Setelah  memutuskan untuk menetap di rumah dan mengurus keluarga, maka muncul sebuah rasa kehampaan. Rasa ini diperparah saat kebanyakan wanita yang bekerja kantoran selalu terlihat menarik, memiliki kehidupan sosial yang menyenangkan dan tentunya mampu memenuhi kebutuhan pribadi tanpa harus menunggu bulanan dari suami.

Namun apa daya, biasanya wanita yang menetap di rumah dianggap ‘tidak bermanfaat’ bagi sebagian orang. Perasaan keprihatinan serta tampilan yang tidak layak untuk tampil di depan umum.

Keseharian dalam 365 hari tak pernah berhenti dengan urusan masak-memasak, menyapu, mengepel dan semua pekerjaan rumah tangga. Jangankan untuk membeli make-up, rambut saja sudah pasti jarang disisir.

Kondisi ini diperindah dengan hadirnya anak-anak dengan kecerdasan kinestik di atas rata-rata. Di mana rumah seperti selesai Perang Dunia ke II, porak-poranda tanpa menyisakan celah sedikitpun untuk melangkah.

Dibalik itu semua, ada kebahagiaan yang tersirat yang mungkin tidak akan dirasakan oleh kebanyakan wanita. Melihat anak menangis, tertawa, marah dan menjadi proses kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Bersyukur kalau sekarang anak-anak sudah mulai sedikit mengerti dengan ‘kegalauan’ ibunya dan mulai mengikuti rambu-rambu peraturan rumah. Alhasil, wanita ini sudah memiliki waktu yang lengang untuk mengejar mimpi dari rumah.

Wanita Rumah Tangga (WRT) yang selalu didukung penuh oleh suami tentunya tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan. Apalagi tahun 2019 ini sudah membuat beberapa resolusi untuk dieksekusi.

Resolusi yang ingin dijalankan tahun ini adalah menjadi #SHEpreneur yaitu menjadi wanita 2M yang bisa menghasilkan karya dari rumah. Tujuan akhir tentunya dapat menambah pundi-pundi penghasilan dan mampu memberikan asuransi pendidikan terbaik buat anak-anak.

Wanita 2M adalah membuat kerajinan tangan dan menulis. Kerajinan tangan yang tak biasa dilakukan kebanyakan orang karena akan mengolah limbah rumah tangga lalu dipasarkan baik secara offline maupun online atau disebut craftpreneur.

Kemudian harapan kedua adalah menulis. Pernah berkarya di sebuah majalah perpajakan Indonesia memberikan semangat baru untuk menjadi seorang wirausaha sebagai penulis atau blogpreneur.

Berbicara soal craft atau dunia kerajinan tangan adalah sesuatu yang menyenangkan. Bersyukur dapat turunan tangan ajaib ibu, sehingga mampu mengolah barang bekas menjadi barang bernilai jual.

Walaupun bukan seorang aktivis lingkungan, paling sedih kalau melihat berjuta-juta ton sampah plastik yang harus dihasilkan setiap harinya. Dampak buruknya adalah berpengaruh terhadap ekosistem, kejernihan air, kualitas tanah dan baru terurai setelah ribuan tahun.

Membayangkannya saja sudah ‘ngeri’ dan bagaimana dengan kondisi anak cucu kelak jika sekarang aja bumi ini sudah penuh dengan plastik. Tak mau tinggal diam, maka wanita rumah tangga ini berusaha memutar otak untuk mengolah sampah plastik tersebut.

TAS ‘SYANTIK’ DARI PLASTIK

Berbekal pengajaran dari Ibu, maka wanita ini mulai menyulap sampah-sampah plastik menjadi tas cantik. Tas yang tidak hanya menjadi pajangan tetapi benar-benar dapat digunakan untuk banyak kegiatan.

Modal utamanya hanya sampah plastik dan beberapa alat untuk membuat tas seperti lem, pita dan kain. Untuk satu jenis tas ukuran sedang menghabiskan sekitar 200 sampah plastik air kemasan.

Setelah diproses maka sampah plastik tersebut menjadi barang yang bernilai jual. Harga dibanderol kisaran Rp100.000-Rp200.000/tas. Margin keuntungan bisa mencapai 85%.

Kualitas yang dihasilkan tahan lama, kuat dan tentunya spesial karena terbuat dari sampah plastik. Sehingga cocok menjadi impian usaha di tahun ini untuk ditekuni dan dikembangkan.

“Entrepreneur adalah suatu kemampuan mengelola sesuatu yang ada dalam diri anda untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal sehingga dapat meningkatkan taraf hidup anda di masa mendatang.” - Hendro dan Chandra W.W/ Be a Smart and Good Entrepreneur Book-

GUCI MEWAH ANTI PECAH

Jenis kerajinan tangan kedua yang akan dieksekusi adalah membuat guci dari sampah kertas. Guci ini terbuat dari kertas tebal, karton atau kartu bekas.

Di sekitar daerah rumah ada beberapa warung yang berdiri dan tentunya kebiasaan sebagian orang Sumatera Utara senang bermain kartu remi. Tak jarang kartu-kartu ini bertebaran bahkan menjadi limbah.

Padahal jika ditelusuri, ada jutaan pohon yang ditebang setiap hari untuk menghasilkan kertas dan salah satunya untuk memproduksi kartu remi. Alangkah ‘keji’ nya jika pohon yang harusnya menopang kehidupan manusia digunakan untuk memproduksi kartu sekali pakai.

Tak mau berdiam diri, wanita 2M ini pun mencoba mengkreasikan kartu-kartu tersebut menjadi guci yang menarik, klasik, cantik dan anti pecah. Berbekal pelatihan dari Ibu, maka jadilah guci-guci yang indah diletakkan di ruang tamu rumah atau perkantoran.

Modal utamanya sampah kartu dan tepung kanji. Untuk satu buah guci ukuran besar menghabiskan 200-500 potongan kartu lalu dibentuk. Harga jual untuk sebuah guci berkisar Rp100.000-Rp500.000.

Guci mewah anti pecah ini biasanya dipasarkan di kalangan ibu-ibu sekitar daerah. Berharap dapat ditekuni dan menjadi impian usaha berikutnya.

Harapannya dapat mengajak para Ibu Rumah Tangga (IRT) sekitar rumah untuk mengerjakan setiap proyek kerajinan tangan. Alhasil, selain mengolah sampah bekas juga dapat membuka lapangan usaha bagi IRT yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

Dalam jangka panjang berharap dapat membuka usaha dan memasarkannya secara online. Apalagi perkembangan dunia digital yang begitu pesat maka online shop menjadi incaran para shopper.

M yang kedua adalah menulis.  Sejak terjun ke dunia blog menjadi seorang narablog adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Salah satu manfaatnya adalah membuat IRT ini menjadi ‘waras’.

Menulis mampu menjadi sahabat bagi seorang IRT dalam menuangkan berbagai pergumulan yang dihadapi hari lepas hari. Walaupun secara lisan tidak terucap namun secara tulisan mampu mengurangi beban dan keluh  kesah.

Menariknya, dewasa ini menjadi blogger bukan lagi sekedar tempat curhatan belaka. Bayangkan modal menulis saat ini bisa menghasilkan pundi-pundi tambahan bagi seorang wanita full time di rumah.

Semenjak hampir 3 (tiga) tahun bergabung di dunia blog, banyak sekali manfaat yang didapatkan. Tentunya adalah penghasilan bulanan dari berbagai sponsor, brand dan lomba menulis.

Bersyukurnya sampai bulan Februari ini sudah mendapat 50 penghargaan menulis dengan berbagai hadiah yang mampu menunjang kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, walaupun terkadang label IRT itu ‘menyakitkan’ di lain sisi bisa membanggakan asal mau berusaha dan berjuang sedemikian rupa.

Blogpreneur dapat dikerjakan kapan dan di mana saja. Oleh karena itu, salah satu impian yang terus dijalani sampai saat ini adalah menjadi penulis blog yang menghasilkan karya dan meningkatkan keuangan keluarga.

Impian-impian di atas ada yang akan diwujudkan dan ada juga yang sedang dijalankan. Menjual hasil barang kerajinan tangan secara online sedang dalam penjajakan dan mencari pasar. Untuk blogpreneur adalah kegiatan yang saat ini terus dijalankan.

Pemasaran online serta menjadi narablog tidak terlepas dari dunia digital. Dalam industri 4.0 ini, berharap banyak wanita yang semakin peka terhadap perkembangan industri yang sekarang serba online dan menjadi start-up.

Harapannya, wanita dengan label IRT ini mampu menerobos industri 4.0 dengan berusaha dan belajar untuk mengetahui lebih dalam dunia digital. Masalah yang sering dihadapi adalah kuota yang terbatas.

“Hendak hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.” Pribahasa ini tepat sekali diberikan kepada wanita yang ingin belajar menjadi pengusaha kerajinan tangan berbahan sampah serta menjadi narablog melalui internet namun kuota terbatas dan sinyal yang kurang maksimal.

Belum lagi jika pihak klien minta upload tulisan bersamaan dengan video testimoni secara mendadak. Ini sering menjadi penghalang dan belum lagi kuota habis di tengah jalan, hal ini benar-benar menjadi penghambat wanita untuk mengembangkan sayap di dunia bisnis. Tentunya wanita tidak mau kalah dengan kecepatan dunia digital maka butuh solusi internet yang maksimal. Oleh karena itu, yuks pilih solusi internet yang mendukung kreativitasmu.

Categories: Blog

55 Comments

Raisa Hakim · February 28, 2019 at 3:14 am

Jangankan yang biasa kerja lalu stay mbak aku aja yang total stay as a house wife sering banget bosan sama kegiatan itu-itu aja jadinya usaha dan ngeblog. Mupeng nih sama paket myrepublik semoga ada di daerahju secepatnya

    ardasitepu · February 28, 2019 at 3:52 am

    Kita doakan mba Raisa biar hadir MyRepublc di semua daerah 🙂

Melly Feyadin · February 28, 2019 at 3:20 am

Menarik banget ya mbak klo internet lancar, usaha online jg makin lancar.
Aku seneng liat kerajinan tangan kayak gitu. Pada kreatif2 banget.

    ardasitepu · February 28, 2019 at 3:52 am

    Terima kasih mba e. Sukses selalu 🙂

merisa putri · February 28, 2019 at 3:38 am

Ya Allah … semoga aku pulang nanti my republic sudah menyebar ke daerahku. Baik daerah Payakumbuh ataupun kabupaten bandung. Biar aku bisa ngeblog dg lancar dan bisa berprestasi kaya mba arda sitepu. Aamiin. #mupeng.com

    ardasitepu · February 28, 2019 at 3:51 am

    Huaa mba Merisa kita doakan mbacMyRepublic nyampe ke daerah-daerah mba:)

iidYani · February 28, 2019 at 5:01 am

Emang sebagai ibu rumah tangga kita harus memutar otak agar mempunyai penghasilan tambahan walaupun dari dalam rumah, sy juga skrg selain jadi reseller juga ngeblog nih, bisalah nanti pas saya di medan jadi reseller craftnya mba hehe, oya myRepublic ini bisa akses dari hp ya mba, seperti kartu gsm gitu?

    ardasitepu · February 28, 2019 at 5:48 am

    Makasih mba e, kalau MyRepublic ini seperti jaringan fiber optik yang ditanamkan ke rumah, semacam wifi gitulah mba untuk rumah.

Echi mustika · February 28, 2019 at 5:32 am

Ya ampun cantik-cantik banget mba hasil karyanya, bisa mengurangi limbah plastik nih, dulu ak coba belajar bikin tas ayam dr limbah bungkus kopi dan jujur saya nyerah mba nggak telaten

    ardasitepu · February 28, 2019 at 5:47 am

    Wah semangat mba, kalau ada usaha pasti ada jalan hehe.

Siska Dwyta · February 28, 2019 at 7:09 am

Mupeng liat pencapaian mbak Arda. Udah jago bikin kerajinan tangan, hebat juga menulisnya. Seingat saya mbak Arda juga pinter menjahit yah. Duh, bener-bener sosok IRT yang produktif banget.

Dewi Natalia · February 28, 2019 at 8:47 am

aku mau dong mba diajarin jadi craftpreneur. Itu keren2 banget hasil craftnya dan bisa dijual lagi pula. Tetap berkarya mba! Salam kenal…

Ira Hamid · February 28, 2019 at 9:46 am

Tas dan guci anti pecahnya cantik banget, Mba. Gak nyangka yaa, di tangan orang kreatif, barang yang kelihatannya tak berguna lagi bisa disulap menjadi barang baru yang lebih indah dan bernilai ekonomi tinggi 🙂

    ardasitepu · February 28, 2019 at 11:20 am

    Amin mba, semoga usahaku ini bisa dieksekusi segera.

Ira · February 28, 2019 at 9:51 am

di rumah mama ada keranjang yang terbuat dari sampah plastik air kemasan. Mama membelinya dari tetangga yang suka membuat barang-barang dari sampah plastik 🙂

    ardasitepu · February 28, 2019 at 11:20 am

    Iya ya mba, kreatif juga ember dari sampah plastik.

Reyne Raea (Rey) · February 28, 2019 at 2:41 pm

kereeenn banget mba bisnisnya.
Salut banget ama inovasi2 yang hebat dari para pebisnis dari rumah.
Apalagi jika bisa memanfaatkan bahan2 yang aslinya udah masuk kategori sampah.
Kereeeeennn pokoknya.

Padahal sebelumnya bahan2 tersebut gak ada nilainya, setelah disulap eh jadi benda dengan nilai seni yang tinggi 🙂

    ardasitepu · February 28, 2019 at 2:49 pm

    Iya mba berusaha untuk cari ide baru lagi biar bumi bebas sampah.

Hidayah Sulistyowati · February 28, 2019 at 3:44 pm

Akutu bersyukur banget, saat resign suami langsung pasang wifi di rumah. Jadj nggak bakal bosen di rumah karena ada kegiatan nulis atau belanja online, hihii

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:30 pm

    Iya mba semakin berkreasi dan berwirausaha ya.

Diah · February 28, 2019 at 4:32 pm

Mbaaak, itu gucinya cantik banget, unik pula yaaa. Duuh klo dekat pengen deh belajar langsung ama Mbak buat kerajinan2 gini, tasnya juga kece 🙂
Mbak kerreenn banget, 3thn serius ngeblog punya penghargaan segitu banyaknya..
Semoga MyRepublic juga bisa segera masuk ke Sulawesi juga nih ya biar semua bisa merasakannya juga.

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:30 pm

    Makasih mbak, di Sulawesi ya? Wah jauh juga hehe.

Elly Nurul · March 1, 2019 at 5:34 am

Subhanallah.. 50 penghargaan mba.. ikut seneng dan bangga deh mba atas prestasinya.. walaupun ibu rumah tangga tapi tetep bisa berkontribusi untuk Indonesia secara umum dengan tulisan-tulisan mba dan juga khususnya bagi keluarga ya mba dengan bonus hadiah menang berbagai kompetisi menulis.. keep inspiring ya mba Arda

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:29 pm

    Amin, terima kasih mbak. Ayo berkembang dan maju bersama, kita sebagai wanita harus bisa.

Linimasaade · March 1, 2019 at 6:47 am

Tulisan Mbk Arda selalu menghipnotis nih keren banget mbk..Suka sama inovasi kreatifnya bisa dijadikan ladang bisnis walaupun dari sampah plastik

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:29 pm

    Iya mbak, semoga kesampean ya jadi pengusaha sampah plastik hehe.

CatatanRia · March 1, 2019 at 6:47 am

saya itu sangat salut sekali sama wanita yang bisa membuat kerajinan tangan 😀 kreatif sekali, beberapa kali saya mencoba tapi hasilnya zonk hihihi. mungkin memang saya hanya bisanya di menulis ;D

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:28 pm

    Makasih mba, ayo dicoba lagi semakin dicoba semakin terlatih dan teruji. Semangat 🙂

Lidya · March 1, 2019 at 10:20 am

kreatif banget dari kartu remi bisa jadi guci mewah, ini dibutuhkan kesabaran ya waktu buatnya. Untung aja bisa ngeblog ya mbak jadi ada kegiatanjuga di rumah, bener banget biar IRT tetap waras butuh penyaluran.
Aku penasaran sama MyRepiblic ini nih, gak tau masuk gak ya ke daerah rumahku. Kalau internetnay kenceng mau juga daftar.

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:28 pm

    Belajar dari Ibu saya Mbak. Semoga bisa jadikan bisnis tahun ini.

Yoanna Fayza · March 1, 2019 at 2:58 pm

Kayaknya aku memang ditakdirkan jadi emak-emak rumahan, setelah resign dari kantor berasa happy banget, nggak pernah kangen balik kerja lagi heheeh. Padahal di rumah juga nggak pakai ART, tapi bisa tidur siang bareng anak setiap hari itu rasanya nikmat bangeet hahaaah.
Tapi setelah anak-anak sekolah ya tetap berusaha cari aktivitas yang bisa nambah uang jajan, salah satunya jadi blogger ini. Kalau pakai MyRepublic pasti kegiatan bloggingku bisa lebih lancar lagi yaa, ngarep MyRepublic cepat masuk Jogja juga 🙂

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:27 pm

    Jadi blogger adalah salah satu pilihan yang tepat dan MyRepublic mampu memenuhi kebutuhan internet.

