Menjadi seorang Ibu merupakan salah satu anugerah terbesar yang saya terima dari Sang Pencipta. Tidaklah mudah mendapatkan gelar dan peran ini. Banyak hal yang harus dipelajari, di 1000 hari pertama anak, masa golden age, sampai kepada pertumbuhannya menjelang remaja.

Bersyukurnya, tahun ini putri sulung saya akan memasuki usia 5 (lima) tahun dan segera melewati masa emas. Waktu yang tepat untuk memulai tahap baru yaitu dunia pendidikan formal.

Sejujurnya, sebagai orang tua muncul ketakutan atau kekuatiran terhadap anak perempuan saya yang akan masuk dunia sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal terbesar adalah apakah saya mampu melepaskannya masuk ke dunia sosial dan formal di usia yang masih sangat muda.  

Oleh karena itu, sebelum masuk ke dunia sekolah sangat diperlukan peran keluarga untuk menanamkan nilai-nilai bahkan ketrampilan untuk anak. Meskipun sedikit berat untuk melatih kemandirian anak usia  dini tapi harus dilakukan setiap hari agar kelak memudahkan anak.

Berdasarkan pelajaran secara ilmiah, pengalaman serta ‘wejangan’ orang tua maka berikut pendidikan anak yang harus terlebih dahulu di dapat dari orang tua sebelum ‘lepas’ ke dunia pendidikan atau sosial:

1. HIDUP MANDIRI

Tak jarang di usia anak yang menjelang 5 (lima) tahun masih ‘disuapi’ saat makan, ditemani saat ke toilet bahkan dipakaikan baju. Padahal di usia ini, anak-anak umumnya sudah mampu melakukan hal tersebut walaupun belum sempurna.

Di samping itu, anak sudah mengerti respon orang tua apakah kalimat mengajak atau perintah. Maka menjelang usia 5 tahun, saya ‘getol’ mengajari tentang kemandirian.

Kemandirian merupakan modal awal untuk melepas anak ke dunia pendidikan. Tentunya, tidak semua sekolah atau guru mampu melayani kebutuhan setiap anak didik. Misalnya, anak akan ke toilet, membukakan botol air minum, membuka sepatu dan sebagainya.

Ketika anak sudah dapat mandiri maka siap untuk masuk ke dunia sosial yang memang secara tidak langsung tanpa bantuan siapapun. Bahkan orang tua pun tidak dapat berada di sisi anak selama jam sekolah berlangsung.

2. BELAJAR MENDENGAR

Pendidikan kedua yang saya tanamkan kepada anak adalah belajar mendengar. Tak jarang anak selalu berlarian kesana-kemari saat orang tua sedang menjelaskan sesuatu.

Apalagi putri sulung saya yang memiliki kecerdasan kinestik di atas rata-rata. Terkadang tidak bisa fokus mendengarkan walaupun hanya 5 (lima) menit. Alhasil, terkadang emosi atau kemarahan orang tua muncul tanpa disadari.

Namun, dengan perlahan dan menjaga kestabilan emosi, saya belajar untuk menjelaskan kepada anak bahwa mendengarkan orang berbicara itu penting. Pelajaran kedua ini memang masih sangat sulit untuk dilakukan.

Pentingnya belajar mendengar untuk anak usia dini yang akan masuk sekolah. Hal ini dikarenakan hampir 90% kegiatan anak di sekolah adalah mendengarkan seperti mendengarkan Bunda/Guru-nya atau teman-teman sekelas. Jadi tahapan yang cukup penting untuk diketahui anak adalah fokus untuk mendengar dan mengerti instruksi yang disampaikan. 

3. SIKAP BERBAGI

Putri saya adalah anak pertama yang baru mendapatkan adik setelah 4 (empat) tahun kemudian. Mungkin terlalu lama rasa perhatian serta segala barang yang dibeli hanya fokus untuknya jadi agak sedikit sulit untuk berbagi dengan temannya.

Sikap berbagi adalah suatu nilai yang baik ditanamkan untuk anak usia dini. Tak hanya di lingkungan sekolah, di masyarakat juga kelak akan bermanfaat.

Untuk dunia PAUD yang umumnya melatih kecerdasan dan bermain, maka sikap berbagi untuk anak adalah penting. Seperti contoh berbagi alat peraga, berbagi permainan di sekolah dan kadang berbagi makanan saat teman lain meminta.

4. DISIPLIN WAKTU

Kebanyakan orang dewasa saat ini sangat susah untuk disiplin dengan waktu. Seperti contoh, datang ke kantor tidak tepat waktu, suka ‘ngaret’ jika janjian dengan orang lain. Setelah direnungkan, ternyata ilmu disiplin terhadap waktu ini sangat minim didapatkan semasa kecil.

Berdasarkan pengalaman, maka untuk anak usia dini belajar untuk disiplin waktu. Seperti contoh, waktu bermain, waktu tidur siang dan malam, bahkan waktu bangun pagi.

Ketika masuk PAUD, mau tidak mau anak akan terbiasa dengan waktu bangun lebih cepat untuk dapat bersekolah. Tidak malas-malasan atau menggunakan ‘drama’ malas bangun.

Semuanya juga tidak lepas dari contoh perilaku yang diberikan oleh orang tua. Hal ini menjadi penting karena ketika orang tua sendiri tidak tepat atau disiplin pada waktu, maka anak belum tentu akan menjalankan sebuah nasehat untuk tepat waktu.

5. MENJALANKAN TANGGUNG JAWAB

Walaupun usianya masih muda, saya sudah menerapkan sebuah tanggung jawab pada anak. Seperti contoh, merapikan kamar setelah bermain. Meletakkan handuk di jemuran setelah mandi, merapikan peralatan serta buku bacaan yang telah dipakai, atau menaruh piring dan gelas ke dapur usai makan atau menyiram tanaman di depan rumah.

Tanggung jawab sederhana ini akan memberikan kepercayaan diri pada anak untuk lebih berkembang. Ketika orang tua menyerahkan dan mempercayakan sebuah tanggung jawab, tidak lupa untuk selalu memperhatikan dan tidak sungkan untuk membantu jika anak kesulitan melakukannya.

Sama halnya, ketika berada di lingkungan sekolah maka anak akan dituntut berbagai tanggung jawab. Seperti belajar dengan serius, merapikan bangku sekolah, membuang sampah pada tempatnya dan sebagainya. Oleh karena itu, nilai tanggung jawab sangat baik diperkenalkan orang tua kepada anak usia dini.

6. 3 KATA AJAIB

Sewaktu kecil saya sering mendapatkan 3 (tiga) kata ajaib yang memang baik dan terus saya laksanakan sampai hari ini. Pertama adalah ‘terima kasih’, saya senang mengucapkan hal ini kepada setiap anugerah, berkat, bantuan atau apapun yang saya terima. Tak hanya itu, dalam kondisi sulit pun saya selalu berterima kasih kepada Sang Pencipta.

Untuk itu, anak saya saat mendapatkan barang, pujian atau apapun selalu berterima kasih. Bahkan dalam keadaan sakit pun, si kecil mampu mengucap syukur kepada Tuhan.

Kata kedua adalah ‘maaf’, sejujurnya putri sulung saya ini memiliki sifat yang ‘gengsi’ alias tak mau meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat. Bahayanya, sering sekali menuduh orang lain yang bersalah.

Saya sempat kaget dengan sikap ini, karena bingung mendapat pengajaran dari mana. Ternyata, lingkungan bermain di sekitarnya sering seperti itu, sehingga mau tidak mau anak akan terpengaruh.

Oleh karena itu, perlahan saya mengajarkan untuk jujur dan mau mengakui kesalahan atas apa yang diperbuat. Di samping itu, kata maaf memberikan efek positif bagi anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Kata ketiga adalah ‘tolong’, dalam menyuruh atau meminta anak melakukan sesuatu maka saya mendahului dengan kata tolong. Hal ini sangat penting seakan saya memang membutuhkan bantuan anak dan anak merasa memiliki tanggung jawab yang lebih. Ketiga kata ajaib ini akan terus ditanamkan kepada anak sehingga lama kelamaan akan terbiasa dan menjadi karakter positif.

7. EDUKASI SEKS

Berbicara mengenai seks mungkin sedikit tabu bagi masyarakat Indonesia apalagi untuk anak yang masih dini. Mengingat dewasa ini banyak anak-anak yang mengalami kekerasan seksual maka secara jelas harus mengajarkan hal ini pada anak saya.

Berikut hal penting yang saya ajarkan dunia seks sebelum anak masuk ke dunia pendidikan sekolah:

  1. Mengenalkan seluruh anggota tubuh dan terkhusus alat kelamin.
  2. Mengajarkan konsep perbedaan jenis kelamin anak.
  3. Menjelaskan anggota tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak oleh orang lain selain Ibu.
  4. Mengajarkan defenisi atau budaya malu anak.
  5. Menanamkan rasa percaya diri pada anak sehingga berani terhadap gangguan yang datang.
  6. Berdiskusi dan belajar tentang kasus seks sederhana atau yang terjadi dengan bahasa anak.
  7. Membeli atau memakaikan anak dengan pakaian yang tidak minim.

8. KERAPIAN & KETERTIBAN

Pendidikan yang terakhir adalah bicara tentang kerapian dan ketertiban. Bicara soal kerapian memang sebuah pendidikan yang wajib diberitahu kepada anak usia dini. Tentunya kerapian ini terkait dengan estetika.

Kerapian pada anak memiliki nilai lebih terkhusus dalam berpakaian, menata buku, tas, kamar dan sebagainya. Sama halnya dengan ketertiban, di mana anak yang tertib mampu menjadi contoh bagi teman-temannya saat berada di dalam kelas.

Kerapian dan ketertiban adalah pendidikan terakhir yang saya ajarkan dan sampaikan kepada anak agar kapan dan dimanapun berada, tetap menjaga sebuah nilai estetika baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.

Kedelapan pendidikan yang saya ajarkan diharapkan bermanfaat dalam menuntun anak berinteraksi di lingkungan sekolah. Setelah pendidikan dan pembentukan karakter selesai, langkah selanjutnya adalah mencari sekolah untuk anak usia dini yang mampu mengasah dan menelisik kecerdasannya.

Sekolah yang memberikan kebahagiaan pada anak usia dini. Hal ini menjadi penting karena mengingat umur anak yang masih muda dan cara yang tepat dalam menemukan metode belajar anak. Karena jika tidak menemukan tempat yang pas maka anak tidak akan berkembang justru sebaliknya tertekan untuk pendidikan formal yang diikutinya.

Dewasa ini berkembang pesat sekolah untuk anak usia dini atau yang disebut pre-school. Menariknya, dari umur toddler sampai kindergarten sudah tersedia dalam satu sekolah. Kebutuhan bermain anak pun dipenuhi, interaksi sesama temanpun dipantau dengan tenaga pengajar yang handal.

Sekolah yang saat ini menyajikan hal tersebut adalah Apple Tree Pre-School BSD. Dimana pra-sekolah ini menyajikan tenaga pendidik yang mumpuni untuk menghasilkan anak-anak berprestasi sesuai dengan kecerdasannya masing-masing.

Apple Tree Pre-School BSD merupakan sekolah yang didirikan di tahun 2000. Sudah sekitar 19 tahun melayani anak-anak dalam mengembangkan kecerdasan dan bakat.

Kegiatan dalam sekolah ini memberikan dampak positif pada anak-anak dalam mencapai pertumbuhan fisik, intelektual, sosial dan emosional anak. Adanya kerjasama yang baik antara orang tua dan pendidik semakin menambah kepercayaan diri anak berkreasi di lingkungan sekolah.

Menariknya, preschool ini memiliki pembagian kelas sesuai dengan umur anak:

  1. Toddler (1,5 – 2 Tahun) jadwal sekolah 2x seminggu. Jumlah siswa 12 orang/kelas.
  2. Toddler (1,5 – 2 Tahun) jadwal sekolah 3x seminggu. Jumlah siswa 12 orang/kelas.
  3. Pre Nusery (2-3 Tahun) Jumlah siswa 16 orang/kelas.
  4. Nursery (3-4 Tahun) Jumlah siswa 20 orang/kelas.
  5. Kindegarten 1 (4-5 Tahun) Jumlah siswa 20 orang/kelas.
  6. Kindegarten 2 (5-6 Tahun) Jumlah siswa 20 orang/kelas.

Berbagai kegiatan anak yang menarik ditawarkan di preschool ini. Mulai dari aktivitas belajar mengajar setiap hari, aktivitas permainan air, musik dan seni, mengikuti event dari sekolah serta field trip. Tak hanya itu, yang patut diketahui adalah kurikulum yang ditawarkan adopsi dari Singapura.

Tentunya kita tahu begitu pesatnya perkembangan pendidikan di Singapura, oleh karena itu kurikulum yang diajarkan juga menambah ketrampilan anak diberbagai aspek. Kurikulum umum seperti Bahasa Inggris, Matematika, Musik, Etika Moral dan sebagainya.

Tertarik untuk menyekolahkan anak di tempat ini, langsung saja meluncur ke sosial media Apple Tree Pre School BSD berikut atau langsung datang ke sekolahnya.

0
+ Schools
0
+ Pupils
0
% Satisfied Parents

School Adress

3rd & 7th Floor of EduCenter Building
Kav. Commercial International School II No.8
BSD City, Lengkong Kulon, Pagedangan,
Tangerang, Banten 15322

Phone & E-mail

Phone: (021) 3001 0831

WhatsApp: 0888 1800 900

enroll@appletreebsd.com

Setiap anak merupakan unik dengan kecerdasan yang mereka miliki masing-masing. Namun, sebagai orang tua terutama Ibu memiliki peranan yang sangat penting demi kemajuan dan perkembangan anak. Apalagi menjelang masuk dunia sekolah dan interaksi sosial.

Oleh karena itu, pendidikan yang diajarkan orang tua terhadap anak sangatlah penting. Orang tua memiliki peran kritis di awal kehidupan anak. Sebagai pengalaman maka terdapat 8 (delapan) hal yang saya berikan kepada anak perempuan saya sebelum masuk ke dunia pra sekolah atau sekolah.

Ketika pendidikan tersebut sudah mulai terlaksana dengan baik walaupun belum sempurna maka langkah selanjutnya adalah mencari preschool yang tepat guna menjaga serta melatih kecerdasan anak. Memberikan permainan, kebebasan serta kreativitas anak.

Apple Tree Pre-School BSD hadir untuk melengkapi kebutuhan orang tua akan dunia pendidikan anak usia dini tersebut. Sebentar lagi putri sulung akan menjejakkan kaki di dunia sekolah. Kuy, check and re-chek Apple Tree BSD…

#appletreebsd

KPAI-Child Care

Appletreeps Indonesia Youtube Channel


53 Comments

Okti Li · May 12, 2019 at 4:25 am

Benar sekali. Meski sekolah kelas internasional tapi peran ibu dan keluarga di rumah tetap tidak bisa digantikan ya. Apalagi di kampung saya ini standar sekolah masih bisa dibilang jauuh dari SNI. Peran ibu yang jadi andalan.

    Dewi adikara · May 12, 2019 at 8:38 am

    Setuju banget, bagaimanapun peran ibu penting sekali untuk membentuk kepribadian anak:)

      ardasitepu · May 13, 2019 at 4:24 pm

      Ibu yang paling dekat dengan anak jadi secara tidak langsung perannya sangat berpengaruh.

    Hidayah Sulistyowati · May 13, 2019 at 11:50 am

    Tiga kata ajaib itu memang mesti diajarkan sejak dini. Nggak usah dipaksakan juga ya, cukup dengan orang dewasa yang membiasakan pengucapan kata ajaib itu, anak bakal meniru kebiasaan ini

      ardasitepu · May 13, 2019 at 4:20 pm

      Iya mbak, orang dewasa harus memberikan contoh agar anak bisa mengikuti.

    ardasitepu · May 13, 2019 at 4:24 pm

    Iya bener mbak, saya juga berharap bisa memberikan peran yang baik buat anak-anak sebelum masuk dunia sekolah.

HM Zwan · May 12, 2019 at 10:58 am

Setuju banget mbk dengan poin poin diatas. Mau nggak mau orangtua harus bisa mengajarkan kemandirian pada anak sebelum masuk PAUD.

    ardasitepu · May 13, 2019 at 4:25 pm

    Kemandirian yang baik untuk membantu anak di dunia sosialnya mbak.

Mporatne · May 12, 2019 at 6:33 pm

Mandiri membuat anak terus belajar lebih unggul bisa mengerjakan sendiri tanpa bantuan mama dan papa.

Tiga kata ajaib harus ditanamkan sedari dini agar siap memasuki bangku sekolah.

    ardasitepu · May 13, 2019 at 4:26 pm

    Iya mpo, tiga kata ajaib selalu andalan keluarga besar kami.

Duniaqtoy · May 13, 2019 at 6:15 am

field tripnya aku suka padahal yang sekolah anaknya, hehe. soalnya di field trip kan anak-anak banyak belajar

    ardasitepu · May 13, 2019 at 4:26 pm

    Haha sepertinya aku juga suka nanti mbak kalau anak udah masuk sekolah.

Lidya · May 13, 2019 at 9:24 am

MAsalah disiplin waktu ini dari kecil harus diajarkan banget mbak, soalnay buday akita kebanyakan suka ngaret bikin sebel.
Insya Allah kalau aku janjian gak pernah ngaret malah suka datang lebih dulu, aku menidng nunggu deh daripada ditunggu gak enak rasanya.
Dari orangtua anak-anak bisa belajar berbagai hal ya, anak sebagai fotocopy diri kita juga. Di rumah sudah diajarkan banyak hal ditambah dapet pre school yang bagus juga anak makin teratur dan kecerdasannya makin terasah ya,

    ardasitepu · May 13, 2019 at 4:21 pm

    Iya mbak, aku selalu bilang ke anak-anak kalau mau yang jadi utama harus biasakan tepat waktu hehe

Monica Anggen · May 13, 2019 at 2:38 pm

Bagus banget tampilan websitenya Mbak Arda terus isi artikelnya juga lengkap banget. Jadi tahu nih betapa pentingnya pendidikan usia dini, dan pendidikan itu harus dimulai dari dalam keluarga dulu agar nanti kalau anak masuk sekolah, dia sudah punya dasar yang terbentuk dengan baik.

    ardasitepu · May 13, 2019 at 4:20 pm

    Iya mbak, saya juga berharap si kecil mendapat pendidikan dari keluarga dulu baru siap dilepas ke pre-school 🙂

fanny f nila · May 13, 2019 at 5:05 pm

waahhh lumayan jauh dr rumahku di rawamangun :D. Dulu anakku yg pertama aku masukin ke paud pas umurnya 2.5 thn. tapi tujuan utama aku dan suami cuma sekedar si kaka bisa interaksi dengan temen2nya mba. selama ini kan dia cm ditemani babysitter pas aku dan suami ngantor. alhamdulillah yaaa ada banyak progress sejak dia masuk paud itu. trrutama kata2nya jd lancar. dia juga lbh supel.

agak ga mudah memang cari sekolah yg cocok dgn anak kita. kdg cara mengajar guru A blm tentu sesuai utk si anak. tp bersyukur guru2 paud anakku bisa cocok dan setelah aku liatpun mereka sabar dan ngemong ma semua anak2 asuhannya.

8 cara pendidikan di atas, itu juga udh mulai aku ajarin pelan2 ke anak2. kalo si kaka udh ga kuatir. tp si adek yg msh 3 thn blm trlalu konsisten. kayak mengucapkan terimakasih. kalo lg mau, dia dgn sukarela ngucapin sendiri tanps perlu diingetin. tp kalo bad mood, boro2 hahahahahaa… dan emaknya pun perlu sabar bgt kalo dia udh mulai berulah :D.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:10 am

    Iya mbak, pentingnya mengembangkan kecerdasan anak melalui pendidikan dini dari orang tua.

eryvia Maronie · May 13, 2019 at 8:44 pm

Pendidikan dasar memang berawal dari rumah. Untuk itu peran orang tua sangat penting untuk mencerdaskan anak.

Btw, Apple Tree ini juga ada di Makassar. Ada anak temannyang sekolah di sana, terliat banget cerdasnya terasah naksimal.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:09 am

    Oh di Makassar ada juga ya mbak, memang cabangnya banyak bgt.

Diah Woro Susanti · May 13, 2019 at 9:11 pm

setujuu, peran lingkungan punya peran penting banget dalam tumbuh kembang anak. Maka sebaiknya orang tua khususnya ibu dan sekolah harus bersinergi

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:08 am

    Iya mbak, peran orang tua penting di pendidikan awal.

Tuty Queen · May 13, 2019 at 9:42 pm

Setuju kak..biar bagaimanapun yang namanya pendidikan dimulai dari rumah dan didapat dari orangtua. Btw ini sekolahnya nggak jauh dari rumah ku.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:08 am

    Wah sekolahnya dekat rumah ya. Senengnya bisa langsung lihat tempatnya.

Nabilla DP · May 13, 2019 at 9:53 pm

Mba Arda miniii gemas sekali uwuwuwu.. aku setuju dengan langkah2 pendidikannya mba. Ngga hanya mendidik otak tetapi juga hatinya ya.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:07 am

    Haha iya mbak, si kakak ini suka foto 🙂

lendyagasshi · May 13, 2019 at 10:11 pm

Senangnya..
Melihat anak tumbuh sehat dan berkembang sesuai usianya.

Dan tugas orangtua memang, selain memilihkan lingkungan yang baik, juga pendidikan yang layak.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:07 am

    Iya mbak, semoga bisa menemukan sekolah seperti Apple Tree ini mbak.

      lendyagasshi · May 15, 2019 at 1:15 am

      Aku dulu ngalamin banget masa-masa melayani kebutuhan anak hingga terasa jadi kurang mandiri.
      Sekarang, setelah mengejar sedikit demi sedikit ketertinggalan, aku jadi merasa enteng banget…

      Anak-anak mandiri ini justru meringankan kerja dan menurunkan tensi mama kok…

Elly Nurul · May 13, 2019 at 10:28 pm

3 kata ajaibnya memang ampuh ya, aku punya dua anak laki-laki, sering banget mereka rebutan mainan, lalu salah satu endingnya ada yang nangis, kata maaf paling sering aku minta ke salah satu anak yang membuat nangis, setelah itu akur lagi deh main lagi.. sharing infonya aku suka banget mba.. yang kecil tahun ini masuk sekolah ini

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:06 am

    Iya mbak Elly, sedari kecil sudah terbiasa dengan kata2 ajaib.

Ida · May 13, 2019 at 11:26 pm

Sebagai ortu dr 5 anak yg sudah besar2 saya mengamini tulisan ini nih hehe..semuanya hrs diajarkan sejak masa kanak2 klo.sdh besar susah utk membiasakanya…

Leyla Hana · May 14, 2019 at 1:36 am

Cantiknya putri mba Arda inu. Mirip banget sama mamanya. Nama sekolahnya lucu Mba. Apple Tree. 8 tipsnya oke nih diterapkan oleh orangtua lain ke anak-anaknya.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 2:05 am

    Terima kasih mbak, semoga bisa diterapkan ke anak2 selalu 🙂

Uniek Kaswarganti · May 14, 2019 at 2:11 am

Bekal yang harus kita berikan ke anak emang banyak ya mba terkait dengan kesiapan mereka menjelang masuk dunia sekolah. Saat2 dimana dalam waktu tertentu mereka lepas dari penglihatan kita. Agar kitanya juga yakin gitu loh si anak udah siap untuk mandiri meskipun masih kecil.

Afifah Mazaya · May 14, 2019 at 2:14 am

Sayang anak nggak mesti semua diturutin, ya, Mbak. Justru dipersiapkan juga untuk dilepas ke dunia luar.

    ardasitepu · May 14, 2019 at 3:02 am

    Iya setuju mbak. Pendidikan ini yg terlebih dahulu diajarkan pada anak.

Nia K. Haryanto · May 14, 2019 at 2:19 am

Bagus ya PreSchoolnya. Kepengen deh bisa dan mampu masukin si bungsu ke preschool kayak gini. Para orang tua banyak terbantu pastinya ya dalam mengoptimalkan kecerdasan anak oleh para gurunya

    ardasitepu · May 14, 2019 at 3:02 am

    Iya mbak pre school yg menggunakan kurikulum Singapura. Sekolahnya enak lagi.

Desri Desri · May 14, 2019 at 6:15 am

lengkap sekali ya pembelajaran dan fasilitas disana, anak-anak gak berasa sekolah sih kalo kaya gitu, jadi kaya main tapi terstruktur

    ardasitepu · May 14, 2019 at 1:31 pm

    Iya mbak anak2 berasa main terus dan bahagia hehe

emanuella aka nyonyamalas · May 14, 2019 at 7:59 am

Aiiiihhh, si Kakak mirip banget sama Kak Arda ya…. Aku juga mulai persiapan cari sekolah ni Kak, walau sebenarnya masih agak lama, tapi karena biaya sekolah sekarang tinggi banget ya, jadi mau mulai ancer-ancer dari sekarang. Thanks banget, lo Kak, tulisan kakak ini mengingatkanku kalau anak pun harus disiapkan ya menjelang sekolah….

    ardasitepu · May 14, 2019 at 1:31 pm

    Wah makasih mbak, semoga dapat sekolah yg terbaik ya.

Echi Mustika · May 14, 2019 at 2:09 pm

Ak kok senyum-denyum sendiri mba baca ini, anakku yg besar saja kalo lagi main saat dipanggil … Dia merespon jawab “Iya Bunda” tapi mulutnya saja yang iya pikiran dan badanya tetap asik main

    ardasitepu · May 14, 2019 at 4:39 pm

    Hahaha banget ya mbak, memang butuh pelajaran lebih untuk bisa mengenal dan mengarahkan anak ya mbak.

Ida Raihan · May 15, 2019 at 12:12 am

Wah keren banget sharingnya Mak. Saya perlu banyak belajar dari Mak Arda nie. Masih mengusahakan nih untuk mendisiplinkan anak. Jadwalnya masih berantakan semua.

Rachmanita · May 15, 2019 at 2:00 am

Memang betul ya perkembangan anak sangat berpengaruh peran keluarga

Rizka Edmanda · May 15, 2019 at 2:33 am

setuju nih Kak Arda memang kalau edukasi seks seringkali dianggap tabu atay gak perlu padahal di jaman dimana predator anak dimana mana ini perlu juga kita kasi pemahamaan seks sejak dini

Desy YUsnita · May 15, 2019 at 2:43 am

Setuju Mba, aku juga mengajarkan hal-hal yang mba info diatas ketika anakku masuk usia sekolah.

Putri · May 15, 2019 at 2:50 am

Sikap berbagi yang kadang suka susah atau mungkin anaka-anak butuh waktu lebih lama untuk memahaminya kali ya. Kadang pada gak mau berbagi :’)

Noorma · May 21, 2019 at 12:22 am

Anakku yang kecil usia 2 tahun 4 bulan. Dan dia pengen babget sekolah, kalo udah minta sendiri gitu sebenere bagus ya. Tapi aku masih mikir biayanya double mahal kalo adiknya sekolah dan kakaknya SD. Duh gimana ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!