Siapa yang tak kenal Danau Toba? Mungkin hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal destinasi wisata yang satu ini. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang melewati 7 (tujuh) kabupaten sekaligus.

Ketujuh kabupaten tersebut adalah Kabupaten Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Samosir. Danau Toba memberikan nilai tambah untuk setiap kabupaten karena menjadi lahan wisata yang baik untuk menambah pemasukan daerah.

Tak hanya wisatawan dalam negeri, wisatawan luar negeri pun berbondong-bondong untuk menjelajahi keindahan danau ini. Alhasil, belasan ribu wisatawan setiap bulannya mendatangi wilayah Danau Toba.    

Dulu, Danau Toba adalah sepenggal kisah yang menjadi cerita keluarga secara turun temurun. Kakek dan nenek sangat senang menceritakan keindahan danau ini serta menceritakan beberapa kisah perjuangan untuk bertahan hidup mengais rezeki di sekitar Danau Toba.

Sumber : Dokumen Pribadi

Mereka selalu bercerita bahwa pesona Danau Toba sudah menjadi pemikat wisatawan. Namun, mereka mengeluhkan soal akses transportasi yang sulit untuk mencapai ke beberapa titik di Danau Toba yang sangat indah. Padahal Danau Toba adalah sebuah peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan juga wisatawan domestik dan mancanegara.

Teringat masih kecil, saat berkunjung ke Danau Toba dan sekitarnya, akses jalan masih rusak dan sangat sulit mendapatkan transportasi yang nyaman. Belum lagi, jika dari Medan (Bandara Kuala Namo) harus menghabiskan sekitar 7-8 jam untuk sampai ke daerah wisata ini.

Bayangkan untuk mencapai daerah wisata saja menghabiskan hampir setengah hari. Oleh karena itu, menjadi pilihan yang sulit untuk berkunjung ke tempat ini walaupun sajian pemandangan yang disuguhkan sangat indah.

Mungkin, hanya wisatawan tertentu yang memang penasaran mau berkunjung dengan perjalanan yang cukup jauh. Belum lagi rawan kecelakaan di jalan karena sempit dan langsung berada di bibir danau.

Sempat beberapa kali kunjungan wisatawan Danau Toba menurun drastis karena fasilitas transportasi yang tidak baik. Pernah juga, diakibatkan oleh kapal yang tidak layak untuk menyeberang ke Pulau Samosir dan akhirnya mengorbankan banyak jiwa pada tahun 2018 lalu.

Melihat kondisi ini, salah satu pemicu turunnya pengunjung ke daerah wisata Danau Toba adalah karena transportasi yang kurang memadai. Sehingga semenjak itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas transportasi di sekitar danau dan juga membangun infrastruktur jalan yang nantinya lebih mudah menuju Danau Toba.

Perubahan Moda Transportasi Menuju Wisata Danau Toba

Tak pernah terpikirkan saya dan keluarga harus pindah ke Balige yang merupakan ibu kota Kabupaten Toba Samosir. Di mana kota ini merupakan salah satu yang dihampiri aliran Danau Toba.

Jika dulu, cerita kakek dan nenek tentang Danau Toba seolah fiksi namun sekarang sudah merasakan nyata dan sejuknya air Danau Toba. Tinggal di daerah ini selama kurang lebih 5 (lima) tahun dan setiap waktu menikmati arus wisatawan ke kota yang terkenal dengan bumbu andaliman.

Di Balige terdapat aliran Danau Toba yang disebut Pantai Bul-Bul. Pantai pasir putih yang memang menjadi idaman banyak wisatawan saat ini. Matahari tenggelam pun sangat indah terlihat dari bibir pantai.

Sayangnya, jika dari Medan saat ini membutuhkan 6-7 Jam perjalanan dan lebih singkat karena sudah terdapat tol langsung menuju Kota Tebing Tinggi. Perjalanan yang cukup jauh membuat wisatawan merasa enggan berkunjung ke tempat ini.

Sumber : Dokumen Pribadi

Terdapat salah satu alternatif transportasi melalui Bandara Silangit. Namun, dulu bandara ini masih sangat kecil dan saat itu belum diresmikan menjadi Bandara Internasional. Fasilitasnya pun minim sekali, ruang tunggu yang terbatas hanya ada warung yang berada di pojok lapangan parkir.

Padahal, jika Bandara Silangit diperbaharui dan diperbesar maka wisatawan asing pun dapat langsung menuju Danau Toba atau Pantai Bul-Bul. Waktu yang dihabiskan dari Bandara Silangit menuju pantai hanya sekitar 30 menit. Bayangkan waktu yang singkat dan efisien bagi wisatawan untuk mengunjungi Danau Toba.

Bersyukurnya, semenjak banyak masukan ke pemerintah untuk memperbaiki transportasi, jalan serta hal yang berkaitan dengan Danau Toba, maka sedikit demi sedikit banyak fasilitas yang diperbaiki. Alhasil, memberikan dampak positif terhadap peningkatan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang berada di aliran Danau Toba. Tampak gairah berdagang, menenun, bahkan membuat variasi restoran melalui ekonomi kreatif meningkat.

Tak hanya itu, masyarakat juga mendapat pelatihan bagaimana menghasilkan produk kreatif dan dapat dijajakan di jalur wisata Danau Toba. Sehingga Danau Toba menjadi destinasi super prioritas, harapannya walaupun mereka tidak melihat Danau Toba saat ini tapi mimpi dulu dapat terwujud melalui kinerja pemerintah dalam 5 (lima) tahun.

1. Bandara Internasional Silangit

Salah satu peran pemerintah yang secara nyata dalam meningkatkan wisatawan di sekitar Danau Toba adalah peresmian Bandara Internasional Silangit. Seperti diketahui, dulu bandara ini merupakan bandara yang tidak dilirik wisatawan.

Pesawat yang datang kemari pun tertentu, penerbangan yang terjadwal pun beberapa hari sekali. Oleh karena itu, sangat sulit mencapai Danau Toba dengan mudah. Belum lagi, suasana bandara yang kurang layak karena tidak memadai.

Sumber : https://angkasapura2.co.id/

Namun, semenjak pemerintah berkomitmen untuk meresmikan Bandara Silangit menjadi bandara internasional maka semua berubah. Infrastruktur mulai dibangun, dalam waktu beberapa bulan bangunan sudah tampak megah dan cantik. Fasilitas makan dan ruang tunggu mulai memadai sehingga wisatawan juga tertarik untuk berkunjung melalui Bandara Internasional Silangit.

Tak hanya itu, saat ini jadwal penerbangan ke luar dan dalam Bandara Silangit pun sudah setiap hari. Tak hanya pesawat kecil yang numpang transit namun pesawat besar pun sudah ada untuk mengangkut berbagai wisatawan untuk dapat mengunjungi Danau Toba.

Sumber : @djpu151

Peresmian Bandara Silangit dilaksanakan pada bulan November 2017. Semenjak diresmikan bandara ini sudah sah untuk pesawat luar negeri yang mendarat di sini. Bandara yang berkapasitas lebih dari 500.000 penumpang per tahun ini dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine).

Di samping itu, bandara ini juga mengimplementasikan fitur smart airport semua berbasis teknologi digital, terdapat wifi gratis, jadwal bus dan penerbangan, e-payment serta informasi turis. Semua sudah serba canggih dan kekinian sehingga memudahkan wisatawan untuk mengakses banyak hal dalam mengunjungi destinasi wisata Danau Toba.

2. Bus Air Danau Toba

Di samping Bandara Silangit yang sudah resmi menjadi bandara internasional dengan berbagai fasilitas yang membuat wisatawan nyaman, maka saat ini sudah terdapat Bus Air Danau Toba. Sebagai masyarakat yang selalu berkaitan dengan penyeberangan Danau Toba, dulunya ada rasa ketakutan.

Hal ini dikarenakan, kapal yang ditumpangi tidak nyaman. Belum lagi di hari-hari besar maka penyeberangan Danau Toba sangat padat. Bahkan tidak ada space untuk masuk kapal, namun hal ini terus dipaksakan. Alhasil, dalam tenggelamnya kapal banyak berjatuhan korban jiwa.

Mengingat hal ini, sebagai masyarakat yang selalu menyeberang danau ada rasa trauma yang berlebihan. Sehingga saat melihat danau dan juga kapal-kapal yang melintas belum ada keberanian untuk naik. Sehingga beberapa pekerjaan harus tertunda.  

Sumber : Kementrian Perhubungan

Bersyukurnya Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat sedang membangun lima kapal besar yang bertujuan untuk melayani angkutan penyeberangan di kawasan Danau Toba. Hebatnya lagi, dua di antara kapal besar tersebut merupakan bus air yang digunakan sebagai bus wisata.

Salah satu kapal yang dihadirkan Kemenhub adalah KM Ihan Batak yang sangat memudahkan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari. Masyarakat merasa nyaman dan aman karena dibangun berdasarkan standar keselamatan yang memadai. Harga tiket KM Ihan Batak pun sangat terjangkau, untuk perorangan sebesar Rp9.000,- dan untuk kendaraan mobil beserta seluruh anggota dalam mobil dipatok Rp135.000,-

KM Ihan Batak ini merupakan bentuk dukungan yang nyata Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan angkutan penyeberangan yang berkeselamatan sekaligus mendukung Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan. Dukungan Kemenhub terhadap terciptanya kapal ini mengurangi kecemasan masyarakat untuk melakukan penyeberangan menuju Pulau Samosir. Dana yang disediakan pun cukup besar sehingga kapal yang dihasilkan juga kapal yang dapat diandalkan dalam penyeberangan. Karena transportasi yang baik menjadi nilai awal dalam meningkatkan pariwisata di Indonesia.

Selama 5 (lima) tahun lebih tinggal di Balige maka banyak perubahan dari segi jalan, transportasi dan fasilitas yang mendukung untuk masyarakat maupun wisatawan. Saat wisatawan meningkatkan maka perekonomian masyarakat sekitar Danau Toba juga meningkat drastis setiap tahunnya.

Transportasi Unggul Ala Kemenhub

Pemerintah melihat bahwa hadirnya transportasi yang unggul secara tidak langsung akan memberikan nilai tambah terhadap suatu daerah. Apalagi transportasi yang dihadirkan bersifat modern dengan teknologi tinggi.

Pengalaman tinggal di wilayah Danau Toba bahwa transportasi adalah modal awal untuk meningkatkan berbagai pemasukan daerah. Saya sendiri sangat yakin dengan program kerja yang sudah dilakukan selama lima tahun ini. Hal ini sudah dibuktikan secara nyata dengan bandara dan kapal besar Danau Toba yang sudah terwujud.

Dalam memantapkan program yang dilakukan Kemenhub agar menciptakan transportasi unggul Kemenhub sudah menganggarkan 2,9 triliun untuk mengembangkan destinasi wisata prioritas dan salah satunya adalah Danau Toba.

Dukungan yang diberikan Kemenhub di antaranya pemberian layanan subsidi operasi angkutan antarmoda dan angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata dan pembangunan kapal dan Bus Air seperti yang dilakukan di Danau Toba.

Hadirnya perencanaan Kemenhub dalam waktu ke depan juga memberikan angin segar kepada masyarakat di sekitar Danau Toba, karena destinasi wisata ini akan selalu dilirik oleh wisatawan. Hal ini dikarenakan transportasi yang sudah memadai baik dari bandara internasional maupun kapal.

Oleh karena itu, peran serta masyarakat juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah khususnya dalam transportasi yaitu dengan menjaga serta merawat agar transportasi yang ada dapat menjadi andalan dalam mengembangkan wisata.

Kini, wisata Danau Toba tidak lagi menjadi sepenggal kisah klasik yang diceritakan kakek dan nenek kepada cucu-cucunya, akan tetapi menjadi kisah yang menarik untuk diberitakan di masa depan. Berkat transportasi unggul, Danau Toba akan selalu berkembang dan perekonomian masyarakat menjadi meningkat setiap tahunnya.

Categories: Blog

17 Comments

Joe Candra · November 14, 2019 at 7:53 am

Huwaaaaa indahnyaaaaa, pengen ke D. Toba juga kak, cusss hehhee

Yeni Sovia · November 16, 2019 at 5:41 am

Wah pertama kali aku berkunjung ke blognya Mba Arda hari ini. Yang pertama terucap di hati adalah “wah ini pasti tulisannya bagus” dan bisik hatiku benar. Bagus mba dan sukses ya buat lombanya. Ngomong-ngomong aku belum pernah ke danau toba dan ternyata bagus ya pemamdangannya

Icha Marina Elliza · November 16, 2019 at 6:21 am

keluarga kami juga jadi sering ke Danau toba semenjak suami pernah tugas ke Samosir.
dalam kurung waktu 5 tahun, memang banyak perkembangan aksesnya yang mudah ke sana ya kak arda. Jadinya nyaman banget ketika sampe, gak ada pegal yang berlebihan

ainun · November 16, 2019 at 3:17 pm

Wish list nih Danau Toba buat jadi tujuan destinasi trip selanjutnya. Apalagi sekarang banyak kemudahan dengan adanya akses melalui jalur udara.

elva s · November 16, 2019 at 10:27 pm

Meskipun belum ke Danau Toba, tapi cerita betapa eloknya pemandangan disana sudah tersebar luas.
Dengan adanya kemajuan dibidang transportasi pastilah akan menjadi kemudahan wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung kesana.

Monica Anggen · November 17, 2019 at 4:57 am

Indahnya pemandangan di Danau Toba. Saya belum pernah main ke sana. Tapi melihat kemajuan transportasi di Indonesia saat ini, sepertinya akses ke Danau Toba jadi jauh lebih mudah dan lebih murah ya. Mesti planning sepertinya akunya untuk eksplorasi daerah Sumatera. Ke Pulau Sumatera baru ke Lampung dan Palembang euy. Mainnya belum jauh

Nurul Dwi Larasati · November 17, 2019 at 2:28 pm

Destinasi impianku juga ke Danau Toba ini. Syukurlah semua akses transportasi dipermudah dan diperlancar oleh Kemenhub. Nggak ada drama lama-lama lagi di jalan selama 7 jam ya.

mamaayuutami · November 18, 2019 at 3:14 am

Dulu waktu kecil pernah dengerin lagu tentang danau toba, dan dari situ jadi jatuh cinta dengan danau toba, walaupun belum bisa ke sana tapi selalu terbayang keindahannya.

Dian · November 18, 2019 at 6:08 am

Klo transportasinya unggul dan saling terintegrasi pasti sangat mendukung sektor pariwisata ya mbak..

Danau toba jadi mudah dijangkau dan dinikmati secara langsung

Akarui Cha · November 18, 2019 at 6:10 am

Legenda terbentuknya danau Toba termasuk salah satu kisah yang saya baca di buku sekolah jaman kecil dulu. Nggak pernah tau cara untuk kemari. Kalau aksesnya sudah mudah begini, asik sekali.

lendyagasshi · November 18, 2019 at 7:36 am

Horas!
Aku lahir di Langkat, kak…dan baru sekali ke Danau TOba.
Sepanjang ingatanku, aku pas ke sana gak nyebrang. Ya…itu, terkendala transportasi kapal yang membantu menyeberangkan kami.

Senangnya,
Sekarang infrastruktur sudah makin dibangun dengan baik.
Sehingga masyarakat asli pun mudah mau keluar Toba ya…

Irena Faisal · November 18, 2019 at 9:19 pm

Sudah lama sekali aku nggak berkunjung ke Danau Toba, terakhir kesana sekitar tahun 2011… pasti makin cantik disana, sayangnya harga tiket pesawat domestik masih mahal 🙁

Visya Al Biruni · November 19, 2019 at 1:39 am

Waah bersyukur banget yaa Mbak, akses ke Kampung halaman jadi lebih mudah berkat kerja keras Kemenhub dan didukung masyarakat. Ngga kebayang kalo harus naiknkapal motor kecil menyebrangi danau Toba 🙁

Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) · November 19, 2019 at 4:26 am

Sekarang tuh berasa banget ya perkembangan dan perubahan transportasi umum itu bagus banget. Apalagi untuk akses ke daerah gitu, yang dulunya bikin males kesana kalau naik transportasi umum suka bikin gak nyaman tapi sekarang sudah jauh beda. Bahkan dengan adanya transportasi yang nyaman bikin wisata disetiap daerah jadi naik ya mbak.

Diayu Refina Sembiring · November 19, 2019 at 5:59 am

Bener bener bentuk kerja nyata btw aku terakhir ke Danau Toba tahun 2018 kak waktu libur lebaran yg kejadian kapal penyebrangan tenggelam itu. Semenjak itu jujur agak was was kalau mau nyebrang juga, tapi klau udah berbenah gini malah jadi gak sabar ngajak keluarga kesana lagi

artha · November 21, 2019 at 1:15 am

jadi itu alasan walau danau toba populer tapi pengunjung tak membeludak. akses transportasi emang yg utama sih. syukurlah sekarang sudah dibenahi dan kecantikan serta kesegaran air danau toba bdls dinikmati semua orang yg datang ke sana

Anisa Deasty Malela · November 21, 2019 at 1:53 am

Sering mendengar mengenai keindahan danau Toba, tapi penasaran karena belum pernah ke sini secara langsung. Penasaran dan ingin merencanakan liburan ke danau Toba juga deh bersama keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification=WJGukaelgaTyJndrjWp_6NB2YJ137Z2_0eaL95IoluM
error: Content is protected !!