Dulu, saat kuliah seorang dosen pernah dengan keras menegur seisi kelas bahwa jika ingin menulis sesuatu maka harus banyak membaca. Dari membaca maka banyak ilmu yang akan didapat dan dituangkan kembali menjadi tulisan yang bermakna. Oleh karena teguran tersebut, minat baca kembali meningkat dengan tajam sampai saat ini.

Bagi makmil buku adalah sebuah jendela di mana kita dapat menatap berbagai hal dengan waktu yang fleksibel. Sehingga koleksi buku dengan berbagai genre tersedia di rumah. Kelak berharap memiliki perpustakaan sendiri di rumah. Lebih dari 300 koleksi buku yang dimiliki, semua menarik dan menyenangkan untuk dibaca.

Nah, mumpung masih segar di ingatan maka berikut 5 (lima) buku menyenangkan yang dibaca 1 tahun terakhir ini:

1. The Purpose Driven Life Karya Rick Warren

Pertama kali mengenal buku ini dari seorang teman yang merekomendasikan khususnya saat lagi galau-galaunya dengan berbagai masalah yang terjadi. Buku yang terdiri dari 407 halaman ini kembali mengingatkan saya sebagai manusia untuk memiliki tujuan dalam hidup. Buku ini secara konsisten mengajak pembaca untuk membaca setiap hari selama kurang lebih 40 hari. Tak hanya membaca juga merenungkan dari kalimat setiap kalimat yang ditorehkan oleh Rick Warren.

“Kita sebenarnya tidak pernah memiliki apa pun selama keberadaan kita yang singkat di bumi ini. Tuhan hanya meminjamkan bumi kepada kita sementara kita berada di sini. Itu adalah properti Tuhan sebelum Anda lahir, dan Tuhan meminjamkannya kepada orang lain setelah Anda meninggal. Anda mendapat kesempatan menikmatinya hanya sebentar.”

Satu paragraf ini salah satu paling menohok bagi saya. Karena merasa selalu bahwa di bumi ini akan hidup cukup lama. Padahal semua adalah sementara dan tugas terbaik harus dilakukan di bumi ini untuk menjadi berkat dan bermanfaat bagi sesama.

2. Love Is Verb Karya Gary Chapman

Buku ini bercerita tentang kisah cinta yang terjadi ketika dihidupkan. Buku yang terdiri dari 248 halaman ini menceritakan kata ‘cinta’ merupakan kata kerja yang berarti aktif dan bukan pasif. Dalam kehidupan rumah tangga tentunya banyak sekali permasalahan yang terjadi dan tanpa disadari bahwa kata cinta yang semula aktif menjadi pasif. Alhasil, tak jarang pasangan suami-istri mengatakan tidak kecocokan saat badai menerpa. Kembali hidupkan cinta mula-mula tersebut dengan mengerti dan merasakan arti cinta yang sesungguhnya.

3. So, You’re Getting Married Karya H.Norman Wright

Selanjutnya adalah buku yang benar-benar membuat saya tersenyum saat membacanya. Buku yang diberikan oleh sahabat ini adalah buku yang menguatkan saya menjelang pernikahan dan sudah sebanyak 3 kali dibaca. Tahun ini kembali buku ini dibaca dan memberikan sedikit pencerahaan setiap saya bergumul menghadapi pasangan.

Buku yang terdiridari 267 halaman ini mengingatkan kembali komitmen dasar untuk membangun hubungan menuju jenjang pernikahan. Di sini saya banyak belajar bagaimana memahami pasangan lebih dalam dan belajar untuk tidak egois dalam setiap keputusan yang diambil.

4. Becoming Your Spouse’s Better Half Karya Rick Jhonson

Kembali buku keempat bercerita tentang perbedaan membuat pernikahan menjadi luar biasa. Mungkin blogger bingung, kenapa sih bukunya kebanyakan tentang pasangan dan pernikahan? Saat pemberkatan nikah dahulu, Pendeta berkata bahwa pernikahan itu adalah proses pembelajaran sampai akhir hidup. Oleh karena itu, saya berharap pernikahan saya tetap langgeng sampai akhir usia. Nah, untuk itu belajar dari buku maupun pengalaman orang lain sangatlah bermanfaat.

Buku yang terdiri dari 254 halaman ini bercerita tentang menjadi belahan jiwa yang lebih baik. Menjadi istri maupun suami yang lebih baik, arti lebih baik adalah keadaan dimana selalu belajar menjadi yang terbaik walaupun dalam keadaan sesulit apapun. Untuk itu, kita akan lebih memahami pasangan kita.

5. Sehat Itu Murah Karya Dr.Handrawan Nadesui

Buku terakhir yang direkomendasikan adalah buku sehat itu murah. Yup, semenjak memiliki kepala keluarga dan buah hati maka salah satu target saya setiap hari adalah menjaga kesehatan seluruh isi rumah. Bersyukurnya, seisi keluarga tidak pernah diopname di rumah sakit. Buku yang terdiri dari 272 halaman ini merupakan buku panduan saya sehari-hari untuk memonitor kesehatan orang rumah.

Buku ini memiliki bahasa yang sangat sederhana, bahasanya mudah dimengerti. Berisi penjelasan dan tips-tips untuk sehat dengan cara yang murah. Seperti tips menghapus 100 jenis penyakit, perawatan mesin tubuh dan aturan-aturannya. Menariknya, buku ini juga sudah dibaca lebih dari 2 kali.

Dilihat dari 5 (lima) buku yang menyenangkan tersebut sangat saya rekomendasikan. Nah, biasanya beberapa buku sudah diadopsi oleh beberapa teman, namun untuk buku-buku ini rasanya sulit untuk dilepaskan. Yuks, budayakan membaca agar lebih mengenal banyak hal tentang dunia, masyarakat dan diri sendiri.

Happy Reading…

Categories: Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *