Hari ini adalah kali kedua saya menjejakkan kaki di Kampung Berseri Astra Cengkeh Turi. Tidak ada lagi keraguan untuk tempat dan lokasi yang dituju. Berbekal pengalaman pertama ke tempat ini, tepatnya ke UKM Christin Collection. Kali ini rasa penasaran saya bertambah terhadap pilar pendidikan yang berada di KBA Cengkeh Turi.

Selain peningkatan ekonomi masyarakat kampung sekitar dengan pemberian dukungan ke UKM, maka Astra juga melihat dari sisi kemajuan dan kecerdasan anak-anak sekitar kampung tepatnya di lingkungan VI Cengkeh Turi. Hal ini terlihat saat saya melakukan perjalanan dan mengunjungi sebuah sekolah yang didukung oleh Astra.

Syukurnya, kali ini udara terasa sejuk, berbeda dengan kedatangan saya yang pertama diwarnai dengan terik matahari. Hujan baru saja selesai mengguyur daerah Jalan Sabit Cengkeh Turi. Alhasil, lahan sekolah masih terlihat basah dan sedikit becek. Namun, bagi seorang Ibu Hamil 7 bulan, udara sejuk inilah yang dinanti-nanti untuk melakukan wawancara dengan pimpinan sekolah.

Sekolah ini terletak tidak jauh dari gang pertama masuk Jl.Sabit. Di depan sekolah langsung terlihat plang bertuliskan “Adiwiyata Nasional SD Negeri 028067” Sejujurnya, saya terkagum-kagum melihat Sekolah Dasar ini, karena dari gerbang utama sudah disambut dengan pepohonan rindang dan berbagai tanaman.

Plang SD Negeri 028067 (dok.pribadi)

Warna-warni bunga pun seolah mengantarkan saya ke sebuah ruangan Perpustakaan. Pikiran saya sesaat melayang ke masa lalu, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, boro-boro punya perpustakaan, buku bacaan pun masih minim bahkan dapat hibah dari kakak kelas. Namun, di sini saya melihat sebuah perpustakaan yang penuh dengan buku bacaan anak. Menariknya, di depan perpustakaan terdapat sebuah gerobak “Ayo Membaca” dari Astra.

Tiba-tiba seorang wanita berkerudung keluar dari perpustakaan dan memanggil saya dengan senyuman hangat. “Mba Anggraini ya? Saya lihat di grup WA kalau Mba mau meliput di sekolah ini. Wah lagi hamil besar, hebat juga ya bisa jauh-jauh datang kemari.” Tambahnya seolah kagum.

Semula agak canggung untuk memulai pembicaraan karena belum mengenal dengan pasti Kepala Sekolah tersebut. Dengan nada polos, saya pun bertanya, “Ibu ini Ibu Nurhalimah ya? Kepala Sekolah di sini? Bu Nurhalimah langsung mengiyakan dan mengajak masuk ke dalam perpustakaan.

Seperti biasa saya langsung memulai obrolan karena takut menyita waktu Bu Nurhalimah dalam memberikan pengajaran ke siswa atau kegiatan rapat dengan guru lainnya. Ternyata sekolah dasar yang dipimpin oleh Bu Nurhalimah merupakan satu-satunya sekolah di Sumatera Utara yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Sejujurnya, masih belum tahu apa penghargaan yang dimaksud.

Sambil duduk santai di karpet biru, Bu Nurhalimah menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil atau mampu mengembangkan penghijauan di sekitar sekolah dan anak-anak didik juga mencintai lingkungan. Melihat sekolah yang rimbun penuh pohon, memiliki bak sampah bahkan pengelolaan kompos maka sudah layak sekolah ini mendapatkan penghargaan bertaraf nasional tersebut.

Bak Sampah SD Negeri 028067 (dok.pribadi)

Sembari tersenyum Bu Nurhalimah juga berkata “Mba, kalau sekolah sudah asri begini tentunya anak-anak juga nyaman belajarnya, jadi tinggal meningkatkan kualitas pendidikannya saja. Apalagi jaman sekarang menambah kemauan belajar untuk anak-anak itu lumayan sulit, tambahnya.

Wanita berkerudung tersebut juga menerangkan kalau minat membaca buku menurun drastis dari tahun ke tahun. “Oleh karena itu, kita upayakan agar sekolah ini selain nyaman juga mampu menumbuhkan kegiatan membaca yang baik. Kan, membaca itu baik untuk masa depannya kelak, tambah Bu Nurhalimah seraya menunjuk ke arah buku-buku di dalam perpustakaan.

Perpustakaan SD Negeri 028067 (dok.pribadi)

MURID SEKARANG BERBEDA DENGAN DULU

Bu Nurhalimah merupakan seorang tenaga pendidik yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunia pendidikan. Mau tidak mau, beliau menilai banyak perbedaan antara murid dulu dengan sekarang. Selain minat baca yang kurang, murid sekarang sudah terimbas pada teknologi. “Ya, Mba Anggraini kalau sekarang murid-murid lebih suka main handphone atau nonton tv daripada belajar”, ucap Bu Nurhalimah.

Rasa tanggung jawab serta bergotong-royong juga semakin menipis. Kalau tidak diajak kembali maka kemungkinan norma-norma tersebut akan menjadi barang langka di generasi mendatang. Oleh karena itu, Bu Nurhalimah sebagai pimpinan sekolah selalu berusaha untuk serius mendukung hal-hal tersebut.

Beliau juga bercerita bahwa tenaga pendidik di SD Negeri 028067 tidak dapat berdiri sendiri membangun minat baca anak-anak tanpa bantuan pihak Astra. “Kami bersyukur sekolah ada di lingkungan VI sebagai Kampung Berseri Astra, jadi dari pilar pendidikan yang ditanamkan Astra maka sekolah kami terpilih untuk mendapatkan banyak fasilitas dari Astra”, cerita Bu Nurhalimah. “Selain gerobak baca, ada juga buku-buku, lukisan dinding sekolah yang memacu semangat anak-anak serta beasiswa untuk anak didik sampai jenjang kuliah, Mba,” tambahnya.

Gerobak Baca SD Negeri 028067 sumbangan dari Astra (dok.pribadi)

Bu Nurhalimah juga menyampaikan bahwa buku-buku yang diberikan sangat bermanfaat untuk anak-anak. Oleh karena itu, sekolah membuat program membaca di hari Rabu dan Sabtu. Anak-anak bebas membaca buku di lingkungan sekitar sekolah dan dapat mengambil bukunya di gerobak baca atau langsung ke perpustakaan. Menariknya, perpustakaan yang sudah disulap dengan karpet biru oleh pihak Astra tentunya sangat nyaman untuk anak-anak membaca buku.

BEASISWA MEMBANTU ANAK MERAIH CITA-CITA

Selain itu, SD Negeri 028067 juga mendapatkan bantuan beasiswa untuk beberapa anak yang kurang mampu. “Anak-anak di sekolah ini memiliki orang tua dengan ekonomi menengah ke bawah, terkadang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya sangat sulit, jadi mengharapkan beasiswa,” jelas Bu Nurhalimah.

Penasaran dengan anak yang mendapat beasiswa, maka saya pun tertarik untuk berbicara dengan salah seorang anak penerima beasiswa. Bu Nurhalimah pun menyambut baik dengan memanggil seorang siswi penerima beasiswa.

Tak lama kemudian, siswi berkerudung putih menghampiri dengan tersenyum. Siswi tersebut bernama Fadila Firda, mendapatkan beasiswa karena nilai rapot yang cukup baik serta ekonomi orang tua yang kurang. Terlebih Fadila tinggal dengan ibu yang hanya berjualan setelah berpisah dengan ayah Fadila.

Saat ditanya, apa kegiatan sehari-hari setelah pulang sekolah serta cita-citanya kelak maka wanita berkulit sawo matang tersebut dengan senyuman menyampaikan bahwa kegiatan sehari-hari adalah membantu ibunya berjualan serta berharap nanti dapat menjadi seorang dokter. “Mau jadi dokter kan bisa bantu orang sembuh dari sakit penyakit dan bisa berbuat baik sama orang”, kata Fadila.

Fadila Firda Penerima Beasiswa Astra (dok.pribadi)

Di samping itu, Fadila merasa bahagia mendapatkan beasiswa dari Astra karena untuk biaya mungkin sudah terbantu tinggal menambahkan semangat belajar demi menggapai cita-citanya. “Dulu sudah janji kalau dapat beasiswa jadi makin rajin belajar dan bantu ibu,” ungkap Fadila.

Setelah bercerita dengan Fadila, anak penerima beasiswa tersebut maka Bu Nurhalimah mengajak saya mengelilingi lingkungan sekolah. Mulai dari melihat kelas demi kelas, kantin murid, bak sampah, apotik hidup, sampai kepada pembuatan kompos.

Lingkungan SD Negeri 028067 (dok.pribadi)

Bu Nurhalimah juga menunjukkan gerobak baca yang dapat didorong dan dipindahkan posisinya ke sekitar lingkungan sekolah. Sambil berjalan Bu Nurhalimah berharap kegiatan kerjasama ini terus berjalan dan bimbingan dari Astra terus ada untuk menciptakan anak-anak unggul dan berprestasi untuk generasi mendatang.

“Apalagi sekitar 2 tahun MOU dengan Astra akan berakhir, berharap kami terus dibina, beasiswa untuk anak-anak ditambah dan mungkin nanti meminta paving block sekolah. Karena kalau hujan sekolah jadi becek sekali seperti hari ini,” kata Bu Nurhalimah seraya menunjuk ke halaman.

Di samping itu, Bu Nurhalimah bersyukur karena murid didiknya juga setiap semester bertambah wawasan karena pihak Astra membawa sekitar 60 murid untuk jalan ke kantor Astra. Setelah itu, pikiran anak terbuka dan cita-cita mereka bukan hanya jadi guru, polisi, bidan, dan sebagainya tapi sekarang sudah berpikiran untuk bekerja di bidang otomotif, pemasaran dan bekerja di kantor.

Kepala Sekolah Negeri 028067 beserta guru dan murid di depan lukisan sumbangan Astra (dok.pribadi)

Setelah mengelilingi sekolah, kami pun berpisah di perpustakaan tempat pertemuan awal, dengan bangga Bu Nurhalimah juga menunjukkan beberapa hadiah dari Astra pada saat 17 Agustus kemarin berupa paket buku dan siap untuk dibaca oleh anak-anak. “Saya sebagai pendidik cuma bisa mengarahkan anak-anak mencapai masa depannya, Astra mendukung dalam bentuk fasilitas dan lingkungan sekolah yang hijau membuat mereka nyaman menuntut ilmu,” tutup Bu Nurhalimah sambil mengantarkan saya ke gerbang sekolah.

Paket Buku dan Alat Belajar dari Astra ke SD Negeri 028067 (dok.pribadi)

“Ing Ngarso Sung Tuladha”

(Di depan memberi teladan)

“Ing Madya Mangun Karsa”

(Di tengah memberi bimbingan)

“Tut Wuri Handayani”

(Di belakang memberi dorongan)

­-Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Anugerah Pewarta Astra 2018

Categories: Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *