"Life Begin at 40"

“Kalau mau jadi full IRT sayang dong kuliahnya!  Nanti kalau anak-anak sudah gede kamu pengen ngapain? -Emakku-

Life Begin at 40 suatu kalimat yang selalu identik dengan situasi seseorang dalam mencapai kemandirian dan kemapanan. Sebelum umur 40 tahun maka setiap orang akan berbondong-bondong untuk mencapai prestasi, karir terbaik bahkan kehidupan yang lebih mapan dari sebelumnya. Apalagi untuk seorang wanita yang berumur 40 tahun mulai mencapai kebebasan finansial dan investasi jangka panjang.

Lha, bagaimana dengan eike di umur 30 tahun sudah menggantungkan semua baju dinas alias memilih menjadi full timer di rumah. Belasan tahun berkecimpung di dunia keuangan dan perpajakan maka saat menjadi ‘madu’ alias mak dua anak melepas semua jabatan. Sedih? Sedikit, soalnya suka iri lihat posting-an teman-teman yang udah pada punya jabatan lumayan dan gaji gede.

Dalam hati, mereka pasti punya kehidupan yang lebih baik ntar di umur 40 tahun. Kalau saya mah tetap ‘berdaster’ dengan segudang pekerjaan rumah tangga yang enggak ada habisnya dan tinggal di pojokan provinsi.

Perdana jadi full timer di rumah rasanya nano-nano banget. Bahkan semenjak punya si kecil, kewarasan seorang wanita berangsur berkurang. Jelas saja, setiap hari menghadapi rutinitas yang itu-itu aja selama 24 jam dalam 365 hari ditambah dengan kecerdasan kinestik anak di atas rata-rata. 

Boro-boro kenal model high heels terbaru, rambut aja jarang di sisir, syukurnya pakai conditioner setiap keramas jadi masih terlihat seperti model iklan – sambil kibas rambut.

Sebagian orang berpikiran bahwa IRT adalah pekerjaan yang mudah. Tinggal di rumah, bisa goyang-goyang kaki sambil nonton sinetron dan akhir bulan dapat gaji dari suami. Hadeuh… Ya kali bisa goyang kaki, yang ada goyang betis ngangkat jemuran setiap hari.

Oleh karena padatnya kegiatan di rumah, tak jarang IRT terkena berbagai sindrom seperti kurang percaya diri, merasa tidak dihargai, mengasihani diri sendiri dan sebagainya. Nah, agar IRT kembali waras berikut 3 (tiga) hal yang selalu dilakukan:

1. Me Time

Ketidakwarasan IRT dipengaruhi banyak hal. Salah satu jurus ampuh untuk emak-emak yang mulai jenuh apalagi memikirkan usia menuju 40 tahun (7 tahun lagi sih) adalah perbanyak ‘me time’. Sisakan uang belanja buat perawatan ke salon seharian, sekali-kali anak bisa dititip ke orang tua atau mertua asal jangan ke tetangga apalagi kang sayur yang lagi ngider di kompleks.

Di samping itu, wanita juga suka belanja maka beli pakaian atau hal-hal yang membuat mood meningkat. Nongkrong di cafe yang full wifi dan mulai berselancar untuk mengembalikan rasa percaya diri serta ngumpul bareng teman-teman.

‘Me time’ ini dapat dilakukan sebulan atau dua bulan sekali. Jangan sampai seminggu sekali atau setiap hari, bisa-bisa kita yang dititip suami ke rumah orang tua alias dipulangkan…

2. Musik

Menurut para ahli, mendengarkan musik menjadikan hidup lebih percaya diri dan berkembangnya intelektual serta pengetahuan. Orang yang suka mendengarkan musik akan memiliki kondisi psikologis yang tenang dan berpikiran jernih dalam menghadapi setiap permasalahan.

Nah, berhubung manfaatnya banyak sekali khususnya buat emak-emak jadi waras kembali maka mendengarkan dan memainkan alat musik adalah pilihan tepat kedua. Musik mampu membuat seseorang terhindar dari perasaan stres dan depresi.  

3. Menulis

Menulis adalah kegiatan yang dapat dikatakan sebagai jurus pamungkas. Penelitian menyatakan bahwa wanita setidaknya harus mengeluarkan 20.000 kata perhari sedangkan pria hanya 7.000 kata perhari. Bayangkan kalau puluhan ribu kata tersebut tidak keluar dalam sehari maka akan menimbulkan efek negatif bagi seorang wanita.

Tak aneh wanita cenderung lebih cerewet dan hobi ngomel. Salah satu cara ampuh untuk menghabiskan kata-kata tersebut setiap hari adalah dengan menulis. Oleh karena itu, buat para IRT agar tidak di cap ‘cerewet’ oleh suami dan anak-anak maka mulailah menulis.

Menulis juga sebagai wadah untuk menyalurkan ekspresi, bakat serta melatih kemampuan. Kali aja kelak jadi penulis terkenal, punya buku best seller dan dikenal seluruh penjuru Indonesia sebelum umur 40 tahun, alhasil kan jadi IRT yang sukses juga.

Bicara soal menulis, emak dua anak ini memang sedari kecil suka banget mengarang indah. Apalagi sebelum lulus kuliah udah ditawarin kerja di sebuah perusahaan majalah. Sedari itu mulai mengembangkan bakat menulis walaupun jurusan keuangan tak pernah mengajarkan tentang kaidah menulis dan sebagainya.

Mulai kenal blog di tahun 2009 alias 10 tahun lalu. Kalau ikutan #tenyearschallenge maka isi blog dulu semuanya tentang curhatan mulai dari gebetan yang tak kunjung nembak, kisah keluarga cemara sampai pada keprihatinan sebagai anak kos yang belum dikirim uang bulanan. Oleh karena tidak sesuai dengan tugas narablog dalam perkembangan era digital jaman now, maka semua isi blog pun dihapus.  

Sempat vakum selama 7 tahunan demi mengais rezeki sana-sini, pada tahun 2016 kembali lagi ngulik-ngulik blog. Pertama nulis yang ringan-ringan, sampai kepikiran untuk ikut lomba blog.

Setahun kemudian memberanikan diri untuk membeli hosting dan domain dari sisa uang belanja sembako di pasar setiap hari. Tujuannya sederhana, biar tampilan blog lebih kece, bisa di otak-atik dan nambah mood kalau mau nulis sesuatu.

Bahagianya, 3 (tiga) tahun ini sudah aktif mengisi blog dengan berbagai tulisan gado-gado. Kenapa? Ya, karena memang sebagian besar konten blog www.ardasitepu.com adalah kompetisi blog. Berbeda dengan kebanyakan blogger di Indonesia yang sudah memiliki niche blog seperti kuliner, traveling, beauty blog, fashion, dan sebagainya.

Ngomong-ngomong soal hadiah, hasil kompetisi juga mengembalikan kewarasan emak-emak untuk memiliki penghasilan sendiri dari rumah. Siapa duga, IRT bermodalkan laptop dan wifi bisa berpenghasilan bahkan mampu melengkapi semua kebutuhan rumah tangga. Tak tanggung-tanggung mulai dari laptop, handphone, printer, uang tunai, voucher belanja, jam tangan dan sebagainya.

Salah satu momen yang terindah sebagai narablog adalah saat berbagi tulisan, ikut kompetisi dan menantikan hasil pengumuman. Apalagi setahun penghasilan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Belum lagi kalau dapat tawaran kerjasama untuk review produk, udah dapat goodie bag-nya dapat rupiah lagi, menyenangkan bukan?  

Sedari itu, emak dua anak ini selalu berniat lebih serius untuk belajar lebih banyak lagi di dunia menulis, membuat konten yang menarik bahkan bermanfaat bagi banyak orang. Jadi narablog itu juga ibadah lho dan sebuah pekerjaan jaman digital yang membanggakan.

Menjadi narablog itu punya banyak hal positif seperti berbagi melalui tulisan, melatih kecerdasan merangkai kata dan kalimat, bertemu dengan penulis hebat dari berbagai pulau, menambah teman bahkan saudara dan tentunya menambah penghasilan bagi keluarga. So, yuks jadi narablog untuk ber-narasi.

Mumpung masih di bulan Januari jadi masih hot-hot nya untuk mendaftarkan resolusi serta mengeksekusinya. Sebagai emak yang sudah mulai padat merayap karena mengurus dua calon penerus bangsa, tentunya tidak patah semangat.

Resolusi pertama untuk dunia blog adalah membuat konten khusus dunia parenting. Dari dulu senang banget buat catatan kecil tumbuh kembang anak. Apalagi saat ini full time mantengin anak 24 Jam dengan segala kehebatan, kecerdasan dan prilakunya maka dalam waktu dekat akan berbagi tulisan tentang dunia mengasuh anak. Semoga tahun ini punya blog khusus dunia parenting dengan domain yang baru.

Resolusi kedua adalah monetisasi blog untuk sesuap nasi dan segenggam berlian. Halah… Tetap mengikuti kompetisi blog, menerima tawaran review produk sana-sini, dan target penghasilan sampai 80 Juta/tahun. “Menjemput rezeki di tahun 2019… Amin” #2019gantimobil

Kalau dulu sebelum nge-blog kewarasan mulai hilang, kepercayaan diri menurun dan berat badan bertambah. Setelah hampir 3 tahun ini fokus nge-blog maka IRT ini dengan yakin before 40 akan menjadi seorang narablog yang wara-wiri antar pulau layaknya founder-founder komunitas blog jaman sekarang. Membuat karya yang disukai para pembaca, kali aja besok-besok bisa jadi penulis buku best seller.   

Oleh karena itu, narablog di era digital memberikan dampak positif bagi status seorang IRT. Memiliki jaringan yang luas, pembelajaran setiap waktu serta bisa bermanfaat bagi banyak orang. Happy blogging…

Categories: Blog

8 Comments

Prita HW · January 29, 2019 at 10:02 am

Yeyyy, hidup emak2! Bener banget mbak, blogging adalah salah satu sarana buat aktualisasi diri yak, semoga resolusinya lancarrr jayaa, aamin

    ardasitepu · January 29, 2019 at 2:45 pm

    Amin mba. Makasih sudah berkunjung 🙂

Joe Candra · January 29, 2019 at 3:32 pm

Sumpahhhhhh aku bacanya ada ngakaknya, ada sedihnya juga. Mantabbbbb lah pokoknya emak2 satu ini hehhe lanjutkan kak, smg resolusinya tercapai yah kak 🙂

    ardasitepu · January 31, 2019 at 3:09 am

    Hehehe namanya juga sudah kembali sedikit waras. Thanks bang 🙂

Aldhi Fajar · January 29, 2019 at 3:38 pm

resolusi yang sangat terrencana mbak, setelah sekian lama malang melintang di dunia blog akhirnya 2019 mulai waras hehehe
aku baru mbak di dunia blog, sepertinya aku bakal melewati kesulitan dan tantangan untuk menulis yang menginspirasi.
semangat dan sukses selalu ya mbak,
salam kenal
Aldhifajar

    ardasitepu · January 31, 2019 at 3:10 am

    Salam kenal mas Aldhi, yuks jadi waras 🙂

Nabilla DP · February 1, 2019 at 6:57 am

Mbak, ini mah common problem ibu-ibu yang udah punya gelar tapi tetap memilih di rumah dan harus menerima sindiran kalau kita-kita ini pengangguran. Duh, nganggur apanya hahaha senang sekali baca tulisanmu mbak. Salam kenal 🙂

    ardasitepu · February 1, 2019 at 9:26 am

    Terima kasih mba Nabilla, salam kenal 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *