasi Z adalah orang yang produktif dan juga kreatif. Mudah untuk mempelajari sesuatu.

Di samping itu, generasi Z merupakan orang muda yang umumnya melek teknologi. Jadi enggak susah untuk membagikan ilmu. Berbeda dengan wanita yang sudah berkeluarga biasanya repot dengan urusan rumah tangga.

Generasi Z dapat dikatakan generasi yang tidak bisa hidup tanpa internet. Selain dapat eksis di sosial media, berbagai informasi dan pengetahuan pun didapatkan dari internet.

Saya yakin mewariskan budaya Karo terkhusus membuat tudung akan lebih mudah melalui Generasi Z. Generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah, kuliah atau masih produktif bekerja.

Generasi Z Budaya Karo

Foto Pribadi: (Arda Sitepu, posisi tengah) Melatih Gen Z Tarian Karo dan Membuat Tudung

Oleh karena itu, saya mulai beraksi dengan mengajak beberapa anak-anak muda di sekitar rumah yang mau belajar membuat tudung. Awalnya, ada penolakan namun lama kelamaan mereka tertarik bahkan sudah mulai bisa membuat tudung.

Berkat beberapa orang anak muda yang tekun membuat tudung, alhasil menarik perhatian anak muda lainnya untuk belajar membuat tudung.

Setiap hari Sabtu, rumah selalu ramai dengan anak muda untuk belajar tudung. Sebagian orang mengambil video dan mengunggah di media sosial untuk menarik minat anak muda lainnya.

Foto Pribadi: Kegiatan Membuat Tudung Bersama Gen Z

Anak muda lebih handal untuk merekam video bahkan membuat konten sehingga kegiatan membuat tudung menjadi menarik di sosial media.

Karena kekuatan media sosial, ternyata banyak anak-anak muda di daerah lain yang meminta siaran langsung atau video diunduh ke youtube. Oleh karena itu, setiap ada kegiatan memuat tudung maka anak-anak muda akan menjadikan konten.

Manfaat Internetnya Indonesia

Beberapa anak muda yang sedang belajar membuat tudung di rumah memanfaatkan WiFi dari IndiHome. Hal ini dikarenakan sebagian dari mereka tidak memiliki kuota yang cukup untuk membuat konten budaya di media sosial.

Belangganan IndiHome dari Telkom Indonesia merupakan sebuah kebutuhan. Semenjak 2020, saya sudah memberanikan diri untuk mendaftarkan diri untuk berlangganan IndiHome.

Pada saat itu, saya masih mendapatkan paket promo yaitu kecepatan 10 Mbps dengan harga Rp236.500,- Saya termasuk pelanggan yang beruntung karena pada saat itu, banyak rumah tangga harus mengantri untuk mendapatkan pemasangan IndiHome.

Tak hanya anak muda yang datang ke rumah, saya pun belajar untuk merekam semua kegiatan saat membuat tudung dan mengunggahnya ke Youtube. Hal ini bertujuan agar anak muda di luar Kota Siantar dapat menonton proses pembuatan Youtube dan mengaplikasikannya.

Pakai IndiHome

Foto Pribadi: Kegiatan Mengedit Video Tarian Karo dan Tutorial Membuat Tudung

Manfaat Internet sangat berpengaruh dalam proses melanjutkan warisan budaya Karo ke daerah-daerah lain. Berikut 4 (empat) manfaat internet IndiHome dalam mengembangkan pembuatan tudung:

1. Mencari Referensi

Dewasa ini, perkembangan dunia digital sangat maksimal. Alhasil, banyak hal yang dapat ditemukan di internet.

Kehadiran internet juga memberikan manfaat untuk mencari berbagai referensi tentang budaya. Sumber-sumber tulisan yang mengungkap filosifi kehadiran tudung di budaya Karo.

Tak hanya itu, beberapa artikel juga membahas penggunaan jenis kain (Uis) yang digunakan dalam membuat tudung. Seiring perkembangan jaman, maka di berbagai kota juga sudah mulai memodifikasi tudung menjadi lebih modern namun tidak mengurangi esensi dan kegunaan tudung itu sendiri.

2. Mengenalkan Tudung

Sebagai orang yang mendapatkan pemahaman tudung dari garis keturunan, maka banyak anak-anak muda yang tidak mengerti fungsi, manfaat dan cara pembuatan tudung. Kehadiran internet, mampu mengenalkan tudung secara lokal, nasional bahkan internasional.

Sebagian orang yang belum mengenal dan belum tahu cara membuat tudung, maka akan menjadi kesulitan tersendiri. Namun, jika sudah didalami dan dipraktikkan maka proses pembuatannya akan lebih mudah.  

3. Mengunggah Proses Pembuatan Tudung

Beberapa anak muda di berbagai daerah selalu meminta video tutorial pembuatan tudung. Biasanya video akan disimpan di google drive dan di share ke teman-teman yang berada di luar daerah.

Tak hanya itu, untuk beberapa proses pembuatan tudung akan diunggah di Youtube sehingga memudahkan siapapun yang akan belajar untuk membuat tudung.

4. Diskusi Budaya Secara Online

Tak jarang beberapa komunitas pemuda Karo di daerah lain meminta untuk berdiskusi secara online. Apakah tentang budaya Karo, proses pembuatan tudung, sampai kepada diskusi tentang acara-acara budaya Karo yang cocok untuk pemuda.   

Manfaat Budaya Karo

Kehadiran internet IndiHome sangat membantu dalam menenun warisan budaya Karo untuk generasi Z yang ada di seluruh Indonesia. Saya berharap Internetnya Indonesia mampu menemani saya dan teman-teman untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Karo hingga ke pelosok negeri.

Lebih Dekat dengan IndiHome

IndiHome adalah layanan digital yang menyediakan jasa penyediaan Internet, Telpon Rumah dan TV Interaktif (IndiHome TV). Bersyukurnya, saat ini IndiHome sudah tersebar di wilayah Indonesia, terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan internet masyarakat Indonesia.

Pengalaman menggunakan layanan internet IndiHome cepat dan stabil walau berada di daerah dataran tinggi. Pilihan paket internet dimulai dari 10 Mbps hingga 300 Mbps. Harga yang dibanderol mulai dari Rp275.000,-/bulan hingga Rp965.000,-/bulan.

Di samping itu, juga tersedia paket Upload Booster mulai dari booster 1 hari, 3 hari, 7 hari. Ada juga layanan Speed On Demand yaitu kecepatan internet sesuai dengan kebutuhan. Kecepatan yang dimulai dari 30 Mbps hingga 100 Mbps.

Bersyukurnya, sebagai pelanggan IndiHome saya mendapatkan kemudahan mengakses Wifi.id secara otomatis di seluruh Indonesia hanya dengan Rp10.000/bulan per device.

IndiHome Siantar

Foto Pribadi: PT Telkom Indonesia, Kota Siantar

Layanan WiFi Extender merupakan salah satu layanan yang sangat menarik yaitu sinyal kuat di setiap sudut. Cakupan internet dengan sinyal yang lebih luas akan memungkinkan untuk mengakses internet ke sudut yang sebelumnya sulit untuk dijangkau.

Internetan dengan menjangkau setiap sudut rumah hanya dibanderol Rp35.000,-/bulan. Keunggulan yang ditawarkan koneksi super cepat tanpa halangan, terkoneksi otomatis dan bebas kabel.

Internet IndiHome juga menawarkan Upgrade Speed yang merupakan layanan untuk meningkatkan kecepatan internet secara permanen sesuai kebutuhan. Paket yang ditawarkan bervariasi mulai dari kecepatan 20 Mbps hingga 100 Mbps.

Di samping itu, untuk pelanggan tertentu akan mendapatkan layanan Top Up Quota yaitu layanan menambah kuota akses internet layanan quota based dengan mekanisme top up potong pulsa SMS ke 98109 (prepaid) dan melalui aplikasi myIndiHome.

Jika pelanggan merasa internet lambat karena melebihi FUP (Fair Usage Policy) maka dapat diperbarui dengan kecepatan internet semula. Melalui layanan Renew Speed pelanggan akan secara otomatis kembali ke speed awal saat mencapai FUP setelah masa berlaku Renew Speed berakhir.

Semua kemudahan ditawarkan sesuai dengan kebutuhan setiap pelanggan yang menggunakan internet. Kerennya, semua dapat dilakukan dalam genggaman ketika pelanggan mengunduh aplikasi myIndiHome.

MyIndiHome
Penutup Artikel

Susah banget kalau anak-anak muda atau generasi Z diajak untuk mengenal dan melestarikan budaya suku Karo. Boro-boro mau mendalami, diperkenalkan saja hampir semua menolak.

Semua karena ibu, akhirnya saya terjun untuk membuat tudung, mempelajari berbagai tarian Karo dan melakukan pendekatan ke anak-anak muda untuk mau membuat tudung. Awalnya sih ragu, tapi lama kelamaan sudah menjadi komitmen yang dalam dan sejauh ini sudah berkembang.

Sekarang banyak anak muda yang ikut melestarikan budaya tersebut. Generasi Z yang tidak hanya berada di sekitar tempat tinggal bahkan datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Internet dari IndiHome salah satu instrumen yang membantu saya untuk melanjutkan warisan budaya yang sudah diajarkan orang tua. Melalui internet, saya juga terkoneksi ke berbagai anak muda di daerah. Saya mau memberi diri agar budaya ini terus lestari dan menjadi cerita indah di masa depan.

Nah, buat kamu yang punya cerita untuk mengembangkan adat budaya, yuks share di kolom komentar ya…

Ertudung
Categories: All Post

30 Comments

Aldhi Fajar Maudhi · July 18, 2022 at 6:14 pm

Salah satu pelestarian budaya jaman sekarang adalah mengkonversikannya ke dalam bentuk digital. Perlu usaha yang ekras memang dalam pengenalan budaya ke geenerasi muda. Tetap semangat mbak

    ardasitepu · July 20, 2022 at 3:13 am

    Terima kasih mbak

    Okti · July 27, 2022 at 10:40 pm

    Tudung Batak Karo mempunyai nilai kearifan yang sangat dalam ya. Patutlah generasi muda melestarikannya. Alhamdulillah saya yg bukan asal Sumatera bisa ikut mengetahuinya melalui informasi yang didapat dari berita online

      ardasitepu · August 2, 2022 at 5:25 pm

      Iya mbak, saat ini memang terus diberikan pelatihan untuk anak-anak muda agar kelak bisa jadi generasi penerus untuk membuat tudung.

Santi Dewi · July 26, 2022 at 8:07 am

Bagus banget ya tudung merahnya. Pasti mengandung filosofi. Dan memang anak2 muda dlm hal.ini generasi z jamgan sampai tidak tahu adat istiadat bangsanya sendiri

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:26 pm

    Terima kasih mbak, iya setiap kepala di atas wanita karo memiliki filosofi budaya yang mendalam.

winda - dajourneys.com · July 26, 2022 at 12:59 pm

waaah serunya menyimak tentang budaya Batak Karo, memang ya jaman sekarang makin susah kalau mau cari anak muda yang mau melestarikan budaya kayak jaman kita dulu ya mba

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:26 pm

    Iya mbak, semoga kedepannya semakin banyak yang bergabung.

Indah Nuria Savitri · July 26, 2022 at 7:04 pm

Budaya Indonesia memang begitu beragam dan memuka, wajib kita jaga dan teruskan yaaa mba. Senang lihat dirimu semangat menjaga dan melestarikan Adat Batak Karo

Bibi Titi Teliti · July 27, 2022 at 2:43 am

Budaya kita kaya banget, sayang kalo diabaikan begitu aja, harus diwariskan ke generasi muda yah mbak. Kita juga harus kreatif bikin konten menarik seputar budaya supaya mudah ketangkep sama generasi Z nih dengan dukungan dari IndiHome yaaah.

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:27 pm

    Iya mbak, dalam melestarikan budaya secara online memang peranan jaringan internet sangat luar biasa.

Uniek Kaswarganti · July 27, 2022 at 4:06 pm

Keren nih Mba Arda yang telah meluangkan waktu untuk mengajarkan berbagai budaya Karo kepada Gen Z. Susah nggak sih bikin tudungnya itu mba?

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:27 pm

    Belajarnya cuma seminggu mbak dan akhirnya butuh latihan secara terus menerus.

Myra (Keke Naima) · July 27, 2022 at 4:21 pm

Cakep banget pesan ibunya untuk selalu melestarikan budaya di mana pun kita berada, Mbak. Terkadang memang suka sedih lihat pelaku budaya udah pada sepuh. Anak-anak mudanya kurang kelihatan. Semoga aja semakin banyak generasi muda yang peduli dengan budaya

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:28 pm

    Iya mbak, soalnya memang Ibu saya suka banget dengan budaya Karo dan melestarikannya.

Yuni Handono · July 27, 2022 at 10:20 pm

Wah keren nih mbak Arda, serba bisa. Semoga apa yang dikuasai mbak Arda bisa menular ke generasi Z ya supaya budaya Karo tetap lestari dan dicintai masyarakat. Indonesia memang kaya akan budayanya, inilah yang membuat bangsa asing tertarik dengan keanekaragaman di Indonesia. Semoga manfaat internet bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Karo.

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:28 pm

    Terima kasih mbak Yuni, semoga semakin banyak anak muda yang mencintai budaya Karo.

Helena · July 27, 2022 at 11:45 pm

Aaak kece banget!
Jadi tudung itu dibuat satu-satu, bukan seperti topi yang langsung dipakai. Ya Allah … baru tau saya. Kreatif mba Arda plus ngajarin Gen Z buat tudung. Yes, mereka bagian videokan gimana lah yg kekinian gitu. Mereka kan kreatif juga.

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:29 pm

    Iya mbak, sekarang harus divideokan agar dari mana saja bisa dilihat mbak.

YSalma · July 28, 2022 at 12:36 am

Melestarikan budaya dengan mentransfer ilmu pada generasi yang lebih muda juga dengan membuat tutorial serta menyimpan dan membagikannya di dunia digital melalui media sosial yang dimiliki, baik dalam bentuk tulisan, dokumentasi foto, dan juga video. Internet lancar sangat membantu proses melestarikan budaya ya kak.

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:33 pm

    Iya membuat tutorial dan membagikannya adalah salah satu wujud untuk melestarikan budaya Karo mbak. Semoga bermanfaat untuk banyak orang.

lendyagassi · July 28, 2022 at 5:13 am

Wah, kak Arda segala bisa yaa…
Aku belajar dari youtube channelnya kak Arda membuat Topi Tudung Batak Karo. Ternyata membutuhkan waktu yang gak sebentar ya.. Kudu satu persatu diganjal dan diberi peniti lagi juga pattern agar nyaman dan sesuai dengan ukuran kepala masing -masing.
Internet indiHome juga bisa sebagai membantu melestarikan budaya Indonesia.

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:33 pm

    Terima kasih mbak, memang harus teliti agar dia sesuai di kepala si pemakai mbak.

April Hamsa | Mom Blogger · July 28, 2022 at 5:27 am

Mbak Arda aku pikir tudung itu dulu kyk topi langsung dimasukin kyk makai topi biasa gtu ke kepala, ternyata dari kain dan ada cara masangnya yaa 😀
Iya ya eman2 kalau gak ada yang melanjutkan tradisi.
Nah iya tuh mbak, bisa nih mbak ilmu bikin tudungnya dibikin tutorial trus unggah deh ke YT supaya makin banyak yang paham caranya yaa 😀

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:34 pm

    Iya mbak memang ada polanya membuat tudung dan bukan topi langsung. Semoga bermanfaat kalau di upload ke Youtube.

Yanti Ani · July 28, 2022 at 5:34 am

Ditempat saya tinggal ada banyak juga orang Karo, karena itu udah enggak asing sama baju adat terutama topinya bagus banget itu!

    ardasitepu · August 2, 2022 at 5:35 pm

    Iya mbak Yanti, namanya tudung dipakai untuk berbagai acara adat Karo.

Rizka Edmanda · July 28, 2022 at 6:07 am

semoga dengan kemudahan internet budaya karo semakin dikenal tak hanya di Indonesia tapi juga semakin mendunia ya.

ardasitepu · August 2, 2022 at 5:35 pm

Terima kasih mbak dan semoga mendunia ya berkat jaringan internet yang stabil dari IndiHome.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!