Emak Shopping

Tak sampai 5 (lima) menit duduk di meja kerja, tiba-tiba wanita separuh baya yang notabene adalah rekan kerja ‘merepet’ tiada henti. Usut punya usut ternyata barang pesanan online tidak sesuai harapan. Di mana penjual menyajikan bentuk tas yang menarik namun yang datang tas tak sesuai harapan. Kasus seperti ini mungkin pernah menghampiri setiap insan yang gemar belanja online  termasuk saya. Kalau sudah begini pasti sakitnya tuh di dompet.

 

Kejadian seperti ini tentunya tidak dapat dibiarkan. Terdapat kalimat “Pembeli adalah Raja”, namun saat dikonfirmasi kepada sang penjual maka pembeli atau konsumen akan mendapat seribu satu alasan. Alhasil, emosi semakin membengkak namun tidak tahu harus melaporkan dan melampiaskan kekecewaan tersebut. Paling jurus ampuh yang dilakukan konsumen atau pembeli adalah dengan menyebarluaskan ke sosial media kalau toko online tersebut tidak kompeten dan di black list dari daftar toko idaman.

Nah, kerugian seperti ini seharusnya tidak terjadi karena sang penjual harus pintar memilah barang yang layak dijual, menaruh foto barang sesuai dengan aslinya, dan menjelaskan secara detail bentuk, jenis, ukuran, warna dan sebagainya. Sehingga, pembeli tidak akan mengalami kekecewaan saat barang tiba di rumah. Apalagi di era digital ini, banyak toko offline yang merambah ke dunia online. Terlihat begitu tingginya minat masyarakat terhadap belanja online saat ini.

Berdasarkan pengalaman bahwa banyak keuntungan saat kita berbelanja online:

  1. Hampir semua barang yang dibutuhkan tersedia.
  2. Dapat membandingkan harga dari toko satu ke toko lainnya dengan mudah.
  3. Tak butuh tenaga ekstra dan berpanas-panasan seperti belanja di Pasar atau Mall.
  4. Banyak toko online yang memberikan diskon, harga promo dan sebagainya.
  5. Untuk toko online tertentu kita masih dapat menawar sesuai harga yang diharapkan.
  6. Beberapa toko online memberikan fasilitas ongkos kirim. Jadi untung banget kalau daerah tempat tinggal jauh jangkauan jadi bisa hemat di ongkir.
  7. Lebih hemat waktu karena tidak harus melakukan perjalanan untuk ke toko tujuan.
  8. Sistem pembayaran yang mudah bisa transfer, kartu kredit dan sebagainya.
  9. Kumpulan poin menarik dari toko online yang dapat ditukarkan dengan potongan belanja atau ongkir gratis untuk belanja selanjutnya.
  10. Kebanyakan toko online memberikan garansi terhadap pembelian barang.

 

Oleh karena kemudahan yang ditawarkan saat berbelanja online maka saya merupakan salah satu dari jutaan emak-emak yang doyan belanja melalui digital alias online shopping. Mulai dari pakaian dewasa, pakaian anak, sepatu, make-up, kalkulator, buku, alat rumah tangga sampai kepada obat-obatan yang tidak ditemui di daerah saya. Hal ini dikarenakan beberapa kebutuhan yang tidak tersedia di daerah saya yang lumayan jauh dari peradaban kota dan hingar-bingar Mall. Sejak mengetahui seluk beluk belanja online maka saat ini hanya kebutuhan sembako dan bumbu dapur yang tidak dibeli secara online. Namun begitu, saya juga pernah memiliki pengalaman buruk saat belanja online seperti teman sekerja saya. Parahnya, saat membeli make up yang harganya lumayan ternyata expired date nya tinggal dua bulan lagi.  Saat diminta pertanggung-jawaban sang penjual, ternyata tidak mau bertanggung jawab dan mengatakan harganya lebih murah karena mau kadaluarsa. Tapi tanpa ada penjelasan di awal. Mau komplain juga malas takut ribet.  Palingan selanjutnya tidak akan pernah berbelanja ke toko online tersebut karena merasa tidak bertanggung jawab dan lepas tangan. 

Malas mengadu kejadian seperti saya adalah salah satu alasan kebanyakan konsumen untuk tidak meneruskan complaint-nya kepada pihak berwajib dan tidak tahu harus mengadu kemana. Kalau ngadu ke Polisi mungkin tidak pada ranah-nya, apalagi pembelian online. Jadi ya kebanyakan emak-emak shopping seperti saya lebih baik membungkam seribu bahasa atau mengomel ke orang-orang terdekat.  Hal serupa yang disampaikan oleh Kemendag bahwa perilaku pengaduan konsumen di Indonesia rendah dibanding dengan Korea.

Padahal jika ditelusuri lebih jauh ternyata Indonesia sendiri memiliki undang-undang yang melindungi konsumen. Sejujurnya hal ini baru saya ketahui saat menulis pengalaman ini. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 merupakan undang-undang yang berbicara tentang PERLINDUNGAN KONSUMEN. Hal pertama yang disampaikan adalah bahwa Perlindungan Konsumen merupakan segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen.   

Buset, telat banget ya saya ngeh soal undang-undang ini. Ternyata emak shopping seperti saya mendapat perlindungan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat belanja online. Menariknya, ternyata pemerintah mengakui lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat yang bertujuan:

  1. Menyebarkan informasi dalam rangka meningkatkan kesadaran atas hak dan kewajiban dan kehati-hatian konsumen dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
  2. Memberikan nasihat kepada konsumen yang memerlukannya;
  3. Bekerja sama dengan instansi terkait dalam upaya mewujudkan perlindungan konsumen;
  4. Membantu konsumen dalam memperjuangkan haknya, termasuk menerima keluhan atau pengaduan konsumen;
  5. Melakukan pengawasan bersama pemerintah dan masyarakat terhadap pelaksanaan perlindungan konsumen.

Namun, sayangnya Lembaga Perlindungan Konsumen masih langka di daerah saya. Setelah saya searching ternyata lembaga ini memang masih terhitung sedikit dan tidak merata di Indonesia.

Hadirnya undang-undang yang ditetapkan pada tanggal 20 April 1999, membawa kenyamanan bagi pembeli/konsumen, khususnya di era digital ini yang semua sudah beralih kepada online shopping. Tidak ada lagi ketakutan, kekuatiran karena penipuan, barang yang tidak baik atau komplain masalh barang yang tidak sesuai harapan. Bayangkan, pelaku usaha yang melanggar undang-undang akan mendapatkan sanksi pidana bahkan pidana denda sebanyak 2 Miliar. Wow, jadi memang hak-hak pembeli sangat terlindungi.

Walaupun demikian, ada baiknya sebagai konsumen kita harus cerdas sebelum melakukan pembayaran pembelian barang yang dituju. Berikut ini hal-hal yang patut diketahui oleh emak-emak, bapak-bapak, anak muda, anak gadis, anak-anak juga boleh yang akan belanja online:

Sebagai seorang pembeli atau konsumen sudah seyogianya kita mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban kita. Hal ini untuk memudahkan kita dalam memahami prilaku konsumen yang baik.

Selalu mempunyai kebiasaan untuk teliti atas barang dan/atau jasa yang ditawarkan/tersedia di pasar, minimal secara kasat mata dapat digunakan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dari barang dan/atau jasa tersebut, dan bila kurang jelas/paham, dapat bertanya atau memperoleh informasi atas barang dan/atau jasa tersebut. Berdasarkan hal ini, dapat diperoleh gambaran umum atas barang dan/ atau jasa yang ditawarkan di pasar.

Konsumen harus lebih kritis untuk mengetahui kondisi barang dan/atau jasa, khususnya atas barang makanan, minuman, obat dan kosmetik, dalam keadaan terbungkus yang disertai label. Dalam label tersebut harus dicantumkan antara lain komposisi, manfaat, aturan pakai dan masa berlaku. Bila membeli produk telematika dan elektronika, maka harus dilengkapi dengan petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam Bahasa Indonesia.

Konsumen harus mulai akrab dengan produk bertanda SNI. Sudah saatnya konsumen memperhatikan produk yang sudah wajib Standar Nasional Indonesia (SNI). Produk bertanda SNI lebih memberikan jaminan kepastian atas kesehatan, kemanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungannya (K3L).

Perhatikan masa kadaluarsa agar berhati-hati terhadap barang yang masuk ke dalam tubuh atau yang digunakan di luar/atas tubuh karena barang tersebut sangat erat kaitannya dengan aspek kesehatan, keamanan dan keselamatan (K3L) konsumen.

Budayakan perilaku tidak konsumtif, artinya bukan barang dan/atau jasa yang menguasai atau mempengaruhi konsumen, tetapi konsumenlah yang menguasai keinginannya untuk membeli barang dan/atau jasa.

Produk buatan Indonesia saat ini sudah tidak kalah dengan produk impor, bahkan sudah banyak produk Indonesia yang go International. Dengan membeli produk asli Indonesia, ekonomi akan berputar di dalam negeri sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia itu sendiri.

Kesimpulan

Hadirnya dunia digital ke tengah-tengah masyarakat membawa banyak perubahan terkhusus dunia shopping. Di mana para shopper sudah beralih ke belanja online. Namun, tidak semua konsumen online ini mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang pembeli. Padahal secara gamblang undang-undang sudah mengatur tentang perlindungan konsumen.

Nah, agar tidak terjebak lagi dalam kekecewaan yang mendalam terhadap penjual, maka sebaiknya pembeli ataupun konsumen itu cerdas dalam memilih, membaca dan memperhatikan barang yang dibeli. Apalagi track record sang penjual, di beberapa toko online terdapat kualitas toko online tersebut jadi pilihlah toko yang benar-benar terpercaya dan tentunya pilih produk Indonesia untuk mengembangkan perekenomian Indonesia. Mari menjadi konsumen cerdas di era digital. Namun, kalau sudah mengalami kerugian terhadap barang yang dibeli secara online maka kita dapat melaporkan ke:

1. Langsung pada pelaku usaha.
2. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat.
3. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat.
4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen di Kabupaten/Kota.
5. Pos layanan informasi dan pengaduan konsumen
   Hotline : (021)3441839
   Website : http://siswaspk.kemendag.go.id
   E-mail : pengaduan.konsumen@kemendag.go.id

Download aplikasinya di smartphone kamu:

  1. Pengalaman Pribadi
  2. Harkonas.id
  3. Sosial Media Kemendag
  4. APJII
  5. Google image
Categories: Blog

5 Comments

Amir · April 14, 2018 at 2:58 pm

Salah satu cara menjadi Konsumen cerdas yaitu dengan tidak membiasakan hidup konsumtif, dan juga cinta produk dalam negeri

April Tupai · April 14, 2018 at 3:45 pm

Bener bgt. Jd konsumen jaman sekarang harus cerdas kalo gak mau kena tipu

    ardasitepu · April 16, 2018 at 6:15 am

    Bener mba, cerdas dan tentunya kalau kena kerugian dilaporkan saja ya..

Dwi Andra · April 18, 2018 at 7:20 am

Great!
Sekarang sangat mudah berbelanja dengan resiko ditipu lebih kecil. Bahkan emak di rumah yang tadinya takut belanja online, sekarang suka beli online karena alasan malas keluar cuma liat ini itu.

overall yang paling penting harus cerdas sebelum membeli. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Blog

3 Impian Dalam Sewindu (40s)

Andai usia itu datang, Aku hanya tersenyum sambil membuka lembaran album dan berkata semua telah terwujud… -Menuju 2026- Sewindu lagi Ibu yang suka membaca ini akan memasuki usia 40 Tahun, di mana usia ini merupakan Read more…

Blog

Kuliner dari Negeri Sekeping Surga

DANAU TOBA Siapa yang tak kenal dengan Danau Toba? Keindahannya mampu menghipnotis mata yang memandang. Tak hanya dari dalam negeri, pelancong dari luar Indonesia pun menyatakan betapa kerennya danau yang melintasi lebih dari 5 (lima) Read more…

Blog

Gizi Seimbang Zaman Now Ala So Good

Semenjak menjadi seorang Ibu maka profesi yang paling disenangi adalah juru masak. Walaupun masih subuh, mata dan tubuh harus sudah terjaga untuk memenuhi nutrisi yang baik untuk seisi rumah. Tak pernah lelah dan mengeluh kalau Read more…