Salah satu profesi yang naik daun saat ini adalah content creator. Hal ini dikarenakan dunia masuk ke dalam industri 4.0 yang membuat berbagai brand menggunakan digital marketing untuk mempromosikan berbagai macam produk baik barang maupun jasa.

Alhasil, banyak orang yang memiliki passion dalam content creator mulai bermunculan di media sosial apakah sebagai blogger, vlogger, influencer, buzzer dan sebagainya. Menariknya, profesi ini tidak pernah mengutamakan ijasah atau berapa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saat kuliah dulu. Umumnya, hanya melihat jumlah follower, engagement dan seberapa handal dalam membuat konten.

Oleh karena itu, content creator menjadi salah satu profesi yang cocok untuk seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) seperti saya. Hal ini dikarenakan jadwal kerja atau membuat konten dapat diselaraskan dengan urusan keluarga terkhusus anak-anak.

Semenjak, banting setir dari dunia keuangan menjadi IRT dan sekarang belajar menjadi seorang content creator maka banyak pengalaman berharga yang didapatkan. Tidak hanya dari benefit akan tetapi setiap hari berusaha untuk menciptakan ide agar konten yang dihasilkan menarik dan bermanfaat bagi banyak orang. Di samping itu, menjadi seorang content creator umumnya memiliki banyak teman atau berkesempatan mengenal orang hebat dari berbagai belahan bumi.

Sejujurnya, tidak mudah menjadi seorang content creator bahkan menurut saya lebih sulit dari mengerjakan laporan perpajakan perusahaan setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan, setiap konten memiliki keunikan tersendiri, tak hanya satu disiplin ilmu yang diterapkan tetapi dari berbagai sudut pandang.  

Apalagi untuk seorang IRT yang harus membagi waktu antara mengurus anak-anak dan membuat blog, video atau mengejar deadline yang sudah diberikan oleh pihak agency atau brand. Tak jarang seorang IRT yang berperan sebagai content creator ini bangun lebih pagi dan tidur lebih larut untuk mengerjakan berbagai tugas atau kontrak kerja.

Tak hanya itu, seorang content creator akan selalu berada di depan kamera dan laptop setiap harinya. Bagi pemula seperti saya, biasanya belum menggunakan kamera yang super dan crew yang bisa mengambil foto atau membuat video. Semua dilakukan sendiri, mulai dari konsep, eksekusi di depan kamera sampai kepada tulisan atau video.

Satu-satunya alat yang menjadi sahabat dalam mengerjakan berbagai konten adalah smartphone andalan. Walaupun terbilang sudah 4 tahun menggunakan smartphone ini, setidaknya mampu membantu dalam mengerjakan berbagai konten.

Masalahnya, hal yang selalu membuat kadar gula darah meningkat adalah saat asik membuat video, tiba-tiba terdapat tulisan “MEMORY FULL”. Kebayangkan betapa ‘bete’ nya saat itu. Waktu deadline sudah mepet dan harus buru-buru memindahkan semua file smartphone ke laptop.  

Kebayangkan harus take time sampai sejam lebih untuk memindahkan semua data. Alhasil, pekerjaan terganggu dan pastinya saat-saat yang tepat untuk bekerja sudah habis karena harus kembali ke dunia anak dan suami.

Di sini kadang saya merasa sedih kepada deadline, diri sendiri dan memori smartphone yang penuh. Biasanya, konten yang dihasilkan juga kurang maksimal.    

Ada lagi cerita yang memilukan saat mengerjakan konten. Walaupun masih belajar dalam mengerjakan konten setidaknya ada beberapa brand yang percaya untuk mengirimkan berbagai produknya.

Suatu ketika, pekerjaan mengambil video untuk media sosial sudah dilakukan dan file-nya masih tersusun rapi di smartphone dan akan dipindahkan ke laptop untuk diolah. Namun apa yang terjadi??? Ternyata handphone dimainkan si kecil dan tanpa sengaja menghapus semua foto dan video tersebut. Kebayang betapa hancurnya hati ‘emak’ yang tidak bisa marah pada anak di bawah umur.

Padahal esok hari sudah deadline, produk sudah di-unboxing bahkan sudah diacak-acak dan file-nya hilang semua. IRT ini seperti kebakaran jenggot dan tidak tahu lagi harus bagaimana. Jika dibatalkan maka ada kesan tidak serius atau profesional menerima pekerjaan.

