Pernikahan merupakan ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama; hidup sebagai suami dan istri tanpa merupakan pelarangan terhadap agama (KBBI). Jika terdapat kata sepakat dengan calon pasangan maka rencana pernikahan pun dimulai.

Setiap pasangan yang ingin menikah pastinya mengharapkan acara pernikahan berjalan dengan baik. Tak hanya itu, pesta dihadiri banyak orang, makanan yang mencukupi dan nikmat di lidah serta gedung yang aman dan nyaman.

Namun, terkadang apa yang diimpikan calon pengantin tidak sesuai harapan pada saat pelaksanaan pernikahan. Ada saja yang bersifat force majeure sehingga membuat pesta pernikahan terasa kurang sempurna.

Masih membekas diingatan sekitar 5 (lima) tahun lalu acara pemberkatan dan resepsi pernikahan dengan pasangan tercinta. Pastinya ada suka dan duka dalam persiapan sampai menjelang hari-H.

Selama 2 (dua) tahun menjalin hubungan rasanya tidak ada hal yang terlalu besar untuk dipermasalahkan. Namun, menjelang pernikahan seolah masalah kecil pun tampak seperti bukit yang menjulang.

Kami adalah pasangan LDR (Long Distance Relationship), saya bekerja di Jakarta dan suami di Medan, bayangkan betapa repotnya menyatukan dua isi kepala yang terpisah ribuan kilometer. Namun, komitmen untuk menikah sudah bulat maka segala perbedaan perlahan bisa disesuaikan.

Menikah bukanlah bersifat sementara akan tetapi permanen bahkan sampai dipisahkan oleh kematian. Janji yang diucapkan bukan sekedar janji biasa yang dapat pudar seiring usia, tapi janji yang harus dijaga sampai seumur hidup. Oleh karena itu, menikah bukanlah perkara yang kecil tapi hal yang besar. Sehingga persiapannya pun haruslah matang dari kedua belah pihak.

Belajar dari pengalaman yang begitu berharga dari pesta pernikahan maka berikut 8 (delapan) rahasia saya dapat mempersiapkan pernikahan dengan mudah dan murah:

1. Pasangan Tepat

Rahasia ini diawali dari pasangan yang tepat. Kebanyakan wanita mulai ragu dengan pasangan yang akan menjadi patner dalam rumah tangga untuk seumur hidup menjelang tanggal pernikahan.

Apalagi saat berbenturan dengan berbagai ide yang muncul dalam mempersiapkan pesta pernikahan yang menjadi sekali dalam seumur hidup. Saat inilah sepasang calon pengantin mulai diuji untuk lebih peka, lebih bersabar dan mulai melihat karakter asli dari pasangan.

Mempersiapkan pasangan yang tepat adalah awal mula dalam rangka menuju pernikahan yang sesungguhnya. Selama menjalin hubungan maka hal yang terlihat adalah ‘semu’ dan seolah terlihat sempurna. Padahal tanpa disadari banyak karakter negatif yang sebenarnya sudah terlihat pada saat masa perkenalan.

Sayangnya, di dalam masa perkenalan semua karakter yang tidak baik tertutupi oleh kata ‘cinta’ atau ekstrimnya takut kehilangan dan sebagainya. Untuk itulah, dalam masa ini sangat penting keterbukaan bahkan membuka mata selebar-lebarnya untuk menilai semua karakter yang dimiliki pasangan.

Pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, karakter yang kurang baik dapat diredam dengan cara yang tepat. Pertanyaannya, apakah hal tersebut dapat dipertahankan sampai seumur hidup? Jangan hanya diawal berkata mampu namun setelah menikah menaikkan bendera ‘putih’ dan memilih jalan yang tidak seharusnya.

Oleh karena itu, untuk memudahkan pernikahan maka setiap pasangan harus mengukur dan menilai diri untuk sanggup menerima pasangan seperti apa adanya. Jika sudah sanggup dan kelak menerima dalam keadaan susah atau pun senang, menerima dalam keadaan sehat atau pun sakit maka pernikahan dapat masuk ke dalam perencanaan yang lebih matang.  

2. Planned Budgeting

Setelah meyakinkan diri untuk menikah dengan pasangan yang telah dipilih maka mulailah untuk membuat anggaran pernikahan. Anggaran pernikahan yang dipersiapkan diupayakan sangat terperinci. Alangkah baiknya, anggaran ini dipersiapkan 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan pernikahan.

Persiapan anggaran pernikahan dimulai dari pakaian, catering, gedung,  undangan, souvernir, mas kawin, dan sebagainya. Anggaran biaya tersebut dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:

  • Anggaran Besar, tentukan batas atas atau maksimal kira-kira perhitungan biaya yang akan dikeluarkan ditambah 10% biaya tidak terduga dan 3% inflasi setiap tahun.

Contoh: Total Biaya Rp150.000.000 + Rp15.000.000,- (10%xRp150.000.000) + Rp4.500.000 (3% x Rp150.000.000) = Rp169.500.000,-

  • Anggaran Menengah, batas sedang atau menengah biaya yang akan dikeluarkan.

Contoh : Total Biaya Rp100.000.000 + Rp10.000.000 (Biaya Tak Terduga) + Rp3.000.000 (Inflasi) = Rp113.000.000,-

  • Anggaran Kecil, batas kecil yang kemungkinan dengan biaya minim, acara pernikahan dapat berjalan lancar.

Contoh : Total Biaya Rp50.000.000 + Rp5.000.000 (Biaya Tak Terduga) + Rp1.500.000 (Inflasi) = RpRp56.500.000,-

Dalam hal menentukan anggaran maka dibutuhkan kesepakatan kedua belah pihak. Sesuai dengan pengalaman saya dalam melaksanakan pernikahan di adat suku Batak Karo, maka seluruhnya biaya pesta atau resepsi menjadi tanggungjawab pihak lelaki. Sedangkan saat pemberkatan menjadi tanggung jawab perempuan.

Tidak ingin membebani orang tua sepenuhnya, maka kami berinisiatif untuk mengambil bagian dalam pembiayaan pernikahan. Cara mudah yang dilakukan adalah menabung bersama dalam rentang 1 (satu) tahun.

Jika ingin mencapai anggaran besar maka tabungan yang dikumpulkan setiap bulan juga lebih besar. Hal ini sangat efektif karena saat menjelang pernikahan, tabungan tersebut membantu sebagian biaya pernikahan serta menentukan jenis anggaran yang akan dipakai.

Setelah menetapkan anggaran maka alokasikan anggaran tersebut dengan berbagai kebutuhan yang diperlukan. Kemudian memilih berbagai vendor yang akan membantu terlaksananya acara pernikahan.

3. Persiapan Konsep Pernikahan

Setelah melakukan budgeting dan memilih anggaran, maka beranjak ke konsep pernikahan. Pada umumnya, pernikahan yang akan diselenggarakan berbentuk 3 (tiga) rangkaian yaitu Pemberkatan, Pesta Adat dan Resepsi.

Mengingat anggaran yang dipilih, maka kami memutuskan untuk memilih Pesta Adat dan Resepsi disatukan dalam tempat dan waktu yang sama. Hal ini sangat menghemat anggaran terkhusus untuk catering dan gedung.

Konsep pernikahan yang dipilih juga sederhana, terlebih untuk Pesta Adat disesuaikan dengan suku Batak Karo. Mungkin dalam hal ini peran orang tua lebih besar karena sesuai dengan adat pada umumnya.

Nah, untuk resepsi digabung dengan pesta adat hanya tempat duduk dan makan tamu undangan yang dibedakan. Konsep pernikahan ini setidaknya harus benar-benar matang agar tidak terjadi pembengkakan pengeluaran menjelang hari-H.

Kematangan konsep pernikahan membuat budget menjadi pas pada porsinya. Pilihan konsep yang tepat di awal perencanaan akan memudahkan vendor, panitia acara serta keluarga besar.

4. Pemilihan Catering yang Pas

Jika dilakukan survey pada berbagai tamu undangan maka hal yang paling disoroti dalam sebuah pelaksanaan pernikahan adalah catering. Pesta pernikahan berjalan dengan lancar dan bagus namun jika makanannya tidak paripurna maka tetap saja dinilai ada yang kurang dari pesta tersebut.

Oleh karena itu, setiap calon pengantin sangat diperlukan keahlian dalam memilih makanan. Banyak hal yang dilakukan sebelum menetapkan vendor. Cara sederhana adalah melihat track record vendor catering tersebut.

Jika testimonial tamu undangan dan pemakai jasa catering sebelumnya mengakui sangat memuaskan maka dapat dijadikan bahan pertimbangan. Di samping itu, meminta tester makanan dari berbagai catering yang masuk list.  

Pengalaman yang tidak baik saat makanan di resepsi pernikahan saya adalah nasi yang agak keras. Hal ini tentunya menjadi testimoni yang buruk dari teman-teman seusai acara pernikahan.

Walaupun dibanyak hal, saya merasa sudah baik namun saat mendengar testimoni tersebut maka muncul rasa kecewa pada vendor yang sudah menyediakan makanan khusus tamu resepsi. Sehingga menjadi pengalaman berharga bahwa meminta komitmen catering itu sangat penting dan juga testimoni pengguna sebelumnya.

5. Tanggal Pernikahan

Terpisah antara Pulau Sumatera dan Jawa, maka hal yang paling sulit adalah menetapkan tanggal pernikahan. Tanggal di mana keluarga inti dapat mengikuti acara serta keluarga besar merasa nyaman dengan waktu tersebut.

Dewasa ini, pemilihan tanggal disesuaikan dengan jadwal pemakaian gedung kecuali yang ingin mengadakan pernikahan di rumah. Namun, untuk persiapan yang cukup lama maka kita dapat memesan gedung terlebih dahulu.

Tanggal yang tepat menentukan seberapa padat dan sibuk nya juga keluarga dan tamu undangan. Sebagai pekerja kantoran yang sibuk mengurus jadwal pembayaran pajak, maka bulan Maret dan April merupakan bulan yang sibuk. Sehingga kedua bulan ini tidak mungkin menjadi pilihan yang tepat.

Alhasil, kami pun memilih awal tahun sebagai jadwal pernikahan. Pasalnya, di awal tahun seluruh keluarga masih berkumpul dalam rangka menyambut tahun baru. Tak hanya itu, teman atau pun rekan dari Pulau Jawa dapat melakukan perjalanan karena masih tergolong liburan.

Sehingga tamu undangan juga masih bisa menyempatkan hadir ke pesta pernikahan atau resepsi. Penetapan tanggal menjadi penting dan mudah ketika calon pengantin mengetahui jadwal yang memang tidak bisa meninggalkan pekerjaan atau pun suasana hari besar yang memang sulit untuk ditinggalkan.

6. Undangan & Souvernir Bermanfaat

Sebagian orang berpikir untuk membuat undangan yang terkesan mewah. Namun, sebagai akuntan yang sangat memperhatikan nilai manfaat maka undangan juga seharusnya dapat berguna.

Tak jarang, saya melihat undangan sebagus apapun berakhir di tong sampah. Uniknya, saya juga pernah menerima undangan dengan bahan kertas yang minimalis namun memberikan manfaat. Undangan yang dibuat terdapat kalender duduk, sehingga dapat digunakan di meja selama 1 (satu) tahun.

Di samping itu, saya juga pernah menerima undangan yang berbahan handuk. Informasi mengenai pernikahan semua di bordir, sehingga sangat bermanfaat dan dapat digunakan bagi tamu undangan.

Sama halnya dengan souvernir, setidaknya disesuaikan dengan budget dan bermanfaat. Seperti contoh kipas, mungkin terkesan konvensional namun memberikan manfaat khususnya bagi para wanita dibanding ukiran yang belum tentu dapat dimanfaatkan.

7. Tempat Pernikahan

Tempat pernikahan menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan. Kebanyakan calon pengantin akan memilih tempat yang nyaman, aman, memiliki parkir yang luas dan tentunya tidak mengganggu fasilitas umum.

Walaupun memiliki halaman rumah yang luas, saya pribadi lebih memilih gedung untuk menikah. Pasalnya, jika pernikahan dilakukan di rumah maka akan sangat mengganggu sekitar, belum lagi jalanan yang akan macet dan tentunya tidak nyaman.

Pada saat menikah, saya memilih sebuah gedung yang aman dan nyaman serta dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan acara adat yang memakan waktu dari rangkaian pesta pernikahan.

Terdapat beberapa kelebihan jika pernikahan dilakukan di gedung:

  1. Kapasitas besar, pelaminan, tempat duduk, catering dan sebagainya dapat disusun dengan indah dan mudah.
  2. Tidak sulit mencari vendor karena pada umumnya gedung memiliki paket lengkap atau bekerjasama dengan berbagai vendor.
  3. Lahan parkir yang luas dan tidak mengganggu fasilitas umum.
  4. Setelah selesai pesta, tidak memikirkan acara kebersihan gedung karena sudah termasuk ke dalam fasilitas penyewaan.
  5. Area gedung yang luas memudahkan tamu undangan, fotografer dan sebagainya dalam ruang gerak.

8. Mengunjungi Wedding Exhibition

Persiapan yang terakhir dan wajib dilaksanakan oleh calon pengantin adalah mengunjungi Wedding Exihibition. Sebelum menikah di tahun 2014, saya senang sekali mengunjungi acara Wedding Exhibition. Hal ini bertujuan untuk:

  1. Mengenal berbagai macam vendor serta barang dan jasa yang ditawarkan.
  2. Menyesuaikan budget dengan berbagai harga yang ditawarkan vendor.
  3. Mencari promo dan doorprize dan berkesempatan menjadi modal awal pernikahan.
  4. Mendapatkan berbagai ilmu dari pembicara talkshow yang diadakan di pameran pernikahan.
  5. Menemukan berbagai inspirasi baru untuk menentukan konsep pernikahan.

Berbagai jenis pameran pernikahan pun pernah dikunjungi. Menariknya, pameran pernikahan selalu memberikan inspirasi baru bagi calon pengantin. Tak hanya itu, jenis souvernir yang bermanfaat pun pernah saya dapatkan dari wedding exhibition

Categories: Blog

67 Comments

Jiah · September 11, 2019 at 7:11 am

Aku blm kepikiran nikah pakai konsep apa karena yang pertama, milih pasangan yang tepat belum ketemu, hahaha. Sekarang ini mikirnya nikah yang sederhana dan hikmat aja. Tapi ya gak tahu juga. Mungki sekali-kali kudu berkunjung ke Wedding Exhibition

    ardasitepu · September 11, 2019 at 5:44 pm

    Iya mbak persiapan ke Wedding Exhibition aja dulu hihi.

Cindy Vania · September 11, 2019 at 9:08 am

Wah komplit banget nih mba. Jujur paling pusing masalah budget. Ngeliat angka udah puyeng aja bawaannya
Btw bener banget harus ke wedding expo. Lumayan promo2 yang ada di situ soalnya

    ardasitepu · September 11, 2019 at 5:43 pm

    Banyak promo dan bisa dijadikan refererensi dan inspirasi.

@nurulrahma · September 11, 2019 at 11:06 am

Mbaaaa cantiiikk banget dirimuuu
looks so elegant!
Makasi tipsnya yak

Jeanette Agatha · September 11, 2019 at 1:36 pm

Setelah baca ini aku jadi inget persiapan pernikahan aku. Soalnya semua aku persiapan dan kumpulin budget sendiri.
Kalau buat aku dulu lebih senang merayakan kebahagian pernikahan bersama keluarga besar dan teman dekat aja. Selain mengurangi budget makan terus juga acaranya lebih intim. Terus juga kalau yang bisa bikin sendiri lebih baik bikin dibanding beli. Kaya undangan 🙂

    ardasitepu · September 11, 2019 at 5:42 pm

    Iya mbak semua tergantung budget yang dipilih.

Demia · September 11, 2019 at 2:43 pm

waaaah delapan tips ini bermanfaat sekali nih untuk orang yang mau melangsungkan pernikahan yaa hihihi, semoga dengan tips ini jadi lebih mudah <3

    ardasitepu · September 11, 2019 at 5:42 pm

    Terima kasih mbak Demia, semoga bisa dilakukan berasal dari pengalaman pribadi.

Inda Chakim · September 11, 2019 at 3:25 pm

Mbk arda cantiiiiikkkk bgd. Iyup aku setuju sm 8 langkah utk mempersiapkan pernikahan. Dg melakukan langkah2 tersebut, acara pernikahan akan berjalan lancar dan sukses.

    ardasitepu · September 11, 2019 at 5:42 pm

    Terima kasih mbak, memang pernikahan butuh persiapan yang matang hehe

      Kurnia amelia · September 13, 2019 at 1:36 am

      Wahhh kak Arda pangling banget ya kalau di dandanin gini, cantik banget. Semoga langgeng sampai maut memisahkan ya dan bahagia selalu.

Nefertite Fatriyanti · September 12, 2019 at 4:43 am

Karena perniikahan memang mesti direncanakan berbagai aspeknya ya, bukan hanya sisi aggaran saja. Bener, dengan kunjung expo pernikahan bisa punya referensi

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:47 pm

    Ini salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan capeng mbak.

Kartika Nugmalia · September 12, 2019 at 5:20 am

Karena ini diharapkan jadi momen sekali seumur hidup memang harus dipikirkan secara matang ya mbak. Aku juga seneng banget kalau dapat undangan tapi yang bisa bermanfaat. Pernah dapat undangan berbentuk totebag, lucu sekali dan manfaat tahan lama

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:47 pm

    Iya mbak sangat matang dilakukan agar semua tampil sesuai yang diharapkan.

Hidayah Sulistyowati · September 12, 2019 at 7:48 am

Ardaaa cantik nyaaa, gaunnya juga cakeeep, anggun deh dipakai. Dan setuju banget kalo sekarang, untuk menentukan tanggal pernikahan itu menyesuaikan jadwal dari pemilik gedung. Enggak hanya nanya kapan keluarga inti bisa ngumpul yaa

Monica Anggen · September 12, 2019 at 11:18 am

Jadi ingat di masa lalu waktu siapin pernikahan. Nah aku ini tak terlalu suka pesta jadi pas nikah lebih memilih acara sederhana saja. Baru-baru ini bantu nikahan adik bungsu dan wah persiapannya memang banyak banget ya, terutama budget dan kadang perintilan-perintilan tak terduga. Untungnya adikku kemarin ya ke Wedding Exbition gitu, jadi beberapa hal juga sudah langsung disiapkan EO-nya. Lebih mudah dan acara pun lancar.

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:48 pm

    Iya mbak penting banget bisa ke Wedding Exhibition sebelum mengadakan acara pernikahan.

Mechta · September 12, 2019 at 12:35 pm

Cantiknya…mba Arda! Ohya dan semoga langgeng selalu ya mba…
TFS tipsnya..pasti berguna nih untuk yg sedang mempersiapkan pernikahannya..

Ida · September 12, 2019 at 3:06 pm

Baru tau nih yg undangan pake Andik itu… Beneran jd inspirasi ya. Hrs bermanfaat jgn sampe kebuang percuma..

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:49 pm

    Iya setuju mbak, undangan dan souvernir bisa jadi bermanfaat.

Lusi · September 12, 2019 at 3:16 pm

Paling bener no 1 itu ya, harus ada pasangannya hehee. Duuh anakku cewek semua, semoga bisa membahagiakan mereka di hari pernihakan mereka kelak. Buatku sih yg penting mereka, aku mah gampang. Kan udah pernah 😀

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:49 pm

    Amin mbak, pasangan yang tepat untuk anak-anak juga ya mbak.

