Hampir sepuluh purnama aku tidak menjejakkan kaki di kota ini. Kota yang menorehkan berjuta kenangan, kota yang mengajarkanku akan cinta mula-mula dari seorang Ibu kepada anak. Di sini banyak sekali masa lalu yang terbingkai dalam sebuah jalan cerita hidup yang sangat indah.

Binjai, tempat yang memberiku makna pendidikan, prestasi dan segudang rasa. Kota yang terkenal dengan penghasil rambutan, merah cerah dan ranum. Sepanjang jalan dihiasi dengan lampu penuh warna-warni dan tugu perjuangan yang berdiri kokoh di bundaran menuju pusat kota.

Masih segar diingatan sekitar 20 tahun lalu, Bu Regar bertanya kepadaku yang masih mengenakan seragam merah-putih, “Siapa yang mau jadi dokter?” tanpa pikir panjang aku langsung mengangkat tangan. Tak berhenti sampai disitu, Bu Regar kembali bertanya, “Apa yang dilakukan biar cita-citamu tercapai?” dengan logat Batak. Sambil tersenyum, tegasku “Harus rajin belajar  dan baca buku, Bu.” Semenjak itu, Guru yang baik hati dan tegas itu mulai memberikan perhatian lebih kepadaku. Dia selalu memberikan semangat dan menanyakan prestasi yang dicapai sampai duduk di bangku SMU.

Bu Regar selalu berkata bahwa kelak putra-putri Binjai akan mencetak sebuah sejarah yang baik di negeri ini khususnya di dunia pendidikan. Walaupun sekarang tidak menjadi seorang dokter, namun saya selalu mengucap syukur untuk semua para guru yang sangat sabar mendidik dari awal membaca, menulis dan berhitung. Sampai murid-murid yang dulu masih ‘ingusan’ sekarang sudah berdiri tegak bahkan memimpin di beberapa sektor pemerintah maupun swasta.

Beberapa teman-teman masa sekolah dasar dulu tentunya tidak seberuntung saya, yang dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Banyak faktor yang menyebabkan asa mereka pupus di tengah jalan. Faktor utama adalah masalah dana, yang tidak sanggup untuk melanjutkan pendidikan ke SMP, SMU bahkan dunia perkuliahan. Mungkin, dulu beasiswa atau bantuan belum terlalu banyak untuk siswa-siswi kurang mampu.

Bagaimana dengan hari ini???

“Pendidikan adalah tiket menuju masa depan dan masa depan itu adalah hari ini.”

Sambil melepas rindu dengan Ibu, kami bercerita banyak tentang Kota Binjai dan apa saja yang sudah terjadi di kota ini. Karena Ibu juga seorang tenaga pendidik, maka pembicaraan tak jauh dari perkembangan pendidikan dan sekolah. Tiba-tiba Ibu berkata “Kapan-kapan kamu main ke SD Cengkeh Turi, sekolah itu sudah dibantu oleh Astra. Sekolahnya sekarang makin bagus dan asri banget.” Penasaran dengan cerita Ibu, maka akhirnya saya memutuskan untuk melancong ke Sekolah Dasar yang tak jauh dari rumah. 

Saat hujan mulai reda lalu bermodalkan sepeda motor, saya menuju kelurahan Cengkeh Turi. Tepat di Jalan Sabit, saya memberhentikan sepeda motor, sesaat takjub dengan ucapan selamat datang Kampung Berseri Astra. Penasaran semakin ‘menggila’ dan ingin menjelajah ke sekolah seribu tanaman.

Tak jauh dari jalan utama, sampailah di Sekolah Dasar Negeri 028067 yang beken dengan Adiwiyata Nasional. Sore ini begitu mempesona disambut dengan tanaman hijau di sepanjang jalan menuju ruangan sekolah. Pertemuan pertama dengan sekolah ini sangat mengesankan. Tanaman-tanaman kecil seolah menyambut dengan tari-tarian dan mengiringi langkahku untuk menyusuri sekolah ini. Usut punya usut ternyata sekolah ini mendapatkan anugerah Adiwiyata Mandiri yaitu penghargaan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung-jawab terhadap lingkungan hidup.

Lukisan Astra Penuh Makna

Tiba-tiba mataku tertuju pada lukisan indah di sepanjang tembok sekolah. Lukisan yang begitu menginspirasi, tak hanya untuk orang dewasa tapi tentunya untuk anak-anak yang menimba ilmu di sekolah ini. Lukisan yang membawa semangat anak-anak untuk bercita-cita tinggi. Bersyukurnya, sore itu dapat berkomunikasi langsung dengan Kepala Sekolah, wanita berkerudung yang penuh dengan kelembutan menyampaikan bagaimana PT Astra Internasional. Tbk menjejakkan kaki di kampung Cengkeh Turi menjadi Kampung Berseri Astra (KBA) dan menetapkan SD ini sebagai sebuah role mode untuk sekolah yang berada di sekitar lingkungan bahkan se-kota Binjai.

Perangai yang penuh senyuman – Bu Nurhalimah, SPd menyampaikan bahwa PT Astra Internasional, melalui Keluarga Besar Astra Medan sangat membantu untuk anak-anak didik di sekolah. Astra melihat bahwa kebutuhan pendidikan yang layak dapat mencerdaskan bangsa dan hal ini merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga bantuan tak hentinya datang ke sekolah ini, mulai dari Gerobak Membaca, Kegiatan Menanam Pohon di sekitar lingkungan sekolah, buku bacaan dengan ratusan judul, bahkan setiap semester anak-anak di bawa untuk study tour ke PT Astra dan melihat bagaimana kinerja dan peran semua karyawan Astra yang penuh dengan kasih.

Gerobak Buku Gerbang Masa Depan

Setiap kali kami minta bantuan baik peminjaman bus, dll maka Astra selalu siap sedia. Mereka itu, tulus membantu dan tanpa mengharapkan promosi atau sebagainya, tegas Bu Nurhalimah. Anak-anak selalu semangat belajar, apalagi semenjak ada bantuan dari Astra, jumlah siswa yang sekolah kemari meningkat setiap tahunnya, tambah wanita yang suka membaca ini.

 

Sekolah ini tentunya mendapat perhatian yang lebih dari Astra, contohnya di bidang olahraga, ketika anak-anak meminta hadiah, maka Astra tanpa segan langsung memberikan tas, peralatan tulis, buku, tempat minuman dan sebagainya. Tak hanya itu, anak didik juga dipacu untuk berprestasi dengan memberikan hadiah untuk sang juara di kelas. Betapa peran Astra turut mencerdaskan kehidupan bangsa terpancar melalui sekolah dasar ini. Sama halnya dengan Catur Dharma yang senantiasa diusung untuk menjadikan bangsa ini lebih sejahtera.

"Astra itu sangat tulus membantu tanpa mengharapkan promosi, atau lainnya" -Nurhalimah-

Menariknya, tak hanya menyediakan fasilitas membaca, sarana dan prasarana ternyata berdasarkan pengakuan Kepala Sekolah ini bahwa terdapat 15 (lima belas) siswa yang mendapatkan beasiswa bahkan sampai ke jenjang kuliah. Saat mendengar ini, jujur saya benar-benar terharu mendengarnya. Membayangkan, bagaimana teman saya dulu yang tidak memiliki kesempatan untuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi karena kekurangan dana. Hal ini yang membuat saya semakin salut dan bangga memiliki PT Astra Internasional, Tbk di Indonesia ini. Contohnya, siswi cantik Adwa Silvy Dianisyah yang mendapatkan beasiswa dari PT Astra, wajahnya selalu tersenyum manis saat pergi ke sekolah tak ada lagi ketakutan kalau tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya. Tak ada lagi beban saat melangkah untuk menimba ilmu ke sekolah. Sejujurnya, masa depannya sudah terlihat cerah, dia semakin rajin ke sekolah dan mengisi mimpi-mimpinya dengan belajar keras.

Sungguh perjalanan yang menginsipirasi, di mana kebaikan dapat dirasakan banyak orang dan memberikan harapan yang indah kepada generasi masa depan. Saat mengetahui hal ini, saya semakin bergairah untuk menceritakan kebaikan yang ditanamkan oleh Astra melalui KBA Cengkeh Turi. Kelurahan ini mendapat kesempatan emas dari PT Astra Internasional, Tbk untuk menjadi tempat percontohan baik dari kesehatan, pertanian, pendidikan, UKM dsb, maka sudah seharusnya lingkungan lain bahkan daerah lain lebih bersemangat untuk mengikuti hal-hal baik yang sudah ditanamkan ke Cengkeh Turi.

Sekarang, Adwa Silvy dan teman-temannya sudah memiliki asa yang begitu indah, masa depan begitu cerah, semua berkat Astra yang hadir di Cengkeh Turi. Kiranya hari ini, esok atau nanti kita tetap menabur kebaikan seperti apa yang telah di contohkan Astra dan memberikan harapan yang baik untuk generasi masa depan.  

Lebih Dekat Dengan Astra...

“Sejahtera Bersama Bangsa”, kalimat indah ini seolah menghipnotisku untuk selalu berdecak kagum akan kontribusi tiada henti dan tanpa batas yang dilakukan Astra untuk masyarakat. Dari ujung barat sampai ke ujung timur Indonesia, dari pelosok kepelosok sampai pada semua aspek yang dapat diraih untuk mengembangkan sayap kebaikan. Sambil bertanya pada diri sendiri, “Aku sudah berbuat apa pada negeri ini?”

Kesombongan dan keegoisanku mulai terkikis dan luluh saat melihat betapa nyata tindakan Astra dalam setiap perjalanan kehidupan yang dilalui. Betapa tidak, Catur Dharma yang diusung memiliki makna tersendiri dan menyentuh sampai ke dasar. Hal pertama yang ditanamkan adalah bermanfaat bagi Bangsa dan Negara, Astra melakoni amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar, membantu kerja pemerintah dalam upaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perjalanan panjang ini bukanlah sebuah hal yang mudah. Mempertahankan eksistensi, membentuk Astra Good Corporate Citizen, menggapai Business Sustainability dan menjangkau kesejahteraan bersama bangsa. Dimulai dari tahun 1957 di Jakarta sampai saat ini PT Astra Internasional, Tbk berdiri tegak bahkan di tahun lalu nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp335,0 triliun, sebuah angka fantastis yang diraih. Hal ini tentunya tidak terlepas dari semua komitmen insan-insan yang berkecimpung di dalamnya. Bekerjasama bahu membahu dalam memberikan pelayanan yang terbaik, menghargai setiap individu, membina kerjasama dan berusaha mencapai yang terbaik. Bisnis Astra saat ini juga sudah berkembang luas memenuhi 7 (tujuh) segmen usaha : Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat & Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur & Logistik, Teknologi Informasi dan Properti.

Bersama PT Astra Internasional, Tbk anak-anak Indonesia sudah memiliki tiket masa depan yang gemilang. Thanks Astra sudah nangkring di kota tempatku selalu merindu. Akhirnya Bu Regar akan selalu percaya putera-puteri Binjai akan mencetak sebuah sejarah yang baik di negeri ini karena merajut asa bersama Astra.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Anugerah Pewarta Astra Tahun 2017 “Perjalanan Penuh Inspirasi”.


4 Comments

Nureda · January 29, 2018 at 4:17 am

Tulisan yang menginsipirasi…

Riri · January 29, 2018 at 4:18 am

Astra memang keren ya Mba…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Blog

Koncer di Dunia Digital Jaman Now

Emak Shopping Tak sampai 5 (lima) menit duduk di meja kerja, tiba-tiba wanita separuh baya yang notabene adalah rekan kerja ‘merepet’ tiada henti. Usut punya usut ternyata barang pesanan online tidak sesuai harapan. Di mana Read more…

Blog

3 Impian Dalam Sewindu (40s)

Andai usia itu datang, Aku hanya tersenyum sambil membuka lembaran album dan berkata semua telah terwujud… -Menuju 2026- Sewindu lagi Ibu yang suka membaca ini akan memasuki usia 40 Tahun, di mana usia ini merupakan Read more…

Blog

Kuliner dari Negeri Sekeping Surga

DANAU TOBA Siapa yang tak kenal dengan Danau Toba? Keindahannya mampu menghipnotis mata yang memandang. Tak hanya dari dalam negeri, pelancong dari luar Indonesia pun menyatakan betapa kerennya danau yang melintasi lebih dari 5 (lima) Read more…