Natara · March 1, 2019 at 3:38 pm

Tas dan guci asli cantiiikkkk banget kak, produce craft seperti ini memang akan lebih mudah dipasarkan secara online ya kak agar jangkauan nya lebih luas, Alhamdulillah udah ada my republic

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:26 pm

    Iya mau dipasarkan secara online biar lebih banyak pelanggan mbak.

Nyi Penengah · March 1, 2019 at 5:19 pm

Mantep banget yay Republik ini.
Aku malah baru tahu mba.
Waaa itu kerajinannya memang hits ya. Aman apalagi gucinya anti pecah

    ardasitepu · March 1, 2019 at 5:26 pm

    Iya mba, semoga MyRepublic hadir di kota-kota di Indonesia ya mba.

April Hamsa · March 1, 2019 at 9:59 pm

Kalau zaman skrng untungnya ada internet ya mbak, jd banyak perempuan yang bisa memanfaatkan kehadiran inet buat berkarya juga. Tentu aja mestinya ada dukungan dr org terdekat sih.
Kalau mau kreatif dan enggak males usaha pastinya di rumah jg bisa produktif yaaa

    ardasitepu · March 2, 2019 at 12:05 am

    Iya setuju mbak, internet memudahkan IRT untuk berkreasi.

Rani Yulianty · March 1, 2019 at 10:12 pm

Duh baca artikel ini jadi malu, sebagai IRT belum melakukan bisnis apa-apa, malah sibuk menggalau ria dengan rutinitas harian dan kekacauan rumah karena aktivitas kinestetik anak-anak, mba Arda hebat muktitasking, bisa bikin craft tas dari plastik, guci antioecah, bahkan prestasi kece di dunia blogging, duh malu banget deh bacanya, sukses ya, dan pengen juga sih coba myrepublic, kalau lihat paketnya kayaknya masih terjangkau juga ya

    ardasitepu · March 2, 2019 at 12:05 am

    Makasih mbak Rani, kita pasti bisa dan semangat mencoba banyak hal ya. Salam sukses.

Mechta · March 1, 2019 at 10:15 pm

WOW!! Hasil karya tanganmu kereeen sangaaaat, mbak! Kerajinan tangan yg indah & unik juga tulisan yg ciamik.. Semoga sukses selalu ya mba…

    ardasitepu · March 2, 2019 at 12:04 am

    Amin, makasih Mba Mechta. Semoga tahun ini bisa wujudkan usaha.

Jiah · March 2, 2019 at 12:30 am

Kalau bikin kerajinan itu kudu telaten betul dan aku gak bisa nyambi ini itu. Mungkin kalau jafi WRT larinya ke blog karena sudah terlalu nyaman di dunia ini

Noorma · March 2, 2019 at 1:58 am

Salut utk semua orang kreatif apalagi wanita dan hbisa berdaya menghasilkan produk bernilai ekonomi gini

    ardasitepu · March 2, 2019 at 10:26 am

    Terima kasih mbak, ayuk kita semangat meraih prestasi.

Uniek Kaswarganti · March 2, 2019 at 2:29 am

ah iyaaa…dengan dukungan jaringan melalui My Republic ini, para wanita bisa makin meluaskan kepakan sayap bisnisnya di dunia maya ya. Makin potensial untuk dilirik pembeli kan kalau sudah bisa promosi di internet.

    ardasitepu · March 2, 2019 at 10:27 am

    Iya bener mba, kalau web nya cepat maka penghasilan pun menambah.

Istiadzah Rohyati · March 2, 2019 at 3:31 pm

Kaaaakkk keren kaliii menang2 terus kutengok. Ish mantap kali memang kakak satu ni lah… Ngomong2 MyRepublic, aku tahu provider ini dari temenku yg sempet kerja di situ.

    ardasitepu · March 2, 2019 at 4:33 pm

    Wah mantap kalau bisa MyRepublic penuhi kebutuhan ya.

Istiadzah Rohyati · March 2, 2019 at 3:36 pm

Ya ampun Kak… Aku salfok sama achievements-nya. Btw, aku tahu MyRepublic ini dari temenku yg pernah kerja di sana.

Angel · April 27, 2019 at 1:51 am

Kak arda keren banget si. Pen banget belajar nulis dari kaka.
Semangat terus kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!