Lusi · September 12, 2019 at 3:20 pm

Lengkap informasinya. Membantu buat yg LDR, jangan sampai ribut2 gara2 persiapan yang tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Bermanfaat banget nih tipsnya.

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:49 pm

    Terima kasih mbak Lusi, iya LDR harus jaga komunikasi.

Keke Naima · September 12, 2019 at 3:34 pm

Kalau diminta bantuan mengurus pernikahan, pasti saya suka nanya tanggalnya dulu. Memang penting banget menentukan tanggal terlebih dahulu. Apalagi kalau berencana menikah di gedung favorit. Setahun ke depan aja udah bisa full booked

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:50 pm

    Iya mbak, tanggal biasanya ngaruh banget buat gedung.

Bundabiya.com · September 12, 2019 at 4:31 pm

Mbak Ardaa.. cantiknya nggak berkurang sedikitpun. Nulis ini pasti sambil nostalgia zaman2 baru nikah dan rempongnya siapin pernikahan ya mbak hihi

Lidya · September 12, 2019 at 11:18 pm

WAh ternyata mbak Arda LDR ya sama suami sebelum nikah. Persiapannya memang extra ya kalau berjauhan gitu. Sini mbak main ke Bekasi itu gedung pernikahannya deket rumahku 🙂

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:50 pm

    Wah dekat rumah mbak Lidya ya. Asik dong bisa datang acara ini.

Eni Martini · September 12, 2019 at 11:55 pm

Memang mempersiapkan pernikahan itu menguras fisik, psikis dan juga tabungan ya. Apalagu pernikahan adat seperti mba Arda ini, prosesnya double ya. Tapi kalau ada wedding exhibition gini lebih membantu banget

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:51 pm

    Iya mbak, kalau ada referensi dari Wedding Exhibition jadi sangat membantu.

RAch Alida · September 13, 2019 at 12:46 am

Kalau persiapan sematang ini insyaAllah makin sukses pelaksanaaannya deh. Berkah untuk pernikahannya ya mbaa 🙂

Dewi Sulistiawaty · September 13, 2019 at 2:08 am

Aku pernah baca mengenai Bekasi Wedding Exhibition ini. Menarik juga ya. Sebenarnya enak juga kalo nikah pake gedung, jadi lebih praktis dan gak ribet

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:51 pm

    Iya mbak dewi, saya lebih memilih gedung lebih nyaman dan praktis.

indah nuria · September 13, 2019 at 2:55 am

yang penting sebenarnya komitmen dan focus ya mba..aku inget waktu nikah semangat bangeeet atur segala macem, biar sesuai dengan yang diinginkan. Dan semuanya unguuuuu hehehe

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:52 pm

    Asik banget mbak Insav, apalagi warna ungu, senang banget…

Uniek Kaswarganti · September 13, 2019 at 2:57 am

Dulu saat aku menikah, soal budget juga masuk pertimbangan utama karena waktu itu pengantin sama2 masih meniti karir dari awal. Biasanya kalau orang Jawa kan antara akad dan resepsi dipisah harinya. Nah kami langsung aja, pagi akad dan lanjut resepsi biar ngirit biaya.

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:52 pm

    Iya mbak ada juga benernya, tapi kalau di Karo sulit mbak, acara adatnya bisa seharian haha

Desi Namora · September 13, 2019 at 3:41 am

Nikah di gedung emang bisa bgt jadi pilihan . Jadi lebih dekat dengan keluarga dibandingkan klo semua2nya dikerjain di rumah. Yg ada semuanya kerja n kecapekan

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:53 pm

    Iya pengalaman teman jadi pada kecapean banyak yang mau diurusin.

Natara · September 13, 2019 at 3:45 am

Wah ini mah ga begitu jauh lokasinya dari rumahku, pengen anter saudara yang kebetulan mau nikah ke situ ah…

    ardasitepu · September 13, 2019 at 1:53 pm

    Iya mbak, senang banget kalau bisa datang ke acara ini.

Natara · September 13, 2019 at 3:47 am

Wah ini mah ga begitu jauh dari rumahku kak, sama sama di Bekasi, jadi pengen anter saudara yang pengen nikah ke situ deh

Okti Li · September 13, 2019 at 4:19 am

Dengan adanya even organizer ternyata banyak membantu ya
Secara pernikahan itu hal sakral dan pastinya ingin jadi momen spesial

lendyagasshi · September 13, 2019 at 5:23 am

Waah…uda lama banget aku gak baca-baca mengenai pernikahan.
Zamanku dulu belum ada EO dan pameran vendor untuk acara pernikahan (apa karena waktuku menikah, gak pas rame-ramenya, yaa…?)

Jadi semua-mua berdasarkan katanya….
Lalu aku survey satu per-satu.

Alhamdulillah~
memang yang penting tuh…udahannya sih yaa…

Semoga langgeng hingga kake-nene…

    ardasitepu · September 13, 2019 at 2:04 pm

    Iya mbak, event seperti ini sangat membantu para capeng banget.

Arina Mabruroh · September 13, 2019 at 5:26 am

Kalau saya dulu paling pusing urusan budget, karena konsep pernikahan mau yang biasa aja, yang penting ijab qabul ngundang keluarga dan teman2, supaya tahu kami sudah menikah. Itupun ribet… Untungnya sekarang banyak WO yang bisa membantu

    ardasitepu · September 13, 2019 at 2:06 pm

    Iya mbak apalagi sekarang sudah banyak kemudahan hehe.

Nia K. Haryanto · September 13, 2019 at 5:45 am

Zaman sekarang ya, persiapan pernikahan bisa dibikin mudah dengan adanya EO. Dari mulai riasan, gedung, sampe katering. Soal budget juga bisa menyesuaikan. Duh, kepengen deh bisa lihat wedding exhibitionnya. Itung-itung nostalgiaan riweuhnya nikahan dulu 😀

    ardasitepu · September 13, 2019 at 2:06 pm

    Iya mbak, saya aja masih senang banget datang ke Wedding Exhibition.

Leyla Hana · September 13, 2019 at 12:42 pm

Aku setuju dengan tips-tipsnya. Menurutku juga menikah itu mendingan di gedung supaya gak repot beresinnya juga yah. Trus waktunya juga gak molor-molor karena udah ditentukan cuma 5 jam atau berapa jamnya.

nyi Penengah Dewanti · September 13, 2019 at 1:10 pm

Banyak cerita seru ya Mba, enak make EO ya aku dulu persiapkan sendiri semuanya
Alhamdulillah. Duh ini seru banget menceritakan perjuangan dulu ya Mba.
Jadi flashback hehehe

    ardasitepu · September 13, 2019 at 2:07 pm

    Iya mbak nyi jadi mengenang masa dulu ini mah hihi

Rahmah · September 13, 2019 at 3:46 pm

Saya lupa mau ikutan ini
Menulis soal pernikahan itu setidaknya bisa jadi salah satu jalan untuk mengenang kembali masa masa perjuangan
Jadi nggak ada kata untuk berpisah meskipun menghadapi masalah berat

mutia nurul rahmah · September 14, 2019 at 6:23 am

Terimakasih untuk tipsnya mba, lumayan berguna bagi saya yang sedang mempersiapkan walau tah kapan hahaa

Afifah Mazaya · September 21, 2019 at 3:26 am

Oh, iya. Perlu juga minta tester makanan, ya, bahkan walau mungkin catering terkenal. Dan, kalau bisa, kualitas tester dan saat acara sama-sama bagus.

Seftina Qurniawati · October 3, 2019 at 5:59 am

Plan budgeting emang perlu banget ya mba soalnya memang banyak yang terlalu membuang uang di resepsi Tampa memikirkan kedepannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification=WJGukaelgaTyJndrjWp_6NB2YJ137Z2_0eaL95IoluM
error: Content is protected !!