Dewasa ini Indonesia memasuki fenomena bonus demografi. Tak hanya tahun ini, namun diprediksi hingga tahun 2035. Hal ini dilihat dari meningkatknya jumlah penduduk yang produktif dan kreatif. Bonus demografi generasi milenial ini merupakan sebuah peluang emas di berbagai sektor baik pendidikan, perekonomian, sosial budaya dan sebagainya.

Karakteristik generasi milenial pada umumnya dilihat dari peran serta dalam revolusi industri 4.0. Saat ini milenial merupakan kelompok umur yang sangat akrab dengan dunia digital. Tak hanya itu, perkembangan karir, kreativitas, mobilitas, jiwa inovatif dan progresif merupakan bagian dari milenial saat ini.

Harapannya, generasi milenial mampu menghadapi tantangan serta memiliki peranan penting dalam mengatasi jaman disrupsi. Tantangan-tantangan hari ini tentunya tidak sama dengan tantangan masa lalu. Saat ini, milenial harus menghadapi diri sendiri untuk memiliki karakter yang positif dan kreatif dalam meningkatkan perekonomian bangsa.

Seperti diketahui bahwa era disrupsi mempengaruhi milenial dalam banyak hal. Karakter yang positif serta meningkatkan nilai-nilai yang baik akan membentuk generasi milenial yang tangguh, cepat dan mampu menghadapi berbagai tantangan dunia digital.

Menurut BKKBN (Badan Kependududkan dan Keluarga Berencana Nasional), milenial merupakan sebuah anugerah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Hadirnya generasi milenial yang akan membawa banyak perubahan mampu mensejahterakan Indonesia.

Usia produktif jauh lebih banyak dibanding non produktif. Sehingga banyak generasi muda yang kreatif, berwirausaha, memiliki hard dan soft skill. Menurut hasil studi Boston Consulting Group (BCG) bersama Universitas of Berkley tahun 2011 di Amerika, hadirnya generasi produktif pada khususnya milenial memberikan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Minat membaca secara konvensional kini sudah menurun karena milenial lebih memilih membaca lewat smartphone.
  2. Milenial pada umumnya sudah memiliki akun media sosial sebagai alat komunikasi dan pusat informasi.
  3. Milenial lebih memilih ponsel dibanding televisi. Saat ini televisi bukan lagi barang yang dicari karena semua informasi dan hiburan sudah terdapat di ponsel.
  4. Milenial menjadi keluarga sebagai pusat pertimbangan dan pengambilan keputusan.

Berdasarkan studi di atas maka seluruh kehidupan milenial saat ini tidak terlepas dari ponsel atau dunia digital. Oleh karena itu diharapkan setiap milenial yang sangat mahir dengan revolusi industri 4.0 tersebut mampu berperan serta dan menjadi fondasi baik untuk mendukung roda perekonomian di Indonesia mulai dari keikutsertaan dalam UMKM, koperasi, wirausaha dan sebagainya.

Untuk sampai ke era digital, koperasi melewati rentangan waktu yang cukup lama. Mulai dari Orde Lama – Orde Baru – Reformasi hingga perkembangan dunia digital. Kerennya, koperasi masih eksis sampai hari ini, berarti ada peluang yang besar di masa depan untuk kemajuan koperasi.

"Koperasi merupakan sekumpulan orang yang memiliki kepentingan bersama baik ekonomi, sosial dan budaya. Kepentingan bersama dalam arti tidak egois secara pribadi namun kepentingan bersama lebih diutamakan. Dalam hal ini, untuk mendukung perekonomian anggota koperasi maka dibentuk berbagai badan usaha yang dikendalikan secara bersama."

Menariknya, koperasi merupakan sebuah badan yang memiliki keunikan baik dari prinsip maupun pelaksanaan. Prinsip yang dikenal secara umum adalah sukarela dan partisipasi ekonomi anggota. Prinsip dan tujuan koperasi sama dengan jiwa bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, alasan ini yang membuat koperasi tetap dibutuhkan sebagai penggerak roda perekonomian. Menurut Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia, tujuan koperasi bukan menggali keuntungan akan tetapi memenuhi kebutuhan bersama. Jika satu anggota sukses dan berhasil maka itu merupakan hasil usaha bersama. Sehingga koperasi dikenal dengan dua tiang yaitu solidaritas dan individualitas bukan individualisme.  

Hadirnya milenial dalam dunia digital mampu membawa koperasi sebagai kendaraan untuk mencapai kesuksesan finansial, perekonomian dan mensejahterakan seluruh anggotanya. Hal ini tentunya menjadi tugas baru untuk membuat koperasi menjadi lebih modern alias lebih memahami kebutuhan milenial saat ini.

Bayangkan lebih dari 90 juta generasi produktif memajukan koperasi maka perekonomian akan melaju pesat. Hal ini dikarenakan peran koperasi dalam membentuk usaha kecil menengah yang mampu meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto), menyerap tenaga kerja khususnya milenial sehingga tidak ada istilah pengangguran akibat bonus demografi, mampu meningkatkan perekonomian rakyat kecil dan akhirnya menjadi pemasukan devisa bagi negara.

Revolusi industri 4.0 memberikan angin segar terhadap dunia koperasi. Ditambah dengan jumlah generasi milenial yang sangat banyak membuat koperasi jaman now semakin bergairah untuk berkembang pesat.

Dalam rangka mendukung koperasi di era digital maka terdapat 3 (tiga) hal yang harus dibangun ulang;

  1. Transformasi organisasi koperasi baik dalam pengelolaan secara profesional dan akuntabel.
  2. Pemahaman prinsip, tujuan dan nilai dasar koperasi secara mendalam.
  3. Mengelaborasi wajah koperasi dengan era digital dan keikutsertaan milenial zaman now.

Milenial dikenal sebagai generasi gadget sehingga tak aneh kebanyakan aktivitas dilakukan melalui ponsel. Menurut data eMerketer bahwa tahun 2019 lebih dari 92 juta masyarakat Indonesia menggunakan smartphone.  

Oleh karena itu, hadirnya koperasi digital menjadi pemikat milenial untuk turun dan membawa koperasi dalam putaran kehidupan generasi ini. Setiap hari milenial berhubungan dengan media sosial, komunitas, kreativitas secara digital sehingga ketika koperasi ada di dalamnya, maka berbagai produk maupun jasa secara mudah dikenalkan ke seluruh pelosok negeri.

Tak hanya itu, saat koperasi lebih mudah diakses secara digital maka milenial pun lebih nyaman untuk berkembang di dalam koperasi dan mencapai tujuan bersama untuk maju atau pun sukses. Tentunya, tidak lagi kalah dengan hal yang bersifat up date, penyebaran produk yang dihasilkan dan promo penjualan produk tersebut secara cepat dan tepat sasaran.

Koperasi dan generasi milenial merupakan kolaborasi yang pas untuk membuat pergerakan perekonomian yang maksimal. Kehadiran dunia digital sebagai pelumas untuk melancarkan tujuan yang ingin dicapai.

Diharapkan hadirnya koperasi digital, milenial lebih santuy untuk mendirikan koperasi dan membangun berbagai usaha. Karena koperasi merupakan langkah ideal untuk memajukan bangsa dari sisi perekonomian.

Di masa depan baik dari barat sampai ke timur akan hadir platform e-commerce dan seluruh anggota koperasi di Indonesia dapat memiliki online shop dan menjajakan produk baik barang maupun jasa secara online. Bahkan milenial mampu bersaing dan dijual sampai ke luar negeri. Alhasil, melalui digitalisasi koperasi, milenial akan lebih mudah untuk mengembangkan usahanya.

                                                      

Sumber:

  1. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/9acde-buku-profil-generasi-milenia.pdf
  2. Data eMarketer melalui Databooks
  3. Penyuluh Koperasi Youtube Channel

33 Comments

Farida Pane · November 4, 2019 at 1:17 pm

Jadi aku ini generasi milenial, ya? Harus berdaya nih ya, memanfaatkan bonus demografi

Farida Pane · November 4, 2019 at 1:19 pm

Jadi aku ini generasi milenial, ya? Harus berdaya nih ya, memanfaatkan bonus demografi

Farida Pane · November 4, 2019 at 1:20 pm

Jadi aku ini generasi milenial, ya? Harus berdaya nih ya, memanfaatkan bonus demografi

Ida · November 4, 2019 at 8:03 pm

Wah aku jg nulis ttg koperasi ini… Semoga koperasi bs terus berkembang ya…

Mechta · November 4, 2019 at 10:20 pm

Semoga Koperasi makin maju dan mensejahterakan di era digital ini ya mba.. sukses selalu, mbake…

Keke Naima · November 5, 2019 at 4:44 am

Saya baru tau kalau ternyata saya generasi milenial. Kirain generasi milenial itu yang anak-anak muda seumuran anak-anak saya hehehe. Semoga koperasi di Indonesia semakin dekat dengan masyarakat, ya

    Lina W. Sasmita · November 9, 2019 at 11:11 pm

    Saya yang nggak masuk Mbak, hampir di batas antara milenial dan baby boomer. Kalau anak-anak kita malah bukan milenial, tapi Generasi Z.

Herva Yulyanti · November 5, 2019 at 6:45 am

semoga makin maju dan eranya milenal mampu memajukan perekonomian bangsa 🙂

Raisa Hakim · November 5, 2019 at 7:35 am

Zaman sekarang mah apa pun bisa jadi menarik ya termasuk tentang koperasi ini semoga makin banyak yang melek dan ikutan koperasi

Rach Alida Bahaweres · November 5, 2019 at 12:27 pm

Dengan adanya koperasi dgital, semoga teman2 juga makin melek dengan kemudahan dan keuntungan yangd iberikan koperasi ya

Rini Novitasari · November 5, 2019 at 4:01 pm

emang sih masih byk yang nggak mau join koprasi.. akupun baru tahun ini mbakkk…

Lidya · November 6, 2019 at 12:32 am

MBak Arda generasi mana nih hihihi. Generasi milienail harus bisa mengmbangkan lagi koperasi ya sesuai dengan perkembangan jamannya pastinya

Siska Dwyta · November 6, 2019 at 12:57 am

Di zaman sekarang memang peran generasi milenial sangat dibutuhkan ya Mbak. Termasuk dalam bidang koperasi but kita tahu sendiri kalau generasi milenial gak sama dengan generasi sebelumnya. Kehidupan milenial amat lekat dengan dunia digital jadi memang sudah saatnya ada inovasi juga dari koperasi yang berhubungan dengan digital.

Indah Nuria · November 6, 2019 at 2:14 am

Prinsip – prinsip koperasi memang everlasting ya mba. Dan jika dikombinasikan dengan era digital pasti bisa jadi platform yang mumpuni

Kurnia amelia · November 6, 2019 at 3:15 am

Memang harus terus berinovasi ya biar tidak tertinggal dan seneng juga nih ada koperasi digital ini jadi lebih mudah dan praktis juga.

Siti Hairul · November 6, 2019 at 3:25 am

Aku malah dengerin postcadnya keren euy mba Arda. Mana infografis nya keren pulak

Novitania · November 6, 2019 at 3:42 am

Bener banget kak. Koperasi digital inovasi yang keren dan bikin anak muda tertarik untuk turut memajukan koperasi nih

rizka edmanda · November 6, 2019 at 4:00 am

konsep koperasi digital pastinya akan diminati sama milenial ya, karena konsepnya baru dan masih segar

lendyagasshi · November 6, 2019 at 5:59 am

Ouuwh…beruntungnya aku menjadi generasi millenial.
Yang kayanya mengenal peralihan zaman antara sebelum ada internet sama sesudah ada internet kaya sekarang.

Alhamdulillah,
bahkan koperasi pun sudah merambah ke sistem digitalisasi yaa…

    lendyagasshi · November 10, 2019 at 4:20 am

    Sungguh ternyata banyaknya penduduk di Indonesia dan luasan wilayah juga bisa menjadi sebuah keuntungan bila kita pintar memanfaatkan kesempatan.
    Agar perekonomian bisa merata ke seluruh rakyat…iya, dengan digitalisasi yaa…

Lina W. Sasmita · November 6, 2019 at 7:27 am

Koperasi di zaman digital seperti sekarang ini memang perlu bertransformasi menjadi bentuk yang lebih familiar dengan generasi milenial.

Uniek Kaswarganti · November 6, 2019 at 4:09 pm

Nah, kalau gerakan koperasinya lebih diarahkan ke digital, bakalan lebih dekat dengan generasi jaman now deh. Mereka kan apa-apa aksesnya via gadget. Kalau pendekatan ini digunakan untuk mengembangkan koperasi, tentunya akan lebih mengena bagi anak muda.

Okti Li · November 8, 2019 at 12:22 pm

Saya termasuk generasi milenial nih. Sistem digital tidak boleh tertinggal ya termasuk koperasi. Berwirausaha saat ini memang sedang buming terkoneksi dengan sistem online ya

Indah Nuria · November 9, 2019 at 3:39 am

Koperasi tuh memeiliki potensi ekonomi yang luar biasaaa ya.. semoga bisa diamnfaatkan secara maksimal oleh the millennials

nurulrahma · November 9, 2019 at 7:24 am

koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, memang wajib banget ikut perkembangan zaman.
koperasi digital tentu bakal memantik semangat millennials yaaa

Diah · November 9, 2019 at 1:34 pm

wohoo, keren banget ya nanti Mbak, semua anggota koperasi bisa jualan online shop ya, dari sekarang kudu jadi anggota juga nih ceritanya, biar koperasi tetap ada dan tak tertinggal.

Hidayah Sulistyowati · November 9, 2019 at 3:28 pm

Banyak juga ya pengguna ponsel di negeri ini, sampai 92 jutaan. Pasar yang cocok dijadikan nasabah koperasi digital, baik sebagai produsen yang memilih koperasi sebagai mitra kerja ataupun sebagai pengguna jasa pinjaman yang produktif

Hidayah Sulistyowati · November 9, 2019 at 3:32 pm

Banyak juga ya pengguna ponsel di negeri ini, sampai 92 jutaan. Pasar yang cocok dijadikan nasabah koperasi digital. Baik sebagai produsen yang memilih koperasi sebagai mitra kerja ataupun sebagai pengguna jasa pinjaman yang produktif

Rini Novitasari · November 9, 2019 at 3:55 pm

kalau dipasarkan dnegan cara digital mah yakin byk milenial yang tergaet mbak 😀

yola widya · November 9, 2019 at 11:54 pm

Penasaran sama koperasi digital nih. Sebenernya sampe sekarang aku lebih milih menggunakan jasa koperasi sih

Ira Hamid · November 10, 2019 at 4:54 am

Wahhh makin keren nih koperasi, jadi sekarang udah ada koperasi digital yaa? Mantap deh!

Siti Hairul · November 10, 2019 at 5:43 am

Seneng kalo koperasi sekarang berkembang ke arah digital. Memudahkan dan lebih familiar untuk generasi milenial

nyi Penengah Dewanti · November 13, 2019 at 2:10 am

Koperasi jaman now memang harus bergerak memudahkan dan fleksible
aku mendukung penuh, untuk koperasi go digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification=WJGukaelgaTyJndrjWp_6NB2YJ137Z2_0eaL95IoluM
error: Content is protected !!