Alhasil, tarik nafas dalam-dalam dan kembali mengerjakan konten dari awal dengan keadaan terpaksa. Tetap saja konten yang dihasilkan tidak maksimal dantentunya ada kekecewaan tersendiri.

Umumnya, seorang content creator akan selalu berhubungan dengan deadline dan jadwal posting. Sehingga terkadang tak ada waktu untuk menyimpan data atau file dari handphone. Terkadang ada kemalasan untuk memindahkan file ke laptop atau hardisk eksternal. Sehingga menjadi boomerang sendiri bagi seorang content creator.

Suatu ketika, saya melakukan pengambilan foto dengan anak yang sedang bermain. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan sebuah produk susu.

Para ibu mungkin sudah mengerti bagaimana betapa susahnya mengambil foto yang bagus apabila modelnya adalah seorang anak kecil. Hebatnya, pengambilan foto sampai 3 jam karena belum dapat foto terbaik.

Bayangkan, lebih dari 200 foto yang diambil. Tiba-tiba saat ingin melanjutkan pemotretan ternyata memori handphone penuh dan harus menghapus banyak foto. Tetapi ada beberapa foto yang bagus untuk dikoleksi tapi berhubung memori penuh maka foto-foto tersebut harus direlakan untuk dihapus.

Beberapa bulan kemudian, kembali dapat pekerjaan untuk mengambil gambar si kecil yang sedang bermain. Namun, karena foto-fotonya sudah banyak yang dihapus maka menjadi PR lagi untuk mengulangi pekerjaan yang sama. Benar-benar file yang #dibuangsayang namun memori handphone tidak mendukung pekerjaan ini.

Seandainya foto atau video sebelumnya terlebih dahulu dipindahkan maka tidak akan terjadi kekurangan memori. Kejadian seperti ini umumnya akan mengganggu mood seorang content creator dalam bekerja.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DEKA dan dikomisikan oleh Western Digital Corp ternyata ada 67% orang di Indonesia yang pernah kehilangan data di smartphone. Salah satunya adalah saya, tidak hanya kesal tapi gula darah juga ikut naik.

Bekerja sebagai content creator setidaknya harus rajin melakukan back-up data. Namun, dikarenakan kesibukan dan kemalasan maka kegiatan back-up data adalah prioritas terakhir. Menurut, Amy Tan, Direktur Sales Region Western Digital bahwa sibuk membuat konten maka lupa melindungi konten penting tersebut.

Menurut survei dikatakan juga bahwa 80% pada dasarnya orang sadar pentingnya mem-back up data. Tapi hanya 1/3 orang yang benar-benar melakukan hal ini yaitu back up data secara rutin setiap minggu atau setiap bulannya.

Apalagi umumnya, memori smartphone yang digunakan adalah 16-32GB, tentunya memori ini tidak cukup untuk mendukung pekerjaan seorang content creator. Sehingga dibutuhkan solusi untuk menjawab kebutuhan memori tambahan bagi penggiat konten.

Kendala dan masalah yang sering terjadi bagi seorang penggiat konten khususnya dalam penyimpanan file di smartphone dijawab oleh SanDisk yaitu SanDisk Dual Drive dan iXpand® Flash Drives. Alhasil, penggiat konten dapat menjaga, menyimpan, mengelola foto dan video berharga. Berikut 4 (empat) solusi bagi penggiat konten agar terbebas dari memori penuh:

1. Membebaskan Memori Penyimpanan di Smartphone

SanDisk disajikan untuk membantu penggiat konten agar dapat dengan mudah membebaskan memori smartphone. Penggiat konten tinggal menyambungkan USB OTG SanDisk dengan smartphone untuk memindahkan foto atau video sehingga memori pada smartphone menjadi kosong. Di samping itu, perangkat ini juga merupakan solusi jika ingin mengganti smartphone karena dengan mudah memindahkan data ke smartphone yang baru.

    2. Plug and Play yang Praktis

    SanDisk Memory Zone dan iXpand Drive dapat mem-back  up foto dan video dengan cepat serta memindahkannya ke laptop atau smartphone lain jika dibutuhkan. Content Creator juga dapat mengatur aplikasi agar secara otomatis melakukan back-up secara otomatis setiap kali USB OTG (On The Go) dihubungkan ke smartphone.

    3. Back-up Konten Media Sosial

    Perangkat ini juga dapat mem-back up berbagai konten dari media sosial, seperti foto dan video ke USB OTG SanDisk. Oleh karena itu, penggiat konten tidak akan kehilangan konten yang penting dari akun media sosial.

    4. Upgrade Smartphone Untuk Menambah Kapasitas

    Penggiat konten juga harus melakukan upgrade kapabilitas penyimpanan di smartphone. Kartu memori SanDisk Extreme® microSDTM dengan spesifikasi A23 akan memberikan kenyamanan saat membutuhkan kapasitas yang lebih besar dalam melakukan pekerjaan.

    Hadirnya USB OTG SanDisk ini menjadi produk terbaik dalam back-up memori yang menjadi penyelamat setiap penggiat konten. Semenjak memiliki produk ini, pekerjaan sebagai content creator menjadi semakin mudah dan nyaman.

    Apalagi harus melakukan pengambilan foto atau video berkali-kali jadi tidak perlu kuatir lagi dengan memori yang penuh. USB OTG SanDisk ini terdiri dari berbagai macam yang dapat dipilih sesuai bentuk dan memori.

    Nah, yang masih bermasalah dan punya momen menyebalkan ketika kehilangan data di smartphone maka USB OTG SanDisk solusinya. Nah, kemarin saya membeli perangkat ini di SanDisk Shopee Mall.

    Saya memilih SanDisk Ultra Dual Drive M3.0 32 GB USB3.0 OTG Flash Drive dari #SanDiskAPAC dengan harga Rp90.500, selain kualitasnya bagus pengirimannya juga cepat. Saya memilih 32GB karena cocok dengan smartphone dan pastinya sangat mendukung pekerjaan sebagai penggiat konten. Sekarang tekanan dan gula darah menurun drastis karena memori smartphone aman, file juga terjaga, saatnya mengais rezeki sebagai penggiat konten. Kalau kamu punya pengalaman yang buruk dengan kehilangan konten atau harus membuang file disaat lagi sayang-sayangnya, yuks share di kolom komentar:


    26 Comments

    Indah Riadiani · October 2, 2019 at 5:21 pm

    Waaaaah jadi pengen beli Mba hape aku udah kaya gudang berantakan. Thanks loh mba infonya ❤️ Good luck ya semoga menang…u deserve to win

      ardasitepu · October 2, 2019 at 6:11 pm

      Terima kasih banget mbak, ayuk segera beli hehe.

      April Tupai · October 3, 2019 at 2:11 am

      Aku juga punya nih sandisk otg beda tipe doang hehe. Emang praktis banget pake ini buat nyimpen file2 gede dari hp

    Tika Samosir · October 2, 2019 at 5:57 pm

    Aku juga sudah punya nih USB OTG sandisk. Tapi gak bisa konek ke handphone aku. Itu karena apa ya?

      ardasitepu · October 2, 2019 at 6:10 pm

      Mungkin smartphone-nya Kak, karena ada yang 16GB, 32GB dan seterusnya. Coba cek memori maksimal tambahan yang bisa di cover sama memori eksternal seperti Sandisk USB OTG ini.

    lianny hendrawati · October 5, 2019 at 9:04 am

    Aku juga mau beli nih sandisk USB OTG biar bisa memindahkan data di hp secara cepat. Dua anakku udah kubelikan buat menyimpan data2 tugas sekolah mereka sendiri2, malah emaknya nih yang belum beli 😀

    Ciani · October 5, 2019 at 11:18 am

    Wuidiiihhh keren amat mak. Kudu beli juga nih aku, mencegah kebakaran jenggot, hhaa

    nurulrahma · October 5, 2019 at 1:19 pm

    Aaakkk ini barang ajaib buangett ya Mba
    Sangat bisa diandalkan oleh para content creator

    Li Partic · October 5, 2019 at 10:10 pm

    Gula darah bisa turun juga ya dengan punya usb otg? Hehee. Tapi emang bermanfaat banget itu, wajib dibawa kemanapun, karena memori penuh bisa terjadi kapanpun.

    Tetty Hermawati · October 5, 2019 at 10:57 pm

    selain quota internet, bagi blogger atau sosmed junkies rasanya perlu otg macam gini, karena emang hape tuh pasti penuh banget sama foto+aplikasi

    Natra Rahmani salim · October 6, 2019 at 2:42 am

    Asli deh kak arda aku baru tau sandisk ini praktis bener. Tinggal plug aja dj hp. Gak ribet. Aku poin yang seringnya di buang sayang. Apalagi kalo poto selfie. Haha. Terus dia tiny but mighty ya.

    Rohyati Sofjan · October 6, 2019 at 4:06 am

    Jadi, harganya cuma di bawah 100 ribuan? USB flash disk saya yang biasa dan termasuk bermerek diatas 100 ribuan untuk 4 giga saja karena dibeli sudah lama banget, 10 tahun lalu. Alhamdulillah, masih awet, tetapi itu untuk komputer doang dan jelas tidak bisa seperti USB OTG, hu hu. Repot pisan. Misal mau pindahkan film dari video kiriman anak sepupu di kota lain, saya harus pakai bluetooth untuk pindahkan ke komputer dan memori komputer saya juga sudah kayak gudang berantakan. Enak kalau punya SanDisk, bisa pindahkan sekaligus jadi tempat penyimpanan.

    Gioveny · October 6, 2019 at 11:46 am

    penasaran banget sama nama alat untuk vloggingnya ih kak, bisikin dong namanya hahaha. Aku belom punya juga nih usb otg, aman banget lah ya bisa backup data dulu kalau memory full

    Arinta Adiningtyas · October 6, 2019 at 11:57 am

    Memori hp yang full adalah makanan sehari-hari buat saya. Mau ganti ke hp yang memorinya besar kok dananya belum terkumpul, hiks.. Jadi, setiap mau datang ke event harus menyediakan waktu untuk memindahkan foto dan video dari hp ke komputer.

    Eh, sekarang ternyata kita bisa mindahin data langsung dari hp ke flashdisk yaa… Duh, SanDisk praktis banget deh. Harganya terjangkau pula. Besok harus beli nih, buat suami juga. 🙂

    Inggit Puji Sulastri · October 6, 2019 at 12:51 pm

    wah … sekarang simpen foto sudah aman ya … berkat adanya USB OTG Sandisk

    yola widya · October 6, 2019 at 3:22 pm

    memang harus punya back up data sih, mba…memori penuh itu menyebalkan

    Hidayah Sulistyowati · October 6, 2019 at 3:22 pm

    Sebel banget loh kalo samapi kehilangan data, terutama foto-foto kenangan. Bener sih, meski nggak dibutuhkan banget, tapi dibuang sayang juga ya. Aku sampai kepoin USB OTG Sandisk loh gegara anak-anak juga punya untuk nyimpen pekerjaan mereka dan donlot film

    Evalina · October 6, 2019 at 3:22 pm

    Wah, artikelnya mbak Arda selalu keren-keren ya gambarnya

    Dewi Sulistiawaty · October 6, 2019 at 4:40 pm

    USB otg SanDisk ini udah lama kan ya, Mba? Saya udah lama pakai otg SanDisk ini soalnya. Apa ini versi baru atau gimana ya, hihi *aku kudu apdet nih 😀

    Ida · October 6, 2019 at 5:26 pm

    Beneran jadi solusi buat akutu soalnya SanDisk OTG ini anti ribet

    yayat · October 8, 2019 at 8:45 am

    praktis yaaaa kecil gitu jadi bisa dibawa ke mana-mana.. misal travelling… kalo traveling kan ambil potonya bejibun…

    Fenni Bungsu · October 8, 2019 at 10:09 am

    Back up konten media sosial yang belum daku lakukan Kak Arda, padahal itu penting banget yak buat kita yang kerja di dunia medsos

    Anisa Deasty Malela · October 10, 2019 at 5:42 am

    Saya juga sudah punya nih 1 USB OTG dari ScanDisk yang harganya ga kelewat mahal, tapi fungsinya sangat membantu saya yang semua kegiatannya melalui smartphone.

    Faradila Putri · October 11, 2019 at 3:54 pm

    Nah iyaa dibuang sayang soalnya nanti siapa tau butuh yaa. Aku banyak nih foto yang mesti dibackup dan vdeo yang mesti diedit biar ciamik heheuu

    Agatha Revindra Widori · October 15, 2019 at 3:27 am

    Aku juga perlu nih USB OTG, secara ga mau banget sampai kehilangan foto2 moment tumbuh kembang anak kalo sampai ga ke back up.

    Ludyah Annisah · October 15, 2019 at 6:04 am

    USB OTG Sandisk mengerti kebutuhan pegiat sosial kayak kita ya mba. Jadi gak perlu khawatir lagi soal back up data, lebih mudah rasanya.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    google-site-verification=WJGukaelgaTyJndrjWp_6NB2YJ137Z2_0eaL95IoluM
    error: Content is protected !!