Ternyata Selat Sunda tak mampu memisahkan kita setelah menjalin ikatan pernikahan. Tak sampai 5 (lima) bulan, aku harus melepaskan semua karir yang dibangun selama belasan tahun di ibu kota dan harus kembali ke Sumatera Utara. Sebenarnya kota tujuan bukan kota besar yang berada di provinsi ini, namun sebuah kota kecil yang bernama Balige berada di ujung Danau Toba.

Tak pernah terpikir akan menginjakkan kaki di kota kecil ini. Sajian udara segar serta pohon-pohon rindang masih melimpah ruah di sini. Ditemani air Danau Toba yang selalu menari dan menghempaskan ombaknya ke tepi untuk merayu setiap penduduk berlari menyusuri pantai. Bukan hanya kota-nya yang kecil, namun rumah dinas tempat suami berlindung selama ini juga sangat sederhana. Kataku dalam hati, inilah surga yang diimpikan selama ini.

Suasana di sini sungguh jauh dari hiruk pikuk kemacetan, jalanan pun tak pernah ramai. Setiap pagi terdengar burung gereja yang bernyanyi dan pada malam hari para jangkrik paduan suara untuk melelapkan seisi rumah. Walaupun nada suara setiap orang yang terkesan keras di sini, namun hati dan maksud tujuan mereka sangat baik. Mayoritas bersuku Batak Toba memberikan kesan tersendiri dengan adat istiadat yang begitu kental. Benar-benar tak terpikirkan bakalan singgah di kota seribu tugu ini.

Hari lepas hari dilalui bersama suami layaknya pasangan pengantin baru. Bebas dan lepas mengarungi semua sudut wisata di kota ini. Bersyukurnya setahun di sini Sang Pencipta menganugerahkan seorang bayi mungil, berbibir tipis, bola mata yang bulat dan berambut ikal seperti diriku. Kehadirannya menambah sukacita yang tidak terkira, akhirnya bisa berpetualang bertiga untuk memaknai lukisan Sang Pencipta di bumi Sumatera Utara.

Namun, salah satu kenangan yang sangat sulit dilupakan adalah Pantai Bul-Bul yang merupakan aliran Danau Toba. Pantai ini langsung dapat dinikmati dari depan jendela rumah. Pantai yang memberikan sejuta kenangan penuh makna. Saat kejenuhan pekerjaan menyapa maka suami tercinta berinisiatif menghidupkan motor butut-nya dan melaju ke arah pantai. Tak sampai 5 menit, kami sudah menginjakkan kaki di pasir putih, air yang jernih serta udara bersih yang selalu menyapa.

Di pantai Bul-Bul, banyak cerita yang kami bagikan dengan sang danau. Keindahan dan kesejukan air danau membuat hati selalu rindu untuk kembali ke tempat ini. Mulai dari 3 (tiga) bulan, si buah hati sudah merasakan dinginnya air danau, sehingga setidaknya dua kali dalam seminggu, kewajiban kami untuk membawanya berekreasi ke tempat ini.

Sejujurnya hampir tidak pernah ada dana yang ke luar saat kami meluangkan waktu ke pantai Bul-Bul. Namun, pemandangan serta pasir putih yang disajikan membuat tempat ini layaknya sekeping surga yang hadir di kota Balige. Di ujung tatapan mata terdapat pulau kecil yang sangat hijau karena penuh dengan pepohonan rindang, pasir putih di bibir pantai serta inang-inang (kaum ibu) yang menjajakan ombus-ombus (makanan ringan khas Toba).

Tempat ini begitu mengagumkan sehingga tak aneh kalau saat ini menjadi salah satu pusat wisata di daerah Sumatera Utara. Namanya, memang tak setenar Prapat Danau Toba, namun keindahannya mengalahkan beberapa wisata di sekitar Danau Toba. Terlebih lokasinya berada di dekat rumah jadi kapan saja dapat berkunjung ke tempat ini. Apalagi si kecil yang selalu menanti ajakan kedua orang tuanya untuk bermain pasir di tepi pantai.

Mungkin 4 (empat) tahun tidak cukup menikmati pantai Bul-Bul. Sesuai dengan pekerjaan suami, maka dengan berat hati kami harus meninggalkan kota dengan sejuta kenangan. Kota yang mengenalkan kami dengan Pizza Andaliman (bumbu Toba), serta Pantai Bul-Bul yang selalu menjadi halaman bermain kami sekeluarga. Akhirnya, pindah ke sebuah kota yang pohon rindang-nya sudah tidak terlihat lagi, kota yang menawarkan hiburan Mall dan sangat sulit mendengarkan kicauan burung di pagi hari karena kebisingan lalu lintas.

Andai ada waktu dan kesempatan untuk bersua kembali, ingin rasanya menikmati semua keindahan Bul-Bul. Mengabadikan setiap sudutnya sehingga tersimpan di kenangan dan tak lekang dimakan waktu. Walaupun memori Bul-Bul pernah tersimpan di handphone, namun kenangan itu tak banyak terabadikan tentunya karena kualitas dan memori handphone yang minim.

Setelah beradu mimpi dan berandai akan kembali ke Pantai Bulbul, suami tercinta ternyata sudah merasakan bahwa istri yang sedang berbadan dua ini butuh hiburan dan liburan. Kalau milenial bilang “baby moon”, berita bahagia ini disampaikan ternyata bulan Oktober nanti suami mendapat tugas dinas ke Balige. Betapa bahagianya sang wanita dalam peraduan yang merindu terhadap suasana pantai dan dinginnya air Danau Toba.

Tak mau ketinggalan untuk mengabadikan setiap kenangan di sana maka harus didukung dengan handphone yang kece. Apalagi bumil ini ingin terlihat menawan di tengah keindahan Bul-Bul. Si kecil yang sekarang sudah beranjak balita juga tak sabar untuk merekam kembali aksinya bermain bersama pasir pantai. Harapan bumil ini, jenis handphone yang akan menemani adalah Huawei Nova3i.

Pasti sudah pada kenal dengan produk Huawei kan? Produk dan jasa Huawei sendiri terdiri lebih dari 170 negara dan digunakan sepertiga populasi dunia, serta menempati urutan ketiga di dunia dalam pengiriman ponsel pada tahun 2015. Jaringan global HUAWEI dibangun dengan 20 tahun keahlian di industri telekomunikasi dan didedikasikan untuk memberikan kemajuan teknologi terkini kepada konsumen di seluruh dunia.

“Menciptakan pengalaman yang luar biasa dan wujudkan impian untuk semua orang dimana saja” merupakan tagline Huawei yang ciamik. Sehingga muncullah saat ini inovasi dari Huawei yaitu Huawei Nova3i. Smartphone handal ini hadir dalam dua model warna yaitu Black dan Iris Purple dengan premium design yang benar-benar belum ada di pasaran selain Huawei. Tampilannya benar-benar memikat hati, layaknya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Corak warna yang indah di kaca belakang dan bingkai metal yang terletak di tengah. Layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080) memberikan pandangan yang luas untuk namun tetap pas di saku. Hal utama yang diperhatikan emak jaman now seperti saya yang hobi foto adalah kamera. Smartphone ini menyajikan Quad AI Camera : empat kamera AI (Artificial Inteligent) 24 MP + 2 MP di bagian depan dan 16 MP + 2 MP di belakang, HUAWEI nova 3i memastikan hasil foto yang mengesankan dengan kejernihan yang tinggi dan efek bokeh. Tidak tanggung-tanggung sampai 4 jenis kamera yang diberikan.

Satu lagi yang merupakan powerful performance yang tidak ketinggalan adalah menangkap gerakan super lambat yaitu 16x Super Slow Motion. Huawei nova 3i mampu merekam setiap gerakan yang mengesankan menjadi sorotan 480 frame per detik. Di tambah dengan Kirin 710 berteknologi 12 nm memberikan responsif yang halus.

Bagi saya pribadi, teknologi AI yang ditawarkan Huawei nova 3i untuk pencarian gambar juga menarik karena sangat mudah dan cepat karena diurutkan berdasarkan tanggal, tempat, orang dan bahkan objek dalam foto. Dan tidak usah kuatir untuk cekrak-cekrek dengan handphone ini karena memiliki kapasitas penyimpanan sampai 128 GB, wow berapa kali foto juga aman aja tanpa sibuk memindahkan foto ke hardisk eksternal atau laptop.

Bicara soal Balige, merupakan tempat yang jauh dari sinyal bagus. Bersyukurnya, konektivitas AI dari Huawei nova 3i ini akan membantu saya untuk selalu berkomunikasi ataupun update foto-foto ciamik yang instagramable karena handphone ini selalu adaptif dengan lingkungan. Mode elevatornya cepat memulihkan sinyal 4G dan dinamis dalam mengoptimalkan kinerja jaringan. Di samping itu, mampu menon-aktifkan suasana berisik dan menjadi percakapan yang jelas dan berkualitas tinggi. Jadi, walaupun berada jauh di pelosok tidak takut kehilangan sinyal dan suara yang kresek-kresek saat menelpon.

Sejujurnya, saat ini memang lagi mencari smartphone yang mampu menggantikan handphone lama yang sudah mulai lebur karena sering terjatuh. Melihat dari kualitas yang mumpuni serta fitur yang bagus tentunya Huawei nova 3i menjadi smartphone impian, idaman dan pilihan yang terbaik di tahun 2018 ini. Apalagi untuk mengabadikan setiap momen si kecil yang lagi lucu-lucunya dengan golden age-nya.

Ditambah dengan menjelang tujuh bulanan yang akan diabadikan dengan smartphone canggih mahakarya Huawei dan perjalanan wisata ke Bul-Bul sambil mengenang tempat indah yang sulit untuk dilupakan. Semoga dalam waktu dekat dapat mengabadikan setiap momen dalam langkah hidup bersama Huawei nova 3i.

Buat teman-teman yang ingin datang mengunjungi Pantai Bul-Bul, silahkan melalui Bandara Silangit hanya 30 menit menuju Balige. Apabila teman-teman ingin melewati kota medan dapat turun di Bandara Kuala Namo, membutuhkan perjalanan sekitar 6 jam menuju kota Balige. Kalau belum punya handphone kece yuks cuss kunjungi toko terdekat atau toko online dan miliki segera Huawei nova 3i, smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128 GB. Dan bawa handphone tersebut ketempat penuh kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Categories: Blog

8 Comments

Khoirur Rohmah · September 30, 2018 at 8:56 am

Asyik tuh mbak, bisa sepelemparan mata sampai ke Pantai Bul-Bul,
Mana rumah adatnya bagus banget tuh di sepanjang jalan heheee
Semoga terkabul memiliki smartphone Huawei Nova 3i nya yah mbak
Sehat2 terus dedek dan bundanya heheee
Salam kenal dari Bumi Jember Mbak ^^

    ardasitepu · October 1, 2018 at 11:30 am

    Amin amin, terima kasih ya mba 🙂

Joe Candra P · October 1, 2018 at 6:54 am

Masya Allah indah banget pantai bul2 nya kak, pengen deh main2 ke Sumatera Utara hehe

Amir · October 4, 2018 at 8:29 am

Bul Bul Bulali dunia, seperti judul lagunya Rhoma Irama ^^

Lidha Maul · October 6, 2018 at 10:10 pm

woo pantai pasirnya bersih sekali… cantik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *