Dalam sebuah perkumpulan ibu-ibu di kompleks membahas tentang masa depan, maka terlintas sebuah pertanyaan, apa yang menjadi tujuan hidup masing-masing ibu tersebut? Maka ada jawaban menarik dari seorang ibu yang akhirnya menjadi salah satu pegangan hidup saya sampai hari ini. Beliau berkata,”Tujuan hidup saya adalah umur panjang dan hidup yang berkualitas agar kesehatan tetap saya miliki dan akhirnya selalu bahagia bersama keluarga.”

Setiap dari kita mau dong memiliki umur panjang dan hidup berkualitas. Masalahnya kemauan tersebut disertai dengan usaha yang sepadan atau tidak. Apalagi dewasa ini, semua serba instan dan cepat, jadi mau enggak mau pola hidup pun mengikutinya. Sebagai contoh, saat ini makanan junk food, fast food sudah bertebaran di mana-mana. Tak hanya itu, tinggal klik dengan satu jari makanan tersebut sudah dapat tiba di rumah dengan selamat sentosa. Menariknya, para rumah tangga menyukai hal ini sehingga kegiatan mengolah masakan sendiri mulai langka untuk beberapa daerah tertentu khususnya di kota-kota besar.

Hal tersebut merupakan salah satu indikasi menjaga pola hidup yang kurang berkualitas. Padahal menurut para ahli,  kapasitas tubuh kita diprogramkan untuk mampu bertahan sampai 120 tahun. Namun, zaman now apakah masih ada orang yang bertahan hidup sampai seumur itu? Ngerinya, rata-rata umur hidup manusia khususnya di Indonesia masih setengahnya sekitar 60-70 tahun. Jadi, kemampuan tubuh sampai ratusan tahun kemana perginya? Berarti ada yang salah dalam pengelolaan tubuh agar sehat senantiasa dan bertahan lama serta bebas dari berbagai penyakit.

Pola makanan cepat saji adalah satu dari sekian kegiatan manusia yang menyebabkan kesehatan menurun. Jika diusut lebih jauh, banyak sekali bentuk-bentuk kegiatan yang membuat tubuh rentan mengalami penurunan daya tahan, akhirnya mau tak mau mudah terserang sakit penyakit. Jadi kalau sudah jatuh sakit apalagi khususnya untuk ibu-ibu maka satu rumah bisa berantakan enggak keurus. Sehingga jargon para Ibu di lingkungan saya adalah Ibu sehat, Ibu Cermat, Keluarga Selamat.

Jargon tersebut didukung dengan berbagai upaya untuk mengutamakan pola hidup sehat. Nah, bicara hidup sehat tentunya dari kita sudah tau dari berbagai informasi mengenai cara menjaga agar tubuh tetap sehat, stabil dan terhindar dari penyakit. Menariknya, informasi yang sejujurnya baru-baru ini saya ketahui dari doktersehat adalah salah satu upaya menjaga kesehatan dapat dilakukandengan melakukan donor darah. Whatss??? Donor darah??? Jujur sebagian dari kita tentunya takut dengan jarum suntik dan apakah tahan melakukan donor darah. Pengalaman inilah yang belum sama sekali dilakukan dan kelak setelah usai melahirkan dan menyusui maka segera menjadi pendonor darah.

Tak sekedar menyelamatkan orang lain, ternyata kegiatan donor darah ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh sendiri. Seperti dilansir doktersehat dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), terdapat 9 (Sembilan) manfaat donor darah yaitu:

Donor darah mengurangi kadar zat besi dalam darah. Zat besi berlebihan menyebabkan oksidasi kolesterol. Nah, kalau proses oksidasi menumpuk pada dinding arteri akan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Donor darah membantu tubuh untuk menstabilkan jumlah sel darah merah.

Donor darah sekitar 450 ml darah, maka akan terjadi proses pembakaran 650 kalori.

Donor darah memberikan manfaat bagi orang lain, sehingga bagi pendonor bisa merasakan hidup lebih berenergi dan bugar.

Donor darah  dilakukan dengan prosedur maka darah akan diperiksa terlebih dahulu dari berbagai penyakit sehingga mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah, sehingga pendonor tahu lebih cepat jenis penyakit yang dialami dan segera dapat dilakukan pengobatan lebih lanjut.

Donor darah secara teratur dapat menurunkan resiko kanker seperti Hati, Usus Besar, Paru-paru, Kerongkongan dan Perut.

Donor darah yang dilakukan sesuai prosedur maka secara tidak langsung kita mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis seperti nadi, tekanan darah, suhu tubuh dan kadar hemoglobin. 

Donor darah mampu menurunkan kadar zat besi. Kelebihan zat besi tentunya akan membuat gangguan pada kesehatan.

Donor darah dapat menyelamatkan organ hati dari penyakit seperti hepatitis C dan penyakit hati lainnya.

Setelah menyadari pentingnya kegiatan donor darah ini, maka ibu-ibu se-kompleks semangat untuk melakukan kegiatan tersebut. Tentunya bekerjasama dengan pihak medis agar terkoordinasi dengan baik. Walaupun saat ini saya belum bisa menjadi pendonor, mungkin kelak dengan kesehatan yang maksimal dapat menjadi pendonor.

Cerita tentang ibu-ibu lingkungan yang saat ini menggalakkan pola hidup sehat. Tentunya sebagai ibu yang sedang berbadan dua ini alias bumil juga tidak ketinggalan untuk menjaga kesehatan. Hal ini sangat penting, bahkan sangat-sangat penting karena tidak hanya satu kehidupan yang harus diselamatkan akan tetapi calon kehidupan baru yang harus dijaga kesehatannya sampai menjelang lahiran nanti.

Kembali bicara soal kesehatan, proses kehamilan kedua ini tidaklah mudah bagi saya. Berbeda dengan kehamilan pertama yang lancar jaya layaknya jalanan tol. Setelah positif mengetahui kehamilan maka 4 (empat) minggu kemudian, ibu yang sibuk bekerja kantoran ini langsung mengalami flek dan dokter secara tegas meminta saya untuk beristirahat total selama sebulan lebih. Wow, enggak kebayang sebulan harus berbaring di tempat tidur dan melakukan semuanya di atas kasur mulai dari makan, minum dan sebagainya. Menyiksa??? Ya tentu menyiksa banget. Namun, kembali diingatkan berjuang lebih baik daripada mengeluh. Alhasil, proses ini terlewati dengan baik.

Setelah memasuki semester II kehamilan, maka suatu penyakit baru muncul yaitu kaki kanan yang tidak bisa diangkat alias kram total. Selama seminggu kembali harus berbaring di tempat tidur sambil memulihkan kondisi kaki. Setelah konsultasi dengan dokter, ternyata di kehamilan kedua ini, saya kurang menjaga kesehatan sehingga mudah terserang berbagai penyakit seperti kram kaki, flu, batuk dan bahkan sakit pinggang yang berkepanjangan. Salah satu yang paling nyesek adalah dokter bilang bahwa saya malas berolahraga saat hamil. Padahal masih jaman gadis paling enggak pernah absen dari gym.

So, kalau sudah begini mau enggak mau para bumil zaman now harus mengambil sikap dan memperhatikan pentingnya menjaga kesehatan demi kebahagian menyambut buah hati yang mungkin sudah lama dinanti. Semenjak ada pesan tegas dari dokter maka saya membuat komitmen untuk menjaga pola kesehatan selama masa kehamilan. Berikut pengalaman dan aksi yang sudah diambil dalam menjaga kesehatan serta tentunya melakukannya penuh dengan keceriaan.

1. Makanan Bernutrisi

Sebagian besar para bumil di semester I mungkin sedikit kesusahan untuk mengkonsumsi makanan. Hal ini dikarenakan mual dan gejala ini mungkin tak dapat dihindari. Namun, memasuki kehamilan di semester II maka mengkonsumsi makanan dengan berbagai jenis merupakan hal yang menyenangkan. Hampir semua jenis makanan dapat dinikmati. Namun, perlu diperhatikan apakah makanan tersebut bernilai gizi baik untuk sang ibu dan calon buah hati.

Makanan punya pengaruh penting untuk pembentukan sang bayi. Asupan yang bergizi lengkap mampu menghasilkan kesehatan yang baik untuk ibu dan calon anak. Nah, untuk itu semenjak bebas dari gejala mual, muntah dan para sahabatnya maka saya mulai rajin mengkonsumsi berbagai makanan seperti sayur-sayuran, buah, ikan, daging dan semua hasil olahan sendiri.

Bsicara soal makan juga sangat penting buat Ibu hamil untuk membatasi makanan dengan jumlah yang cukup besar dalam sekali makan. Kalau dokter bilang lebih baik makan sedikit-sedikit dengan frekuensi yang rutin. Salah satu lagi yang harus dihindari adalah jenis makanan yang mengandung penyedap, pengawet, makanan yang dibakar atau diasap agar terhindar jenis penyakit yang tidak diinginkan khususnya buat buah hati kita.

2. Minum Air Mineral

Dalam kondisi normal saja, kita diharapkan mengkonsumsi air mineral yang cukup apalagi saat kondisi hamil maka asupan air mineral tentunya lebih banyak daripada biasanya. Sebagai seorang ibu kita harus menyadari pentingnya hal ini karena banyak manfaat yang diberikan dengan mengkonsumsi air mineral seperti membantu tumbuh kembang janin, menjaga stamina, menyerap nutrisi makanan, mencegah sembelit, menjaga berat badan tetap ideal, menyeimbangkan suhu tubuh serta mengurangi potensi sakit kepala.

Asik banget kan kalau segala penyakit tersebut tidak menghampiri ibu hamil. Cukup dengan rajin mengkonsumsi air mineral.

3. Olahraga Cukup

Waduh yang ketiga ini memang paling jarang dilakukan semenjak hamil, namun mau tidak mau harus rutin dilakukan. Apalagi menjelang kelahiran si kecil. Olahraga yang cukup dapat meningkatkan asupan oksigen untuk perkembangan janin, membantu mengembangkan jantung yang sehat, meningkatkan kemampuan otak bayi, mengurangi pegal-pegal dan sakit pinggang buat ibu hamil.

Nah, olahraga yang saya lakukan biasanya jalan pagi di depan halaman rumah. Mengikuti senam hamil baik secara kelompok maupun secara pribadi dari rumah. Manfaatnya banyak sekali, yang dulu biasanya terjadi kram kaki yang berkepanjangan, sekarang gejala-gejala ini berkurang bahkan tidak terulang lagi. Satu lagi menjelang kehamilan semester III, olahraga ini sangat baik karena tubuh jadi lebih ringan walaupun kondisi bayi semakin besar. So, buat para bumil jangan malas berolahraga ya walaupun hanya 15-30 menit/hari.

4. Istirahat Tepat Waktu

Menjelang semester III kondisi perut semakin besar. Hal yang paling sulit adalah menentukan posisi tidur yang uenaakkk… Menurut dunia kesehatan, posisi tidur ke kiri lebih baik daripada ke kanan karena tidak menekan organ hati, posisi ini juga membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga mempermudah pasokan darah dan nutrisi ke plasenta untuk diteruskan ke bayi.

Posisi yang tidak dibenarkan adalah telentang, jujur aja posisi ini membuat ibu hamil seperti saya terasa sesak dan tidak nyaman. Satu hal yang penting kalau sudah menemukan posisi tidur yang asik maka tidurlah tepat waktu. Kenapa tepat waktu??? Pada dasarnya wanita baik dalam keadaan hamil ataupun tidak, pasti merasakan ‘kerempongan’ di pagi hari, mulai mengurus suami dan anak-anak. Bayangkan kalau kondisi tidur malam sebelumnya tidak baik maka waktu tidur akan berkurang serta akan menimbulkan efek negatif untuk kesehatan.

5. Tenangkan Pikiran

Jurus terakhir yang saya lakukan dalam menjaga kesehatan tubuh adalah dengan menenangkan pikiran. Pikiran yang tenang membuat bumil jauh dari stress dan tentunya menyelamatkan ibu dan anak dari tekanan yang mengganggu proses kehamilan. Berikut aksi-aksi bumil yang dilakukan untuk menenangkan pikiran:

  • Berdoa

Yups, dengan berdoa setiap bumil akan merasa lebih tenang karena yakin Sang Pencipta melindungi dan menemani setiap proses kehamilan.  

  • Bermain Musik

Bermain dan mendengarkan musik memberikan ketenangan buat bumil dan calon buah hati. Tak hanya itu, musik juga mampu menjadi stimulus yang baik untuk perkembangan otak buah hati.

  • Menulis & Membaca

Bagi saya, kegiatan yang paling asik selama kehamilan adalah menulis, apakah menulis di blog, jurnal dan sebagainya. Kegiatan ini membuat saya merasa lebih tenang serta mengajari calon buah hati agar kelak jadi penulis juga hehehe…

Di samping itu, kegiatan membaca juga menyenangkan. Walaupun sudah pernah mengalami kehamilan yang pertama namun untuk langkah-langkah yang harus dilakukan ibu hamil terus belajar. Untuk itu, saya banyak membaca buku tema kehamilan, artikel tentang kehamilan dan upaya untuk menjaga kesehatan tubuh. Artikel bermanfaat tentang dunia kesehatan khususnya untuk ibu hamil di dapatkan di doktersehat.

Doktersehat merupakan website kesehatan online yang memberikan informasi kesehatan, tips kesehatan dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, kesehatan, kehamilan, seksualitas dan kesehatan keluarga.

Doktersehat menyajikan artikel pilihan tentang semua jenis penyakit, bagaimana cara menghindari dan penanggulangannya. Di samping itu, panduan untuk ibu hamil dan kesehatan janin juga lengkap. Buat teman-teman semua yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan juga dapat berkonsultasi secara free dan dijawab oleh dokter-dokter yang mumpuni di bidangnya.

Pada kolom selanjutnya juga tersedia berbagai jenis kalkulator dalam menghitung berat badan ideal, perhitungan kalori, perhitungan masa subur dan usia kehamilan serta janin. Jadi kita dapat memprediksi serta memperhatikan berat badan yang baik untuk tubuh. Kolom terakhir tersedia berbagai direktori dokter dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, doktersehat juga menyajikan artikel tentang obat, penyakit, herbal, fobia dan sebagainya.

Penasaran dengan situs ini, yuks segera berkunjung ke www.doktersehat.com sebagai ibu hamil, saya merasa tidak sendiri karena semua informasi dan artikel yang baik di dapatkan di sini.

Jadi, buat para bumil jaman now jangan lupa tetap menjaga kesehatan, tetap bahagia dan melakukan yang terbaik dalam setiap prosesnya.

Happy Pregnant 🙂

Informasi lebih lanjut mengenai dokter sehat, yuks berselancar di media sosial berikut ini:

  1. Pengalaman Pribadi
  2. www.doktersehat.com
  1. www.ardasitepu.com
  2. istockphoto
  1. Youtube Channel DokterSehat

#AksiSehatCeria Bumil Zaman Now

Categories: Blog

2 Comments

Retno Anbarini · October 27, 2018 at 9:27 am

terima kasih tips tips yang sangat baik dan menarik.
adakah tips khusus bagi ibu hamil yang malah tertimpa rasa emosional yang tinggi dan banyak pikiran gtu?

    ardasitepu · October 29, 2018 at 2:19 am

    Kalau memang sudah emosional saya langsung dengerin atau main musik mba, jadi emosinya stabil lagi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *