Tidaklah mudah bagi seseorang yang sudah memiliki kedudukan atau jabatan lalu pindah haluan ke profesi lain. Profesi baru yang tidak pernah dipelajari di dunia perkuliahan bahkan tidak nyambung sama sekali.

Namun, profesi tersebut harus dilakoni karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk tetap bekerja di kota besar. Sekitar 5 (lima) tahun lalu, saya memutuskan untuk pindah ke daerah terpencil di ujung Sumatera Utara.

Perpindahan tersebut bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan suami yang mendapatkan tempat dinas di sana. Alhasil, setelah belasan tahun mengais rezeki di ibu kota akhirnya pindah meninggalkan pekerjaan.

Profesi sebagai konsultan perpajakan sudah ditekuni hampir 7 (tujuh) tahun lamanya. Pekerjaan seputar keuangan dan perpajakan menjadi ‘makanan’ sehari-hari, sehingga selalu menyenangkan untuk berkutat dengan keuangan.

Setibanya di Balige, siklus hidup berubah 180 derajat. Mulai dari suasana  kota berubah menjadi pedesaan. Padatnya penduduk berubah menjadi sunyi sepi tanpa kemacetan, hanya ditemani suara ombak Danau Toba.

Hidup terus berjalan dan masa depan harus diraih walaupun berada di daerah terpencil. Akhirnya, wanita yang menyukai dunia akuntansi, keuangan serta perpajakan ini ‘banting setir’ menjadi seorang narablog yang giat menulis dengan berbagai macam tema.

Menjadi seorang blogger adalah profesi yang ditekuni sampai hari ini. Namun, saat sedang berdiskusi dengan suami dalam rangka menambah pemasukan maka terkuak sebuah keahlian yang pernah ditekuni namun hilang ditelan waktu.

Menambah penghasilan di tengah keluarga kecil kami bukanlah tanpa tujuan. Penghasilan tambahan diharapkan dapat menjadi biaya pendidikan anak-anak di masa mendatang. Saya selalu ‘ngeri’ melihat biaya pendidikan yang meningkat drastis setiap tahun.

Oleh karena itu, untuk mendaftarkan asuransi pendidikan anak-anak maka kami harus berbisnis atau berusaha. Tidak mungkin hanya mengandalkan pendapatan suami. Hal ini dikarenakan setiap bulan penghasilan suami sudah memiliki pos pengeluarannya yang tidak bersisa.

Bisnis di tahun 2019 ini adalah menjadi seorang pejahit rumahan. Bakat menjahit turun dari Ibu dan pernah mengikuti pelatihan ‘private’ selama setahun penuh. Alhasil, untuk membangkitkan mimpi yang pernah terkubur tersebut maka bisnis menjahit akan segera di eksekusi di tahun ini.

Tinggal di daerah mayoritas suku batak maka kebaya menjadi pakaian kebangsaan dalam banyak acara seperti pesta pernikahan, acara besar agama, acara pemerintahan dan sebagainya. Alhasil, mau tidak mau penjahit selalu kebanjiran rezeki dalam setiap waktu.

Saat melakukan survei kebeberapa penjahit bahwa penghasilan yang diterima untuk menjahit satu buah kebaya yaitu sekitar Rp300.000 – Rp 400.000. Jika ditambah payet atau bordir maka untuk satu buah kebaya dapat dibanderol sekitar Rp1 Juta – Rp2 Juta dan akan semakin mahal jika kebaya untuk pengantin.

Dalam satu minggu, seorang penjahit dapat menghasilkan 2-4 kebaya dengan keuntungan bersih yang dihasilkan rata-rata Rp200.000/kebaya. Jadi seminggu dapat keuntungan sekitar Rp800.000 – Rp1.000.000. Kebayang dalam 1 bulan bisa meraih keuntungan sampai Rp4 Juta.

Menjahit adalah bisnis jasa sehingga modal yang dihabiskan sedikit karena sebagian besar menggunakan keahlian namun dapat meraup keuntungan yang memukau. Modal awal mendirikan usaha menjahit juga tidak terlalu banyak seperti mesin jahit, meja, lemari display, manekin dan beberapa peralatan.

Jika usaha menjahit sudah besar dalam arti menerima banyak orderan maka dapat mempekerjakan beberapa pegawai. Sehingga omset serta keuntungan yang dihasilkan perbulan sampai kepada puluhan bahkan ratusan juta.

Oleh karena mendapatkan keuntungan yang memukau maka di tahun ini harapannya dapat mengeksekusi bisnis menjahit tersebut. Memang akan membutuhkan proses pembelajaran yang panjang namun tidak ada salahnya membuat batu pijakan bisnis di tahun 2019.

Karya Pertama Menjahit : Pakaian Hamil & Menyusui

Pada umumnya, resolusi akan memudar jika sampai pertengahan tahun belum dilaksanakan. Oleh karena itu, perlu pemicu untuk mengeksekusi resolusi tersebut secara konsisten.

Terdapat 5 (lima) hal yang perlu diperhatikan dalam mengeksekusi sebuah resolusi dalam hal ini bisnis menjahit:

Pertama, mulai mempersiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam memulai bisnis baru. Berbicara soal peralatan, mesin jahit yang dimiliki sudah ketinggalan jaman dan sepertinya tidak layak pakai lagi.

Mesin jahit sudah cukup tua dan kadang ‘ngadat’ saat lagi digunakan. Oleh karena itu, eksekusi resolusi pertama adalah mengganti mesin jahit yang lebih canggih serta mumpuni untuk mengerjakan berbagai jenis jahitan.

Kedua, menambah keterampilan menjahit. Selama ini saya baru berhasil membuat beberapa pola baju hamil dan menjahitnya serta perlengkapan dekorasi rumah.

Sebagai seorang penjahit menuju profesional maka dibutuhkan keahlian lebih yang tidak hanya membuat pola sederhana akan tetapi berbagai macam jenis pakaian. Salah satu jenis pakaian yang ingin dipelajari selanjutnya adalah membuat kebaya.

Ketiga, mencari jenis jahitan yang laku dan memiliki pasar yang luas. Seperti saat ini sangat laris pakaian hamil serta menyusui yang fasionable dan up to date. Di samping itu, jenis jahitan sprei, gorden dan pakaian anak juga masih jadi favorit.

Oleh karena itu, melakukan pencarian model terbaru untuk jenis jahitan yang laku ‘keras’ di pasaran. Kemudian membuat contoh jahitan lalu dipasarkan ke orang terdekat sampai kepada masyarakat umum. Membuat hasil jahitan unik dan berbeda dari umumnya sehingga terkesan ekslusif bagi si pengguna. 

Keempat, walaupun bisnis menjahit yang akan dilaksanakan belum berkembang namun sebaiknya sudah memiliki pembukuan yang baik. Sebagai alumni keuangan, maka menyusun sebuah pembukuan usaha jasa jahit tidaklah sulit.

Dalam pembukuan bisnis hanya dibutuhkan masalah konsisten. Kemudian membedakan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga. Memang pada akhirnya keuntungan akan digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Jurnal yang dibuat pada buku besar keuangan hanya modal awal, pendapatan/upah jahit serta kolom pengeluaran bahan/peralatan. Ketika secara konsisten melakukan pembukuan maka akan terlihat besar omset serta penghasilan bersih dalam perminggu, perbulan bahkan pertahun.

Pembukuan yang baik juga menentukan seberapa besar peningkatan atau kemajuan sebuah bisnis atau usaha yang sedang dijalankan. Hasil pembukuan dapat dijadikan sebagai evaluasi serta inovasi dalam usaha menjahit untuk tahun berikutnya.  

Kelima, menjadi penjahit aktif dalam arti bisnis menjahit tidak hanya menunggu pelanggan datang ke rumah atau ke kios. Dewasa ini, era digital sangat berkembang apalagi untuk memasarkan barang dagangan sangat mudah.

Berkat dunia digital, seorang penjahit dapat ‘menjemput bola’ dalam arti memasarkan hasil jahitan di internet melalui media sosial atau platform jual beli. Sehingga pelanggan tidak hanya datang dari sekitar rumah bahkan seluruh penjuru Indonesia.

Berbicara memulai bisnis menjahit maka seperti yang telah diungkapkan dalam waktu dekat akan mengganti mesin jahit tua di rumah serta mencari beberapa perlengkapan untuk kebutuhan menjahit.

Menariknya, bagi pemula dalam berbisnis terdapat sebuah situs jual beli yang membantu para pebisnis untuk mengembangkan sayap lebih lebar lagi. Untuk pebisnis awal dengan mudah mencari barang dan perlengkapan serta tak tanggung-tanggung situs ini juga memberikan peluang bagi pebisnis untuk menggelar daganganya.

Ralali.com menjadi solusi bagi penjahit pemula seperti saya. Pertama, dalam hal mencari barang-barang yang diperlukan untuk usaha menjahit rumahan. Kedua, jika kelak usaha ini sudah berjalan dengan lancar maka dapat bekerjasama dengan Ralali.com dalam pemasaran hasil usaha jahit.

Menariknya, Ralali.com mengusung B2B Marketplace yaitu Business to Business, dimana penjualan produk atau jasa yang diberikan oleh bisnis dan diperuntukkan untuk bisnis lainnya atau dengan kata lain bisnis antar perusahaan/usaha.

Nah, untuk menjangkau Ralali.com sangat mudah yaitu langsung mengunjungi website atau mengunduh aplikasi-nya di smartphone. Karena lebih mobile maka saya mengunduh aplikasi dan mendaftarkan akun pribadi.

Setelah mendalami isinya maka banyak barang yang dibutuhkan tersedia di Ralali.com. Oleh karena itu, menjadi pilihan yang tepat untuk belanja kebutuhan berbagai jenis usaha. Seperti usaha yang akan saya mulai yaitu menjahit, tersedia berbagai jenis mesin jahit, bahkan yang mesin yang diidamkan juga ada.

Menariknya, dalam pemesanan barang secara grosir maka harganya pun semakin murah. Seperti contoh, membeli sepatu mesin jahit dibeli secara grosir maka harganya juga menjadi lebih murah, benar-benar sebagai pusat grosir online.

Di samping itu, setiap barang yang dijual didukung oleh brand yang terpercaya oleh berbagai distributor online. Sehingga tidak kuatir untuk kualitas atau penjual abal-abal.

Setelah mengetahui profil dan berbagai jenis produk yang ditawarkan di Ralali.com dalam membantu usaha menjahit maka #IniSaatNya untuk mengeksekusi resolusi yang berguna menambah pundi-pundi penghasilan. Semoga saya dapat menjadi salah satu pebisnis di bawa ini, yang sudah memiliki omset luar biasa.

Semoga resolusi membuka usaha jahit rumahan dapat terwujud di tahun 2019 dan solusi untuk usaha ini adalah Ralali.com. Selamat mewujudkan mimpi…

Categories: Blog

62 Comments

Joe Candra · February 10, 2019 at 1:47 am

Kreatif bener emak2 kece satu ini mah, bs jahit segala. Smg makin lancar yah kak hehhee

Dian di · February 12, 2019 at 8:39 am

Salam kenal, Mbak! Baca cerita Mbak Arda, aku bayangin jadi pengen jahitin baju sama Mbak hahaha,, seru ya bisa jahit gitu. Aku sih nyerah Mbak. Dulu waktu SMK, lebih pilih jurusan boga daripada busana. Tapi, kalo lihat temen-temen busana bikin baju-baju pesta gitu jadi takjub juga, keren~~~ Sukses ya mbak buat usahanya .

    ardasitepu · February 12, 2019 at 3:03 pm

    Iya mba, biasa emak-emak nambah penghasilan harus serba bisa hehe 🙂

Adhi Nugroho · February 13, 2019 at 2:10 pm

Aku pesan satu baju hamilnya ya, To, kalau Istriku hamil nanti. Hehehe. Terima kasih Ito untuk artikelnya. Sukses selalu untuk lombanya. Salam hangat.

lianny hendrawati · February 16, 2019 at 4:01 am

Wah senangnya kalo punya keahlian bisa menjahit. Terakhir aku menjahit itu waktu SMP, ada pelajaran ketrampilan menjahit. Aku nggak terlalu menguasai jahit menjahit ini 🙂
Semoga lancar dan sukses usahanya ya mbak.

    ardasitepu · February 16, 2019 at 8:55 am

    Amin Mba, tahun ini kudu dieksekusi lumayan nambah penghasilan dari rumah.

Rach Alida B · February 16, 2019 at 5:52 am

Halo mba Arda. Senangnya jika ada kemampuan dan keinginann untuk berusaha seperti menjahit. Aku pengen juga usaha tapi masih binggung usaha apa. Sukses usahanya ya mba

    ardasitepu · February 16, 2019 at 8:54 am

    Amin Mba, pengen banget buka usaha nambah2 biaya pendidkan anak2 🙂 Sukses juga mba menemukan usaha baru.

Siti Faridah · February 16, 2019 at 6:56 am

Aku baru tahu kalau mbak Arda bisa mahir menjahit. Dulu aku cuma bisa ngobras aja. Hehehe. Baca postingan ini aku jadi pengen ngobras lagi dan kerja di pabrik garment lagi.

    ardasitepu · February 16, 2019 at 8:53 am

    Iya mba, aku tuh senang menjahit tapi masih pemula hehe. Tapi mau buka usaha juga kalau ada jalan. Doakan ya 🙂

Reyne Raea (Rey) · February 16, 2019 at 8:41 am

Keren banget mba, pindah ke tempat yang kecil gak menjadikan semangat jadi kecil ya.
Dengan Rarali, bakalan jadi bisnis yang berkembang aamiin.

Seru emang punya bisnis sendiri ya, meskipun gak pernah ada basic sekalipun, semuanya bisa banget dilakukan 🙂

    ardasitepu · February 16, 2019 at 5:34 pm

    Amin, pengen banget dirikan usaha jahit di rumah. Nanti mau kerjasama dengan Ralali.

      Siska Dwyta · February 16, 2019 at 10:30 pm

      Buka usaha jahit itu juga peluang bisnis yang bagus. Sayangnya saya nggak punya keahlian di bidang itu, hehe

      Btw ngomong2 soal Ralali memang b2b marketplace ini oke banget ya mbak. Semua kebutuhan kita untuk bisa mulai buka usaha bisnis bisa didapatkan di sana. Jadi tidak salah lagi kalau Ralali jadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan usaha bisnis kita. Semangat

        ardasitepu · February 17, 2019 at 5:14 am

        Iya mba aku juga baru tahu. Tapi setelah didalami Ralali cocok untuk peluang bisnis.

Anne Adzkia · February 16, 2019 at 9:02 am

Tulisan ini menginspirasi banget mbak. Memulai bisnis bagi IRT itu nggak mudah, banyak aja deh alesannya. Tapi saya seperti dapat pencerahan lho. Makasih mbak Arda.

    ardasitepu · February 16, 2019 at 5:33 pm

    Makasih mba Anne, ayo kita berwirausaha. Semangat mom 🙂

Cerita Maria · February 16, 2019 at 11:03 am

Keteranpilan itu krusial ya, Kak. Apalagi di era revoluai teknologi spt ini. Siapa sanka hanya dari jahit menjahit kita bisa mendapatkan rezeki.

Sukses selalu ya, Kak

Efi Fitriyyah · February 16, 2019 at 4:27 pm

Selain sama jago gambar dan jago masak, keahlian jago jahit juga bikin aku iri. Duh aku mah ngecilin baju aja lari ke tukang permak hihihi…. Menarim ya ralali ini bisa menghubungkan anggotanya secara B to B. Good luck buat bisnis jahitnya, ya Mbak.

    ardasitepu · February 16, 2019 at 5:32 pm

    Amin Mba Efi, semoga bisa tercapai tahun ini.

Mechta · February 17, 2019 at 12:55 am

Wah salut mba. Ketrampilan menjahit memang bagus sekali sebagai modal usaha. Semoga usaha barunya nanti lancar dan sukses ya mba…

    ardasitepu · February 17, 2019 at 5:13 am

    Amin mba Mechta, semoga terealisasi tahun ini.

Sekar · February 17, 2019 at 7:39 am

ih kereeeen jahiiit. Tante saya penjahit. Kalo udah bikin pakaian, beeeuuuh rapinyaa bukan main. Kalau digeluti sungguh-sungguh, saya yakin akan jadi besar. Siapa sih orang yang nggak pakai baju haha. Ini profesi yang keren sih menurut saya. Kalo kepengin baju tertentu tapi harganya selagit, tinggal beli bahan, bikin sendiri deh di rumah.

    ardasitepu · February 17, 2019 at 1:08 pm

    Setuju Mba Sekar, alasan pertama ya bisa jahit baju sendiri soalnya ongkos jahit sekarang mahal hehe

Keke Naima · February 17, 2019 at 12:44 pm

Berbeda banget sama saya yang menjahit badge seragam aja bisa sampai nangis hahaha. Padahal mamah saya pintar menjahit dan kadang-kadang terima orderan. Semoga dilancarkan usaha jahitannya ya, Mbak

    ardasitepu · February 17, 2019 at 1:07 pm

    Iya mba ke, hehe saya juga turun dari Mama. Puji Tuhan sekarang udah lumayan karena belajar terus 🙂

susie ncuss · February 17, 2019 at 1:28 pm

Wah, keren ya mbak arda.
semoga usaha jahitannya makin lancar dan sukses
Saya brb cek kelas jahit dulu di sekitar rumah 😀

Nchie Hanie · February 17, 2019 at 4:49 pm

Aamiin..
Senengnya kalo bisnis menjahit. Ahh ko kita sama nih, aku suka menjahit baju, tapi buat sendiri. Trus kalo ku pake langsung diembat temen blogger dan dipake sambil ngasih uangnya buat ganti jahit hahhaaa

Semoga terealisasi usaha menjahitnya dan Ralali sebagai B2B Marketplace emang banyak membantu

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:46 am

    Amin mba, semoga mba pun sukses selalu ya 🙂

Helena · February 17, 2019 at 10:38 pm

WOW, semangat berbisnis seperti ini yang perlu diapresiasi. Pindah ke kota kecil bukan berarti rezeki mampet. Tergantung usaha menggali kesempatan apa yang dapat dikerjakan. Semoga sukses ya mbak.

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:45 am

    Amin mba. Soalnya aku pindah terus jadi harus berjuang untuk memenuhi tambahan penghasilan.

lendyagasshi · February 17, 2019 at 11:02 pm

Keren sekalii…
Aku pingin punya softskill yang bermanfaat begini.

Ibu sama mertua jago banget jahit, tapiii…gak nurun ke aku.
Hihii~
Aku kalo disuruh bebikinan rasanyaaa…huhuu~

Tapi anakku bisa jahit.
Apa bakatnya kelompatan 1 generasi yaa…
Hihii~

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:44 am

    Saya juga turunan dari Ibu mba. Dari situ saya pengen banget punya usaha jahit.

emanuella aka nyonyamalas · February 18, 2019 at 12:17 am

Waaaahhhh, mamam mertu saya juga penjahit Mbak. Sayangnya tidak ada yang nurun ilmunya. Saya yang menantu sempat belajar sebentar, pas masih kerja dulu, sama beliau, sebagai hobi. Namun tidak lama, karena mama keburu dipanggil Tuhan. Semoga bisnisnya lancar ya Mbak….

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:44 am

    Amin amin mba. Mba pun sukses selalu ya.

Kurnia amelia · February 18, 2019 at 1:01 am

Dari dulu aku pengen punya mesin jahit mba , pengen gitu bikin baju sendiri tapi belum kesampaian. Semoga keinginan kakak bisa terkabul ya pengennpunyanusaha jahit.

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:43 am

    Amin amin, pengen banget punya usaha sendiri nih khususnya menjahit.

Ira Hamid · February 18, 2019 at 1:20 am

Sejak dulu saya pengen banget bisa jahit, Mba. Sempat pengen ikutan kursus tapi belum kesampaian karena belum punya waktu yang pas untuk ikut kursus

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:42 am

    Ayoo kursus lagi mba, bisa jadi solusi bisnis di masa depan.

Ira · February 18, 2019 at 1:22 am

Menurutku perempuan yang suka jahit itu keren, Mba. Selalu suka deh lihat wanita-wanita yang suka menjahit, apalagi bila sampe dijadikan profesi

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:42 am

    Hehe, biar bisa nambah penghasilan untuk biaya pendidikan si kecil kelak 🙂

Nyi Penengah Dewanti · February 18, 2019 at 1:38 am

Semangat berbisnis mba Arda, bareng Ralali.
Aih samaan bisa menjahit ini sama mas suamiku, hahahah aku bisa jahit tapi dikit-dikit cuma nggak telaten banget gitu kayak dia.

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:41 am

    Wah suami bisa jahit? Keren dong mba hehe

Elly Nurul · February 18, 2019 at 1:46 am

Sangat menginsprasi banget mba.. buat yang punya resolusi bisnis tapi masih belum bergerak dan cenderung takut-takut, penting banget nih baca tulisan ini.. semoga resolusi bisnis aku juga terwujud di tahun 2019 ini ya mba.. terima kasih sudah menginspirasi saya

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:41 am

    Amin Mba Elly semoga kesampean bisnis barunya dengan Ralali juga cocok tu join mba.

Nabilla DP · February 18, 2019 at 1:53 am

Wiih keren buanget mbaa jago juga jahitnya. Saya pernah buka bisnis fashion gabisa tuh jejahitan hahaha taunya cara jualinnya aja deh hihi

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:40 am

    Jahitnya masih pemula rencana mau les lagi mba hehe

Uniek Kaswarganti · February 18, 2019 at 1:58 am

Wah, mba Arda ini segala bisa yaaa… Saya loh mau belajar jahit terasa susah. Pasang benang di sekoci aja ga bisa2 :))
Semoga sukses rencana bisnis jahit di 2019 ini ya mba. Senang sekali ya kalau pengusaha kelas UMKM terbantu dengan kehadiran Ralali.com ini.

    ardasitepu · February 18, 2019 at 2:40 am

    Ya mba kecil2an mau usaha nambah penghasilan yuhuy 🙂

April Hamsa · February 18, 2019 at 1:59 am

Woow keren menjahir sendiri. Bisa tuh mbak dibikin bajunya eksklusif satu model satu baju 😀
Bis ajg kalau gak mau repot produksi masal dengan sewa penjahit trus dipasarkan di bawah brand tertentu. APapun itulah moga bisnisnya sukses yaa 😀
Sukses juga buat lombanya.

Indah Nuria · February 18, 2019 at 2:29 am

Asyik ya mba kalau ada platform yg oke ini.. swmoga sukses terus nantinya ya

Diah · February 18, 2019 at 8:48 am

keren banget ya Mbak, ini membantu banget buat pebisnis pumula niih. lengkap pula di Ralali ini.
sukses usahanya ya Mbak 🙂

    ardasitepu · February 18, 2019 at 10:56 am

    Makasih mba Diah, pengen punya usaha segera huhuhu.

lita chan lai · February 18, 2019 at 11:05 am

Wah, ternyata di ralali.com bisa jual produk buat kita sendiri ya..
platformnya bermanfaat bgt buat ibu2 yg ga bisa jangkau pasaran luas ya.

    ardasitepu · February 18, 2019 at 11:11 am

    Iya mba Ralali memang cocok buat bisnis pemula juga semua barang harga grosir 🙂

Monica Anggen · February 19, 2019 at 7:13 pm

Ralali ternyata bisa jadi solusi untuk yang mau punya bisnis ya. Prosesnya mudah pula untuk bergabung, mana banyak promo dan harganya pun bersaing. Intip-intip ah siapa tahu ada produk yang bisa dijadikan usaha sampingan juga

    ardasitepu · February 20, 2019 at 3:06 am

    Yup gabung Ralali aja mba dan mulai bisnis baru 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *